Friday, June 29, 2007

Market Tokyo

Wall St Ditutup Flat Setelah Keputusan Fed

Saham-saham di bursa AS ditutup stagnan pada perdagangan hari Kamis, 28 Juni 2007, setelah Fed menyatakan bahwa ekonomi AS
tumbuh secara moderat dalam beberapa quartal, tetapi masih mengkhawatirkan adanya resiko naiknya inflasi. Indeks NASDAQ di tutupsedikit lebih tinggi dipicu oleh menguatnya saham-saham semiconductor dan peralatan komunikasi, dimana saham-saham menguat setelah perusahaan brokerage menaikkan rating dari Cisco System Inc. dan Intel Corp.

Fed dalam keputusannya menetapkan suku bunga tetap dipertahankan di level 5.25% dan keputusan ini sebagai hasil dari 8 kali pertemuan berturut-turut. Pada saat yang sama bank sentral AS tersebut memberikan isyarat akan tetap mencermati tingkat inflasi – yang akan mencoret kemungkinan turunnya suku bunga dari rancangan Fed.

Disatu sisi pasar akan berpikir bahwa pertumbuhan ekonomi akan mempunyai prospek yang cerah, tretapi di saat yang sama barangkali menjadi suatu kekecewaan bagi mereka yang menginginkan diturunkannya suku bunga., demikian komentar Chip Hanlon, president of Delta Global Advisors, Inc. di Huntington Beach, California. "My opinion is that the Fed is going to try and sit on its hands and do nothing for as long as possible. But if its hand is going to be forced one way or the other, it is going to be forced to raise rates. And the stock market wouldn't like that." , demikian lanjut Hanlon

Setelah di umumkannya keputusan the Fed, indeks saham utama bergerak cepat dari kondisi sedikit perubahan ke perubahan yang moderat, sebagai akibat dari sikap para investor yang masih mencernakan keputusan dan pernyataan the Fed. The Dow Jones industrial average <.DJI> turun 5.45 poin atau 0.04% dan di tutup di posisi 13,422.28. The Standard & Poor's 500 Index <.SPX> turun 0.63 poin atau 0.04%, di posisi 1505.71, tetapi indeks NASDAQ naik 3.02 poin atau 0.12% di posisi 2.608’37 Indeks Dow awalnya terkoreksi setelah dirilisnya data inflasi yang ternyata lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.

Saham-saham energy menguat setelah harga crude oil AS naik diatas $70 per barel untuk pertama kalinya sejak September tahun lalu
karena secara tidak terduga stock gasoline AS turun tajam dan ini menimbulkan kekhawatiran dikalangan investor. Perdagangan relatif
moderat di bursa saham New York (NYSE) dimana hampr 1.50 milyuar saham berhasil dipindah-tangankan, dibawah estimasi volume rata-rata harian tahun lalu.1.84 milyar saham, sementara di bursa NASDAQ, srbanyak 1.99 milyar saham berhasil ditransaksikan, juga dibawah volume rata-rata harian tahun lalu 2.02 milyar saham. Saham-saham yang terapresiasi unggul atas saham-saham yang mengalami koreksi dengan ratio perbanding 3 – 2 di bursa NYSE dan 15 – 14 di bursa NASDAQ

Market Hongkong

Saham-Saham Pertambangan dan China Mobile Memimpin rebound Saham Utama Hong Kong

Saham-saham Hong Kong menguat 1.1% pada sesi perdagangan Kamis (28/Juni), menyusul rebound di bursa saham AS juga terbantu turunnya nilai tukar yen, saham perusahaan produsen minyak Cina memimpin penguatan di bursa saham Cina. Qingling Motors cukup mengejutkan dengan kenaikan sebesar 19% setelah media massa melaporkan kemungkinan terdaftarnya saham perusahaan tersebut di bursa Cina sehubungan kucuran dana dari pemegang sahamnya.

Indeks benchmark Hang Seng <.HSI> ditutup menguat 232.66 poin ke level 21,938.22 dengan volume perdagangan mencapai 80.5 miliar dolar Hong Kong (10.3 miliar dolar AS) dibandingkan dengan volume perdagangan rabu (27/Juni) senilai 78.8 miliar dolar Hong Kong. Indeks H shares <.HSCE> mengalami kenaikan 1.1% atau 135.47 poin ke level 12,050.00. Peter Pak dari BOCI Research, mengatakan : "I'm cautious towards July. June has been too good to be true. Everything went up like crazy. People may be taking a break. Watch for any daily turnover drop". Produsen minyak PetroChina Co. Ltd., menjadi saham yang berperan besar dalam naiknya indeks H shares, saham tersebut menguat 2.5%. CNOOC Ltd., berada dalam jajaran terdapat kenaikan saham-saham blue-chip, sahamnya menguat 4.1%.

Saham perusahaan Yanzhou Coal, naik 4.5%, China Shenhua Energy menguat 2.3%. Saham perusahaan keuangan Cina juga mengalami kenaikan, China Life—yang merupakan saham teraktif dalam sesi Kamis (28/Juni) naik 1.2%. China Construction Bank menguat 2.1%, setelah sebelumnya sempat mencatat rekor all-time highs. Saham Ping An Insurance berhasil memperbaiki penurunannya selama 3 sesi terakhir dengan kenaikan sebesar 3.4%. China Mobile menjadi saham utama yang mendongkrak kenaikan saham-saham blue chips, ditutup menguat 1.7%

Thursday, June 28, 2007

Market Tokyo

Nikkei Tertekan, Mencapai Level Terendah Selama 12 Pekan

Nikkei mengalami koreksi, dengan mencapai level terendah melebihi 12 pekan, dipicu oleh kekhawatiran bahwa permintaan dari Amerika akan menurun sehingga profit perusahaan akan merosot, dengan tanda-tanda melemahnya pertumbuhan bursa perumahan Amerika dan setelah yen menguat. Canon Inc. mencapai level terendah sejak Maret sementara Honda Motor Co. melemah 1,6%. Pada sesi sore, index kembali melemah setelah para pemegang saham Electric Power Development Co. menolak proposal perusahaan Inggris untuk menaikkan dividen perusahaan melebihi dua kali lipat, memicu kekhawatiran bahwa perusahaan-perusahaan lain juga tidak akan menaikkan dividen mereka.

Kemarin, Departemen Perindustrian Amerika menginformasikan bahwa penjualan perumahan baru di Amerika pada bulan Mei mengalami penurunan, sebagai tanda bahwa permintaan pada tahun kedua melemahnya pertumbuhan sektor perumahan Amerika, masih rendah. Saham-saham eksportir juga melemah saat yen menguat. Valuta Jepang tersebut kembali menguat terhadap dolar pada hari ketiga, dengan ditransaksikan pada level 122,57 setelah melemah pada level terendah melebihi empat tahun pada level 124,14 tanggal 22 Juni. Yen juga menguat terhadap euro untuk hari ketiga pada level 164,70 dari level terendah 166,94 pada pekan lalu. Jika yen menguat maka profit penjualan para eksportir dalam valuta yen akan merosot serta menyebabkan produk kurang kompetitif.

Mitsubishi Corp. mencapai level terendah kedua pada tahun ini, setelah harga minyak, tembaga, emas , dan bahan mentah lain menurun. Kontrak transaksi minyak mentah untuk pengiriman bulan Agustus melemah 2% pada level $67,77/barel di New York kemarin. Index enam jenis logam di London Metal Exchange, termasuk diantaranya tembaga dan timah, melemah 2,1% kemarin, level terendah dua pekan.

Index Nikkei menguat 0,37% pada hari Kamis, saham Honda Motor Co. Ltd. serta beberapa eksportir lain kembali menguat setelah Wall Street berbalik menguat.

Market Hongkong

Hang Seng Terimbas Bursa Global

Hang Seng index melemah 0,5% pada hari Rabu, dipengaruhi oleh melemahnya bursa saham global, akibat kekhawatiran mengenai pasar pegadaian Amerika menekan saham bank global HSBC Holdings sementara penurunan harga minyak mentah memicu investor melepas saham-saham perusahaan minyak. Bursa mengalami pemulihan pada sesi sore karena bursa saham China kembali menguat.

HSBC Holdings Plc., saham paling aktif dalam transaksi hari ini, melemah 0,8% pada level HK$143 akibat kekhawatiran mengenai pasar pegadaian Amerika yang kembali timbul. Krisis pada sektor pegadaian yang dilakukan oleh debitur beresiko tinggi bukan suatu peristiwa tersendiri serta dapat mempengaruhi perekonomian.

Investor kembali melepas saham-saham asuransi jiwa China Ping An Insurance, saham melemah 2,2% pada level HK$53,60. namun saham pesaing perusahaan China Life berbalik menguat pada sesi sore dengan kenaikan 1,1% pada level HK$28,60. perusahaan asuransi terkemuka PICC Property and Casualty Ltd. melonjak hampir 3% pada level HK$6,40 setelah sebelumnya melemah. China Construction Bank juga berbalik menguat 2,1% pada level HK$5,31.

Nan Hai Corp. Ltd. melambung 15,8% pada level HK$0,33. Perusahaan menyatakan Goldman Sachs mengambil alih 3,3 miliar saham dengan harga HK$0,29/lembar pada 25 Juni. Diantara saham-saham komoditi, yang paling melemah adalah China Mining dengan penurunan 12,1% pada level HK$1,97 setelah sehari sebelumnya menguat tajam. CNOOC Ltd. turun 1,6% pada level HK$8,46.

Index saham Hong Kong diprediksi akan menguat pada hari Kamis, karena performa bursa saham China yang positif serta Wall Street yang berbalik menguat setelah melemah selama beberapa hari terakhir, investor diperkirakan akan meminati saham-saham finansial China yang telah melemah. Bursa juga diperkirakan menguat dipicu oleh berita bahwa pemerintah China akan menurunkan atau menghapus pajak 20% terhadap bunga deposito bank, suatu kebijakan yang akan memicu minat investor terhadap saham-saham perbankan dan memudarkan spekulasi dalam bursa.

Wednesday, June 27, 2007

Market Tokyo

Nikkei Melemah saat Quiet Market

Index Nikkei ditutup melemah dalam sesi transaksi yang sepi pada hari Selasa, Tokyo Electron Ltd. dan beberapa saham eksportir tertekan oleh menguatnya yen, sementara saham-saham perusahaan properti seperti Sumitomo Realty & Development Co. Ltd. berbalik menguat. Sumitomo Realty menguat 1,5% pada level 4.060 yen setelah melemah 3,9% pada sesi sebelumnya. Saham developer Mitsui Fudosan Co. Ltd. juga menguat 1,5% pada level 3.480 yen.

Saham produsen peralatan chip Tokyo Electron, yang memasarkan 60% produk di luar negeri, melemah 1,5% pada level 9.130 yen. Menguatnya yen akan mengurangi profit saat pendapatan dari luar negeri ditukarkan dalam yen. Yen menguat dari level terendah 4 ½ tahun terhadap dolar yang tercapai tahun lalu setelah menteri keuangan Jepang memperingatkan bahwa bursa seharusnya mengantisipasi resiko pertaruhan searah terhadap yen.

Saham Goodwill Group Inc. melemah setelah pada hari Senin menyatakan akan menerbitkan surat berharga setara dengan sekitar 19% saham terdaftar untuk Deutsche Bank AG cabang London, sehingga nilai saham menurun. Saham Goodwill Group melemah 9,3% setelah pada hari Senin menyatakan akan menerbitkan surat berharga untuk 400.000 saham baru untuk Deutsche demi menaikkan nilai saham para pemegang saham. Saham baru tersebut akan menyebabkan penurunan nilai saham Goodwill 18,85%.

Sampai akhir pekan ini transaksi diprediksi masih akan sepi, karena investor menantikan data harga konsumen dan grafik jumlah pencari kerja yang dirilis pada hari Jumat serta survei tankan Bank of Japan mengenai sentimen bisnis yang dirilis pada pekan depan.

Index Nikkei melemah 0,47% pada hari Rabu, saham-saham eksportir seperti Canon Inc. melemah dipicu oleh kekhawatiran mengenai potensi perekonomian Amerika setelah Wall Street kembali ditutup melemah.

Market Hongkong

Hangseng Stabil, Selasa Kemarin

Hangseng blue chip Hong Kong bergerak stabil pada hari Selasa, saham Sun Hung Kai Properties menguat karena sebuah broker menaikkan rating saham tersebut, walaupun saham CNOOC Ltd. dan beberapa saham China lain ditutup melemah setelah menguat pada sesi sebelumnya. Beberapa saham melemah lain diantara saham-saham blue chip Hong Kong adalah saham-saham produsen batu bara dan PICC Property and Casualty, sehingga index H-share ditutup melemah 1%.

Saham-saham menguat pada hari ini adalah developer properti Hong Kong, sub-index properti Hang Seng ditutup menguat 1%. Goldman Sachs menaikkan rating saham Sun Hung Kai sehingga saham blue chip ini menguat 2,5% pada level HK$93,70. Sun Hung Kai Properties saat ini terdaftar dalam rating “buy” Goldman Sachs, akibat potensi positif perkembangan perumahan mewah dan komersil perusahaan tersebut serta potensi akuisisi tanah di China berikutnya. Saham pesaing Cheung Kong (Holdings) Ltd. juga menguat, dengan kenaikan 0,7% pada level HK$102,70.

Saham perusahaan asuransi non-jiwa terkemuka China PICC melemah 8,3% pada level HK$6,22 setelah pada hari Senin menguat tajam setelah menyatakan akan mengambil alih saham PICC Life Insurance. Citigroup menurunkan rating saham PICC pada level “sell” dari level “hold”, karena dianggap bahwa bisnis asuransi jiwa yang baru diambil alih perusahaan tersebut tidak akan segera memberikan keuntungan.

China COSCO Holdings melemah 2,3% pada level HK$11,14 saat saham tersebut mulai terdaftar dalam bursa A-share. Saham tersebut telah menguat sekitar 30% sejak akhir bulan Mei saat beredar berita bahwa operator kapal kontainer tersebut mendaftarkan saham dalam bursa Shanghai. Diantara saham-saham produsen batu bara, China Shenhua Energy Co. melemah 4,6% pada level HK$25,70 sementara China Coal merosot 5% pada level HK$11,34.

Index saham Hong Kong diprediksi akan kembali mengalami koreksi pada hari Rabu, setelah Wall Street melemah dalam beberapa hari terakhir, penurunan harga minyak diperkirakan akan memicu investor untuk melepas saham-saham perusahaan minyak.

Tuesday, June 26, 2007

Market Tokyo

Nikkei Turun, Melemahnya Saham Properti; Saham Teknologi Naik

Nikkei melemah, terutama saham-saham developer properti seperti Mitsubishi Estate Co., karena investor melepas saham-saham yang diperkirakan akan tertekan oleh trend kenaikan suku bunga. Mitsubishi Estate, developer properti dengan penjualan nomor dua terbesar di Jepang, melemah 2,4%, saham-saham eksportir high-tech seperti Advantest Corp. melemah saat yen menguat terhadap dolar.

Pada tanggal 24 Juni, BIS (Bank of International Settlements) memperkirakan bank sentral masih harus menaikkan suku bunga untuk memperlambat laju inflasi. Melalui laporan tahunan yang diterbitkan kemarin juga dinyatakan harga minyak yang melonjak 37% sejak pertengahan Januari serta kenaikan upah, penambahan kapasitas produksi, serta penurunan jumlah pencari kerja dapat memicu inflasi. BIS menambahkan, bank-bank sentral telah memicu pertumbuhan ekonomi dengan mempertahankan suku bunga yang relatif rendah. Dalam periode pengamatan sampai Mei 2007, suku bunga “masih sangat akomodatif dalam negara-negara industri” setelah dinaikkan “sedikit”. BIS adalah “induk” dari seluruh bank sentral dunia.

Saham beberapa perusahaan eksportir seperti Advantest Corp. dan Fanuc Ltd. menguat karena investor menilai keuntungan dari melemahnya yen melampaui implikasi masalah pegadaian di Amerika yang diperkirakan akan menekan konsumsi masyarakat di negara tersebut. Advantest menguat 1,1%. Fanuc melonjak 1,4%.

Yen mencapai level terendah pada level 166,86 terhadap euro pekan lalu serta melemah terhadap dolar pada level 123,89 sebagai level terendah sejak 6 Desember 2002. Sesuai data terakhir, valuta Jepang tersebut ditransaksikan pada level 166,73/euro dan 123,88/dolar. Industri terkemuka di Jepang memperkirakan yen akan mencapai kisaran 114 yen/dolar pada akhir tahun bisnis bulan Maret 2008, sesuai survei Tankan kuartal lalu pada tanggal 2 April.

Indeks saham AS tertekan oleh Supprime mortgage.

Saham-saham di bursa New York di tutup melemah pada perdagangan hari Seni, 25 Juni 2007, karena munculnya kembali kekhawatiran para inveastor atas isu suprime mortgage sehingga menekan saham Bear Stearsn Cos dan Goldman Sachs Groups.

The Dow Jones industrial average <.DJI> turun 8.21 poin, atau 0.06% dan di tutup di level 13,352.05. The Standard & Poor's 500 Index <.SPX>turun 4.82 poin, atau 0.32% di level 1,497.74, sementara The Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 11.88 poin atau 0.46% di level 2,577.08.

Diawal sesi, turunnya harga minyak dunia telah membantu menguatnya indeks saham karenaredanya kekhawatiran atas inflasi, namun harga minyak kembali ditutup relatif unchanged. Perdagangan terlihat aktif dan di bursa New York Stocks Exchange(NYSE) dimana hampir 1.74 milyar saham berhasil di transaksikan namun masih dibawah rata-rata perdagangan harian tahun lalu 1.84 milyar saham.

Market Hongkong

Hangseng Menembus Batas Rekor; Sinopec Melemah

Saham-saham Hong Kong turun dari level new high-nya pada sesi perdagangan Senin (25/Juni) setelah investor menjual saham-saham yang menguat pada sesi sebelumnya seperti PetroChina berkaitan adanya prospek kebijakan ketat dari pemerintah Beijing untuk meredam kenaikan bursa saham Cina. Investor juga menjual saham-saham perbankan Cina sebagai akibat dari kekhawatiran akan dinaikkannya suku bunga Cina setelah gubernur PBOC, Zhou Xiaochuan, pada hari Sabtu (23/Juni) mengatakan bahwa kenaikan suku bunga tak dapat dikesampingkan. Saham Sinopec Corp., turun ditengah ketidakpastian mengenai alasan pengunduran diri salah satu direkturnya. Di sisi lain PICC Property and Casualty Ltd. menguat 8.4% setelah perusahaan asuransi tersebut menyatakan akan membayar senilai 812 juta yuan (106.8 juta dolar AS) untuk saham sebesar 28% di perusahaan PICC Life Insurance. Perdagangan mencatat kenaikan selama 6 sesi berturut-turut, melemah pada sesi akhir setelah mencatat rekor baru di awal perdagangan.

Howard Gorges dari South China Brokerage, mengatakan : "We're starting to hit some selling. After last week's run, there's certainly some profits to be taken. We could be in for some consolidation". Sementara itu, banyak kalangan meilai bahwa bursa akan tetap berada di dekat catatan rekornya sebagaimana tanggal 1 Juli akan segera tiba, merupakan perayaan ke 10 tahun pengalihan Hong Kong dari Inggris ke tangan Cina. "I'm still a big believer that China wants to see the market stay strong just to show they can do it better", demikian diutarakan analis dari Daiwa Securities, Andrew Sullivan.

Indeks Hang Seng <.HSI> ditutup melemah 0.8%, atau 177.56 poin di level 21,822.35, setelah sebelumnya mencatat rekor kenaikan selama 5 sesi berturut-turut di level 22,085.59. Indeks H shares <.HSCE>, atau indeks saham perusahaan Hong Kong yang terdaftar di bursa Cina, turun 1.6% atau 198.81 poin ke level 12,040.90, setelah sebelumnya mencatat rekor kenaikan selama tujuh sesi berturut-turut di level 12,357.32. Volume perdagangan mencapai 84 miliar dolar Hong Kong (10.8 miliar dolar AS), turun dari volume perdagangan Jum’at (22/Juni) senilai 95.8 miliar dolar Hong Kong. Sinopec turun 3% setelah pemimpin perusahaan tersebut, Chen Tonghai, mengundurkan diri dengan alasan pribadi, sementara media mengaitkan pengunduran dirinya dengan kemungkinan keterkaitannya dengan korupsi di perusahaan tersebut. Goldman Sachs, pada laporannya pada hari Senin (25/Juni) menyebutkan bahwa pengundur diri-an Chen akan berdampak negatif pada harga saham Sinopec dalam jangka waktu dekat, Chen merupakan salah satu penggagas reformasi harga produk minyak di Cina. Saham PetroChina Co. Ltd. turun 2.2%. Di antara saham-saham perbankan Cina, saham China Construction Bank melemah 2.3%, Bank of Communications turun 1.4%. PICC, saat ini berada dalam catatan rekor tertinggi selama lima sesi berturut-turut, menguat 4% setelah para investor memborong saham asuransi jiwa tersebut. Saham asuransi jiwa merupakan segmen yang menghasilkan keuntungan paling tinggi dari keseluruhan industri asuransi Cina dan menjadi magnet bagi investasi stragtegis dari luar negeri.

Monday, June 25, 2007

Market Tokyo

Saham-saham Developer Melemah, Pemicu Pelemahan Nikkei

Nikkei melemah, terutama saham-saham developer properti diantaranya Mitsubishi Estate Co. serta perusahaan-perusahaan asuransi seperti Millea Holdings Inc. dipicu oleh kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga obligasi akan menyebabkan penurunan profit perusahaan. Saham Mitsubishi Estate, developer properti nomor dua terbesar di Jepang, melemah 3,9%. Millea Holdings Inc., perusahaan properti dan asuransi terbesar di Jepang, turun 3,7%.

Kemarin, suku bunga obligasi pemerintah Jepang untuk 10 tahun kemarin mencapai 1,925% sementara pekan lalu berada pada level 1,985%, level tertinggi sejak Juli. Suku bunga obligasi pemerintah Jepang untuk lima tahun, yang lebih sensitif terhadap perubahan suku bunga dibandingkan obligasi dengan jangka waktu lebih lama, pekan lalu mencapai rekor 1,605% karena tanda-tanda pertumbuhan ekonomi global memicu trader untuk menaikkan pertaruhan terhadap kenaikan suku bunga kredit. Hari ini, suku bunga obligasi turun 1,495%.

Saham-saham terkait semikonduktor kembali menguat untuk hari kedua, terutama Adavantest Corp. setelah kenaikan harga DRAM (Dynamic Randon Access Memory). Kemarin, harga spot index chip DRAM 512 MB menguat 4,1% pada level $2,30 setelah melonjak 17% pada 20 Juni, sesuai keterangan Dramexchange.com, pasar spot chip terbesar di Asia. Kenaikan tersebut merupakan rekor tertinggi.

Sementara, produsen produk makanan dari susu, Meiji Dairies, melemah 3,3% dan Nippon Paper turun 1,5% dipicu oleh kekhawatiran bahwa melemahnya yen akan menekan impor produk perusahaan. Pada hari Jumat, yen mencapai level terendah 4 ½ tahun terhadap dolar.

Index Nikkei melemah 0,45% pada hari Senin, investor melepas saham-saham eksportir high-tech seperti Advantest Corp. serta beberapa saham menguat lain akibat penurunan saham-saham Amerika.

Market Hongkong

Hangseng Menguat Tertinggi ke Empat Kali di Bulan Ini

Hangseng kembali mencapai rekor pada hari Jumat, sementara saham-saham perusahaan China mencapai level tertinggi, investor bertaruh bahwa pemerintah China akan menaikkan batas quota untuk investasi dalam pasar saham asing. Para analis dan broker berpendapat, bursa diperkirakan masih akan menguat pada pekan mendatang, dipicu oleh keyakinan serta optimisme dengan kebijakan terbaru pemerintah China untuk memberlakukan peraturan yang memperkenankan semakin banyak institusi finansial untuk berinvestasi dalam pasar saham asing. Namun sebagian lain menyatakan bursa dalam posisi menguat (bullish) sehingga tidak terlalu bergantung pada faktor fundamental.

Bursa saham berfluktuasi karena menguatnya saham memicu investor melepas saham (profit taking). Namun investor memburu saham menjelang berakhirnya sesi transaksi sehingga benchmark Index Hang Seng ditutup menguat 0,2% sebagai level tertinggi untuk kelima kali. Index mencpai level tertinggi keempat pada level 22.052,85. Pekan ini, index menguat 4,7%.

Debut transaksi unit RREEF China Commercial Trust melemah, dengan penurunan 10% dibawah harga IPO. China Life, saham paling aktif dalam transaksi hari ini, menguat 1,6% pada level HK$28,95 setelah mencapai level tertinggi HK$29,25. Ping An Insurance, saham pemicu menguatnya H-share, mencapai rekor pada level HK$57,95 sebelum akhirnya ditutup menguat 6% pada level HK$57,25.

PICC and Casualty Co. Ltd. menguat 0,8% pada level HK$6,52. Yue Yuen Industrial Holdings Ltd. melemah 4,6% setelah merilis laporan pendapatan sementara yang mengecewakan, sehingga Merrill Lynch menurunkan rating saham produsen sepatu olahraga tersebut pada level “sell” dari level “neutral”.

Index saham Hong Kong diperkirakan akan melemah pada hari Senin, dipicu oleh penurunan bursa saham Wall Street serta isu mengenai kenaikan suku bunga bank sentral China berikutnya dapat memicu profit taking terhadap saham-saham dalam bursa yang telah menguat 5% pada pekan lalu.

Friday, June 22, 2007

Market Tokyo

Nikkei Hit Level Tertinggi Tujuh Tahun

Index saham Jepang menguat, index Nikkei 225 mencapai level tertinggi tujuh tahun. Saham-saham perusahaan semikonduktor seperti Elpida Memory Inc. menguat akibat spekulasi bahwa profit perusahaan akan melonjak akibat kenaikan harga DRAM (Dynamic Random Access Memory). Sesuai keterangan Dramexchange.com, pasar spot chip terbesar di Asia, harga chip DRAM 512 MB hari ini melonjak 1,4% pada level $2,30 setelah kemarin melambung 17% kemarin. Kenaikan harga kemarin merupakan rekor tertinggi sejak Agustus 2005. Elpida Memory, produsen DRAM terbesar di Jepang, menguat 4,4%. Tokyo Electron Ltd. menguat 1,9%.

Saham perusahaan-perusahaan yang bergantung pada pemasaran di Amerika Utara seperti Nissan Motor Co. melemah setelah suku bunga obligasi Amerika kembali memicu kekhawatiran bahwa konsumsi masyarakat akan menurun. Suku bunga obligasi Treasury untuk 10 tahun, yang mempengaruhi suku bunga sewa dan kredit perusahaan, menguat 6 basis point atau 0,06% mencapai 5,14%. Tahun lalu, 43% dari total penjualan produk Nissan berasal dari Amerika Utara sementara bagi Sony, Amerika merupakan pasar asing terbesar.

Saham-saham perusahaan dagang menguat akibat spekulasi bahwa kenaikan harga komoditi dan demand terhadap bisnis pembangunan pabrik akan memicu kenaikan profit perusahaan. Harga tembaga pada London Metal Exchange telah melonjak 19% pada tahun ini. Sementara harga minyak mentah melambung 13%. Saham Mitsubishi Corp., perusahaan dagang terbesar Jepang, menguat 4,6%. Mitsubishi kembali menguat setelah menyatakan bahwa perusahaan serta mitra telah memperoleh kontrak senilai 10 miliar yen ($81 juta) dari Rusia untuk membangun pabrik pipa baja. Saham tersebut paling aktif ditransaksikan dengan volume transaksi mencapai 69,3 miliar saham.

Index Nikkei melemah 0,56% pada hari Jumat, investor melepas saham-saham properti (profit taking) seperti Mitsubishi Estate Co. Ltd. serta beberapa saham perusahaan yang bergantung pada demand domestik setelah pada sesi lalu index ditutup pada level tertinggi tujuh tahun.

Market Hongkong

Manager dan Broker Wajib Berinvestasi di Bursa Saham Hongkong

Index saham Hong Kong mencapai level tertinggi pada hari Kamis, investor bertaruh bahwa investasi perusahaan-perusahaan China akan bertambah setelah pemerintah negara tersebut merilis peraturan baru yang memperkenankan para manager dan broker untuk berinvestasi dalam bursa saham asing. Berita tersebut menyebabkan saham Hong Kong Exchanges and Clearing mencapai level tertinggi untuk kelima kali sementara saham perusahaan sekuritas China Shenyin Wanguo melonjak 20%. Bursa menguat stabil sepanjang hari ini, melampaui rekor sesi sebelumnya serta ditutup pada level tertinggi. Volume transaksi merupakan nomor tiga tertinggi mencapai HK$95,9 miliar (US$12,3 miliar), walau pada hari Rabu mencapai rekor HK$121,4 miliar.

Index saham perusahaan asuransi China menguat, karena diharapkan mereka akan segera memperoleh izin untuk berinvestasi pada bursa saham asing sesuai program QDII (Qualified Domestic Institutional Investor). Diantara saham-saham perusahaan asuransi, China Life melonjak 6,3% sementara Ping An Insurance menguat 4,6%. PICC Property and Casualty Ltd. melambung 10,2%.

Hong Kong Exchanges and Clearing kembali melonjak 7,2%. Shenyin Wanguo ditutup mendekati level tertinggi pada hari ini dengan kenaikan 19,1%. China Mobile, pemicu menguatnya saham-saham blue chip, menguat 2,4%.

Perusahaan China, Chaoda Modern Agriculture (Holdings) Ltd. merosot 9,8% setelah direktur perusahaan pertanian organik tersebut melepas 120 juta saham dengan harga HK$6,90/lembar, dengan penurunan 8,5% dari harga transaksi terakhir pada level HK$7,54.

Index saham Hong Kong diperkirakan akan kembali mencapai rekor pada hari Jumat, dipicu oleh potensi dana dari China, sehari setelah pemerintah negara tersebut merilis peraturan baru yang memperkenankan broker dan manager untuk berinvestasi dalam bursa asing.

Thursday, June 21, 2007

Market Tokyo

Bullish Trend Saham-Saham Eksportir

Index saham Jepang menguat setelah penurunan suku bunga obligasi Amerika memudarkan kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga kredit akan mengurangi pertumbuhan profit perusahaan. Kemarin, suku bunga obligasi Treasury selama 10 tahun kembali turun untuk hari ketiga, dengan penurunan 6 basis point atau 0,06% mencapai 5,07%. Saham-saham eksportir seperti Nintendo Co. dan perusahaan-perusahaan dagang, diantaranya Mitsui & Co. menguat. Nintendo, produsen game terbesar di dunia, melonjak 1,4%. Mitsui & Co., perusahaan dagang nomor dua terbesar di Jepang, yang memasarkan batu bara untuk industri, menguat 1%.

Saham-saham eksportir juga menguat akibat spekulasi bahwa melemahnya yen akan menyebabkan profit perusahaan-perusahaan tersebut dari luar negeri semakin tinggi. Pada tahun ini, yen telah melemah 3,7% terhadap dolar pada level 123,39 serta turun 5,4% pada level 165,61 terhadap euro.

Profit perusahaan-perusahaan dagang diperkirakan akan melonjak pada tahun bisnis ini karena permintaan dari China dan India memicu kenaikan harga logam dan minyak mentah. Tarif pengiriman produk-produk komoditi telah melonjak melebihi dua kali lipat pada tahun lalu dipicu oleh permintaan China terhadap kapal untuk mengangkut biji besi.

Fanuc Ltd., produsen robot industri terbesar di dunia, mencapai level tertinggi melebihi tujuh tahun. Fanuc menguat 1,5%, level tertinggi sejak 21 April 2000. Nomura Holdings Inc. menguat akibat spekulasi bahwa kenaikan harga saham akan memicu volume transaksi saham serta menaikkan profit perusahaan sekuritas. Nomura, perusahaan sekuritas terbesar di Jepang, melonjak 2,4%.

Index Nikkei melemah 0,52% pada hari Kamis, investor melepas saham-saham menguat (profit taking) diantaranya TDK Corp. dan beberapa saham perusahaan eksportir high-tech setelah saham-saham Amerika overnight melemah serta setelah index menguat dalam lima sesi terakhir.

Market Hongkong

Hang Seng, Luar Biasa..!!

Pada hari Rabu, index saham Hong Kong kembali mencapai rekor karena investor memburu saham dipicu berita terbaru mengenai terdaftarnya saham perusahaan-perusahaan terkemuka China di bursa Shanghai, namun menjelang akhir sesi index melemah akibat penurunan bursa China. Index blue chip Hong Kong ditutup menguat dengan mencapai level tertinggi untuk ketiga kali sementara index H-share mencapai level tertinggi untuk keempat kali. Bursa mencapai rekor sejak sesi pagi akibat volume transaksi yang tinggi, namun pada sesi sore bursa China yang melemah menyebabkan investor melepas saham yang menguat dalam empat sesi terakhir.

Saham perusahaan minyak PetroChina Co. Ltd. mencapai level tertinggi setelah menyatakan rencana mendaftarkan saham dalam bursa China untuk pertama kali, mengikuti operator seluler China Mobile yang sebelumnya telah merencanakan hal yang sama. Pernyataan PetroChina tersebut menyebabkan index H-share melampaui level 12.000 untuk pertama kali karena investor bermaksud untuk mengurangi perbedaan harga antara H-share dan A-share yang ditransaksikan di China. PetroChina mencapai level tertinggi dengan melonjak 5,2% setelah menyatakan rencana mendaftarkan saham di Shanghai yang diperkirakan akan menghasilkan US$5,7 miliar untuk membiayai akuisisi saham di luar negeri.

Hong Kong Exchanges and Clearing, dipicu oleh volume transaksi yang tinggi, ditutup menguat 3,8% atau terpaut 10 sen dari level tertinggi pada awal sesi transaksi. China Mobile stabil namun pada awal sesi melonjak pada level tertinggi setelah menyatakan bahwa pelanggan baru perusahaan mencapai jumlah 5,46 juta pada bulan Mei. Sementara, saham perusahaan listrik China juga menguat, terutama Datang International Power Generation Co. Ltd. yang melambung 13,6%. Huadian Int’l Corp. Ltd. melonjak 5,4%.

Index saham Hong Kong diprediksi akan menguat pada hari Kamis setelah regulator bursa saham China memberikan izin kepada para manager dan broker untuk menginvestasikan dana nasabah dalam bursa asing sesuai skema QDII (Qualified Domestic Institutional Investor).

Wednesday, June 20, 2007

Market Tokyo

Nikkei Terkoreksi dari Level Tiga Bulan High

Nikkei melemah dari level tertinggi melebihi tiga bulan setelah harga minyak melonjak sehingga hampir mencapai $70/barel untuk pertama kali sejak September, mengakibatkan biaya operasional yang ditanggung perusahaan-perusahaan transportasi semakin tinggi. Kontrak pengiriman minyak mentah untuk bulan Juli menguat 1,6% pada level $69,09/barel di New York, level tertinggi sejak 1 September. Sesuai data terakhir, kontrak ditransaksikan pada level $68,95. Pada bulan ini, harga minyak telah melonjak 7,7%. Mitsui O.S.K. Lines Ltd. melemah untuk kedelapan kalinya dalam sembilan hari terakhir sementara Mitsubishi Logistics Corp. mencapai level terendah dalam tujuh sesi terakhir. Index saham perusahaan ekspedisi laut serta pergudangan dan transportasi merupakan dua sektor terburuk diantara 33 industri dalam index.

Kenaikan harga minyak mentah menyebabkan saham beberapa perusahaan yang mempergunakan minyak dalam jumlah tinggi juga ikut melemah. Mitsui O.S.K, perusahaan ekspedisi nomor dua terbesar di Jepang, melemah 2,5%. Mitsubishi Logistics, perusahaan jasa penyimpanan barang yang mengoperasikan truk, transportasi laut dan pengiriman barang via laut, merosot 1,9%. Tokyo Electric, perusahaan listrik terbesar di Asia yang mempergunakan minyak untuk generator, turun 1,3%. Saham-saham perusahaan ekspedisi juga melemah setelah surat kabar Nikkei memberitakan tarif untuk pengiriman barang seperti batu bara dan baja turun antara 35% sampai 40% dari level tertinggi. Baltic Dry Index, index yang memuat harga penyewaan kapal-kapal besar, telah melemah 21% sejak 15 Juni.

Saham-saham perbankan melemah terutama Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. dipicu oleh spekulasi bahwa profit sektor industri tersebut diperkirakan tidak akan mengalami kenaikan sesuai harapan sebagian investor. Sektor perbankan merupakan sektor nomor dua terbaik diantara 33 grup industri Topix pada bulan Mei. Index Topix Perbankan melonjak 10% pada bulan lalu saat laporan pendapatan yang dirilis perusahaan menegaskan bahwa perbedaan antara suku bunga kredit dan deposito semakin tinggi.

Index Nikkei Jepang bergerak stabil pada hari Rabu, saham Yokogawa Electric Corp. menguat dipicu berita bahwa perusahaan memperoleh proyek besar namun investor melepas saham Canon Inc. serta beberapa saham menguat lain.

Market Hongkong

Tuesday, June 19, 2007

Market Tokyo

Nikkei Mencapai Level Tertinggi Sejak Februari

Index saham Jepang menguat, mencapai level tertinggi sejak Februari, setelah sebuah laporan mengenai penurunan CPI (index harga konsumen) dirilis, memicu spekulasi bahwa perekonomian Amerika diperkirakan akan tumbuh tanpa peluang inflasi. Sesuai keterangan Departemen Tenaga Kerja pada 15 Juni, CPI Amerika, tidak termasuk biaya bahan pangan dan bahan bakar, melonjak 0,1% pada bulan Mei, sementara para pakar ekonomi memperkirakan kenaikan 0,2%.

Saham-saham eksportir juga menguat setelah pekan lalu yen melemah terhadap dolar dan euro, sehingga profit penjualan produk di luar negeri semakin tinggi. Pekan lalu, yen melemah 1,4% pada level 123,44/dolar, level terendah sejak Januari, serta mencapai level terendah terhadap euro pada level 165,43/euro. Sesuai data terakhir, yen ditransaksikan pada level 123,56/dolar dan 165,45/euro. Saham Toyota Motor Corp., perusahaan otomotif terbesar di dunia, mencapai level tertinggi sejak Maret sementara Canon Inc., dengan hampir 1/3 total penjualan tahun lalu berasal dari Amerika Utara, mencapai level tertinggi sebulan.

Saham-saham perusahaan ekspedisi laut seperti Mitsui O.S.K. Lines Ltd. serta saham-saham developer properti seperti Mitsui Fudosan Co. menguat karena investor menganggap saham telah mencapai level terendah. Pekan lalu, saham-saham properti melemah setelah suku bunga obligasi melonjak memicu kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga kredit akan menurunkan profit perusahaan. Pekan lalu, suku bunga obligasi Jepang untuk 10 tahun mencapai level tertinggi sejak 4 Juli.

Index Nikkei melemah 0,16% pada hari Selasa saat investor melepas sejumlah saham menguat diantaranya Advantest Corp. setelah saham-saham Amerika overnight melemah serta setelah saham-saham tersebut menguat dalam tiga sesi terakhir.

Market Hongkong

Hang Seng Menguat, Imbas Indeks Saham Regional

Index blue chip Hong Kong dan index saham perusahaan-perusahaan China di Hong Kong (H-share) mencapai level tertinggi pada hari Senin, mengikuti bursa saham regional yang menguat, serta dipicu oleh kenaikan saham China Mobile yang mencapai rekor. China Mobile, - perusahaan seluler terbesar di dunia – melonjak melebihi 6% dipicu berita bahwa perusahaan sedang berencana menerbitkan saham senilai beberapa miliar dolar di Shanghai pada bulan depan untuk menarik investor domestik.

Saham-saham finansial China, yang tertekan sebelum ditutup menguat pada hari Jumat, kembali melonjak saat investor meminati saham-saham perbankan dan perusahaan asuransi seperti China Construction Bank dan Ping An. Diantara saham-saham finansial, China Construction Bank melonjak 6,9% sementara ICBC melambung 4,5%. China Life Insurance menguat 4,7% sementara pesaing perusahaan Ping An melonjak 7,4%.

Hong Kong Exchanges and Clearing, operator bursa di Hong Kong, melonjak hampir 4,3% setelah mencapai level tertinggi. Saham menguat setelah pekan lalu beberapa media meminta keterangan dari beberapa broker lokal yang menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan China membuka rekening saham di Hong Kong, demi menghindari kendali pemerintah negara tersebut.

Saham-saham perusahaan energi menguat setelah harga minyak mentah, yang mencapai level tertinggi 10 bulan pada hari Jumat, melonjak. CNOOC melambung 5,1%. Saham lain yang menguat diantaranya Shenhua Energy Co. Ltd. yang melonjak 4,5% setelah mencapai rekor pada level HK$28,75. China Coal ditutup menguat 2,2%.

Monday, June 18, 2007

Market Tokyo

Saham Mitsubishi Menguat Tertinggi Sepekan, Akibat Penguatan Harga Minyak

Index saham Jepang kembali menguat pada hari kedua transaksi. Saham-saham perusahaan dagang seperti Mitsubishi Corp. menguat setelah harga minyak mencapai level tertinggi sembilan bulan, sementara harga nikel berada pada level tertinggi 10 pekan. Saham Mitsubishi melonjak pada level tertinggi sepekan. Mitsubishi, dengan pendapatan kedua terbesar berasal dari penjualan minyak mentah dan bahan bakar industri, menguat 3,5%. Inpex Holdings Inc. menguat 2,7% sehingga pada pekan ini saham telah melonjak 1,8%. Kontrak pengiriman minyak mentah bulan Juli mencapai level tertinggi sebulan, dengan kenaikan 2,1% mencapai level $67,65/barel kemarin di New York, yang tertinggi sejak 3 September. Sementara, kontrak transaksi nikel melambung 4,9% di London, level tertinggi sejak 3 April.

Saham-saham eksportir menguat terutama Honda Motor Co. setelah yen mencapai level terendah melebihi 4 tahun terhadap dolar, sehingga profit perusahaan dari pasar Amerika melonjak. Honda, dengan 55% produk dipasarkan di Amerika Utara pada tahun lalu, melambung 1,9%. Kemarin, yen melemah pada level 123,13/dolar, untuk pertama kalinya sejak Desember 2002. Yen juga kembali melemah terhadap euro dengan penurunan 0,2% pada level 163,63. Yen terakhir kali ditransaksikan pada level 122,96/dolar dan 163,86/euro.

Saham-saham perusahaan baja menguat setelah Takashi Enomoto, analis Merrill Lynch Japan Securities Co. di Tokyo, menaikkan rekomendasi saham JFE Holdings Inc. dan Kobe Steel Ltd. JFE, perusahaan baja nomor dua terbesar di Jepang, menguat 2,8%. Kobe Steel, perusahaan nomor empat terbesar, melambung 3,7%.

Index Nikkei menguat 0,87% pada hari Senin, saham-saham eksportir seperti Toyota Motor Corp. menguat mengikuti menguatnya saham-saham Amerika serta melemahnya yen.

Market Hongkong

Hang Seng Pecah High Lagi

Pada hari Jumat, index saham perusahaan-perusahaan China di bursa Hong Kong mencapai level tertinggi untuk kedua kalinya serta level tertinggi sejak Desember, saat saham-saham finansial China yang melemah kembali menarik minat investor sementara saham Aluminium Corp. of China (Chalco) ditutup menguat. Chalco, yang telah menguat 25% dalam tiga hari terakhir, mencapai level tertinggi dengan momentum bahwa dalam pekan ini terdapat potensi penambahan aset perusahaan serta setelah Goldman Sachs menaikkan rating saham tersebut. Saham-saham blue chip ditutup menguat 0,7% dan diperkirakan akan kembali mencapai level tertinggi. Index hanya terpaut 0,3% dari rekor tersebut. Volume total mencapai kedua tertinggi HK$84,5 miliar (US$10,8 miliar) dibandingkan hari Kamis yang mencapai HK$69,8 miliar.

Dua saham yang baru terdaftar memiliki debut berbeda, produsen komponen optikal Sunny Optical Technology (Group) Co. Ltd. tidak sesuai prediksi semula. Sementara performa perusahaan farmasi, United Laboratories International Holdings Ltd. lebih baik dari perkiraan awal. Saham-saham perusahaan China di Hong Kong, H-share, dibuka dengan mencapai level tertinggi dan hampir tidak pernah bergerak melemah, mencapai level 11.300 serta untuk kali pertama melampaui level 11.400.

Beberapa broker Hong Kong menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan China berinvestasi pada perusahaan-perusahaan sekuritas di Hong Kong, karena tidak ingin dikendalikan oleh pemerintah. Saham-saham finansial merupakan sektor paling aktif ditransaksikan. China Construction Bank menguat 3,2% setelah bank nomor tiga terbesar di China tersebut menyatakan akan menerbitkan 9 miliar saham A-share di Shanghai. Industrial & Commercial Bank of China, saham nomor dua paling aktif setelah China Construction, melonjak 1,7%. China Life, saham pemicu menguatnya H-share, melambung 3,4%.

Index saham Hong Kong diprediksi akan menguat pada hari Senin, seiring dengan menguatnya bursa saham regional dan performa ADR Hong Kong yang positif setelah data inflasi Amerika memudarkan kekhawatiran mengenai inflasi di negara tersebut.

Friday, June 15, 2007

Market Tokyo

Nikkei naik 0.6%, Fanuc dan eksportir naik

Indeks Nikkei menguat 0.62% pada sesi perdagangan Kamis (14/Juni, Fanuc Ltd. menguat sehbungan rencana pembangunan pabrik terbaru dan melemahnya nilai tukar yen terhadap dolar AS hingga ke level terendah sejak 4 ½ tahun terakhir mendorong kenaikan saham-saham eksportir seperti Advantest Corp. Saham-saham skala kecil juga menguat, sub-indeks Mothers <.MTHR> naik 5.3%. Sementara saham Fujitsu Ltd. naik 3.9% setelah pihak badan pengawas perdagangan saham Perancis, AMF, menyetujui penawaran Fujitsu terhadap aset grup GFI Informatique. Di sisi lain, kekhawatiran mengenai kenaikan suku bunga masih berkembang, dan menunggu hari Jum’at (15/Juni) sebagai sesi terakhir pertemuan BOJ yang akan mengumumkan kebijakan mengenai suku bunga Jepang sebelum penutupan perdagangan saham. Volume perdagangan turun, sebanyak 1.85 miliar lembar saham yang diperdagangkan dibandingkan dengan rata-rata volume perdagangan harian di bulan Mei sebesar 2.2 miliar lembar saham perhari.

Hideyuki Suzuki dari SBI Securities, mengatakan : "Investors couldn't really build new positions ahead of the meeting". Investor juga berfokus pada data inflasi AS PPI yang akan rilis sesi Kamis (14/Juni) dan CPI Jum’at (15/Juni) sebagai petunjuk tentang inflasi AS dan arah kebijakan suku bnga AS. Indeks Nikkei <.N225> naik 109.52 poin ke level 17,842.29 dan indek TOPIX <.TOPX> menguat 0.61% ke level 1,756.64. Jun Nishizaki, analis dari Nissay Asset Management, mengatakan : “There are some signs of inflation such as increases in wages but for now, he sees low risks of inflation. If the economy is expanding at a low risk of inflation, that should be good for companies and we can expect rises in the stock market”. Saham-saham yang naik dan saham-saham yang turun mempunyai perbandingan 3:1.

Market Hongkong

Hang Seng Mengiringi Wall Street, Menguat

Index saham Hong Kong ditutup menguat pada hari Kamis, mengikuti pergerakan Wall Street yang menguat akibat penurunan suku bunga obligasi, saham-saham perusahaan China mencapai rekor. Menguatnya saham-saham komoditi menyebabkan index H-share menguat, saham Aluminium Corp. of China mencapai level tertinggi setelah broker menaikkan rating saham tersebut.

Index blue chip menguat 1,4%, saham operator seluler China Mobile merupakan pemicu utama, sementara saham Hong Kong Exchanges and Clearing mencapai level tertinggi. China Mobile, saham paling aktif ditransaksikan pada hari ini, menguat 1,8%. Hong Kong Exchanges and Clearing Ltd., barometer sentimen bursa saham, melonjak 3%.

Minat investor yang tinggi menyebabkan index H-share menguat 2,6%, walau bursa saham China melemah, akibat mengkhawatirkan peringatan Perdana Menteri China Wen Jiabao bahwa pemerintah akan kembali memberlakukan peraturan ketat untuk mencegah pertumbuhan ekonomi yang terlampau pesat. Saham-saham perbankan China yang melemah juga menjadi pemicu menguatnya H-share, terutama Industrial & Commercial Bank of China dan China Construction Bank. ICBC melambung 3,7% sementara China Construction Bank melonjak 3,3%.

Aluminium Corp. of China, juga disebut Chalco, kembali menguat sehari setelah produsen alumina terkemuka China tersebut menyatakan sedang merencanakan kesepakatan dengan Baotou Aluminium, memicu spekulasi mengenai penambahan aset perusahaan. Chalco mencapai level tertinggi sebelum akhirnya menguat 10,7%. Kenaikan harga minyak mentah memicu minat investor terhadap saham-saham perusahaan energi. CNOOC melambung 3,6% sementara Sinopec Corp. menguat hampir 2%. Yanzhou Coal melonjak 6,7%. China Coal ditutup menguat 6,5%.

Index saham Hong Kong diprediksi akan menguat pada hari Jumat, terutama didukung oleh Wall Street yang ditutup menguat, saham-saham perusahaan minyak diperkirakan akan melonjak setelah kenaikan harga minyak mentah demikian pula dengan saham-saham perbankan China.

Thursday, June 14, 2007

Market Tokyo

Suku Bunga Obligasi Pemerintah, Penghambat Pertumbuhan Perusahaan

Index saham Jepang melemah, terutama saham-saham developer properti dan perusahaan pelayanan masyarakat, setelah kenaikan suku bunga obligasi memicu kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga kredit akan menghambat pertumbuhan profit perusahaan-perusahaan Amerika serta mengurangi daya tarik pembayaran dividen. Kemarin, suku bunga obligasi Treasury Amerika untuk jangka waktu 10 tahun mencapai 5,297% dengan kenaikan 13 point atau 0,13%. Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak 14 Mei 2002. Suku bunga obligasi pemerintah Jepang untuk jangka waktu lima tahun mencapai 1,53%, level tertinggi sejak pertama kali diterbitkan pada tahun 2000.

Saham-saham developer properti yang membutuhkan kredit dalam jumlah tinggi, diantaranya Mitsubishi Estate Co., serta Tokyo Electric Power Co. yang menguat pada akhir tahun fiskal lalu karena dividen yang tinggi dibandingkan perusahaan lain, melemah. Mitsubishi Estate melemah 1,7%. Tokyo Electric turun 0,8%. Dividen Tokyo Electric mencapai 1,8% sementara rata-rata dividen setahun untuk seluruh perusahaan mencapai 1,2%.

Sumitomo Metal Mining Co. dan produsen komoditi lain melemah setelah harga nikel, tembaga dan minyak mentah merosot. Kontrak transaksi nikel untuk pengiriman dalam tiga bulan turun 5,9% pada level $40.000/ton di London. Kontrak berjangka untuk pengiriman tembaga bulan Juli melemah 2,1%. Sementara, kontrak transaksi minyak mentah untuk pengiriman bulan Juli turun 0,9% pada level $65,35/barel. Index enam jenis metal ditransaksikan di London Metal Exchange, turun 2,2% untuk yang kelima kali dalam enam hari terakhir.

Saham-saham eksportir seperti Canon Inc. berbalik menguat setelah yen melemah terhadap dolar dan euro. Yen mencapai level 122,30/dolar, level terendah sejak 13 Desember 2002. Valuta Jepang tersebut juga melemah pada level 162,60/euro setelah mencapai level tertinggi sebulan di level 161,51.

Index Nikkei menguat 0,64% pada hari Kamis, saham-saham tekhnologi tinggi (high-tech) seperti Kyocera Corp. menguat akibat menguatnya saham-saham Amerika, salah satu pasar terbesar bagi produk-produk Jepang, serta yen yang melemah.

Market Hongkong

Saham Perbankan yang Sensitif Terhadap Suku Bunga, Ditutup Melemah

Index blue chip Hong Kong melemah 0,3% pada hari Rabu, transaksi berada pada kisaran sempit dipicu kekhawatiran mengenai suku bunga, namun saham berbalik menguat karena bursa saham China yang menguat. Aluminium Corp. of China Ltd. mendukung pergerakan H-share setelah saham tersebut menguat akibat spekulasi bahwa induk perusahaaan akan memindahkan aset aluminium mereka kepada perusahaan tersebut. Benchmark index Hang Seng melemah 0,6% pada sesi pagi karena penurunan Wall Steet akibat kenaikan suku bunga obligasi Amerika dipicu kekhawatiran bahwa demand global yang tinggi akan memaksa bank sentral untuk menaikkan suku bunga.

Aluminium Corp. of China, juga disebut Chalco, menguat 4,8% karena berharap akan memperoleh aset dari induk perusahaan, Chinalco. Berita tersebut muncul setelah Chalco menyatakan sedang merencanakan untuk membicarakan kesepakatan dengan Baotou Aluminium, dengan saham mayoritas dikuasai oleh Chinalco, mengenai restrukturisasi bisnis aluminium perusahaan tersebut.

Foxconn International Holdings berbalik menguat 17% setelah melemah dalam delapan hari terakhir, sehari setelah menyatakan akan mengeluarkan dana $1 miliar untuk minimal melipatduakan kapasitas produksi perusahaan pada tahun 2008.

Penurunan harga minyak mentah memicu investor melepas saham-saham perusahaan minyak seperti CNOOC Ltd. yang telah menguat melebihi 10% sejak beberapa broker menaikkan rating saham akibat kenaikan harga minyak mentah seitar dua pekan lalu. Saham perusahaan penyulingan minyak, Sinopec Corp. melemah 1,2%.

Saham-saham perbankan Hong Kong yang sensitif terhadap suku bunga ditutup melemah, Bank of East Asia turun 0,8%. Hong Kong cenderung terpengaruh dengan suku bunga Amerika karena valuta negara ini terkait dengan dolar Amerika.

Index saham Hong Kong diprediksi akan menguat pada hari Kamis setelah Wall Street berbalik menguat akibat penurunan suku bunga obligasi, sementara saham-saham perusahaan minyak diperkirakan akan menguat karena kenaikan harga minyak mentah.


Wednesday, June 13, 2007

Market Tokyo

Obligasi Pemerintah Lebih Menjanjikan, Saham-saham Pelayanan Masyarakat Sedikit Terkoreksi

Index saham Jepang melemah, terutama saham-saham pelayanan masyarakat dan operator kereta api, karena kenaikan profit obligasi mengurangi daya tarik dividen perusahaan-perusahaan tersebut. Pada tahun fiskal lalu, saham-saham perusahaan pelayanan masyarakat dan operator kereta api menguat karena dividen perusahaan tinggi jika dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan lain. Tokyo Electric Power Co., perusahaan pelayanan masyarakat terbesar di Jepang, melemah 1,5%. Chubu Electric Power Co. turun 2,1%. Tokyo Electric dan Chubu Electric masing-masing memberikan dividen 1,8% dan 1,9% sementara rata-rata dividen seluruh perusahaan 1,2%. East Japan Railway Co., operator kereta api terbesar Jepang, melemah 1,2%. East Japan Railway memberikan dividen 1,1%.

Saham-saham eksportir, diantaranya Toyota Motor Corp. juga melemah karena kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga akan memperlambat pertumbuhan ekonomi Amerika, pasar asing terbesar Jepang. Toyota memasarkan lebih 1/3 dari total penjualan mereka di Amerika Utara pada tahun lalu sementara bagi Sony, Amerika merupakan pasar asing terbesar. Saham Toyota turun 0,5%. Sony Corp. melemah 0,9%.

Salah satu saham perusahaan asuransi yang melemah adalah Millea Holdings Inc. dipicu oleh spekulasi bahwa harga saham terlampau tinggi dibandingkan potensi profit perusahaan. Millea melemah 3,1%. Pekan lalu, saham-saham perusahaan asuransi menguat akibat spekulasi bahwa kenaikan suku bunga jangka panjang akan menguntungkan perusahaan karena sebagian besar investasi mereka berbentuk obligasi. Sesuai keterangan Japan Bond Trading Co., profit obligasi dengan suku bunga 1.2% yang jatuh tempo Maret 2012 menguat 2 point 1,53%.

Index Nikkei melemah 0,73% pada hari Rabu, saham-saham eksportir seperti Canon Inc. mengalami penurunan akibat melemahnya saham-saham di Amerika Serikat, salah satu pasar ekspor terbesar bagi produk-produk Jepang.

Market Hongkong

CHINA MOBILE, Saham Teraktif Kemarin

Index saham Hong Kong ditutup menguat 0,1% pada hari Selasa setelah investor bertaruh terhadap saham China Mobile saat potensi izin 3G yang kembali timbul memicu spekulasi mengenai restrukturisasi sektor industri tersebut. China Mobile, saham paling aktif dalam transaksi hari Selasa, menguat 1,7% setelah pada hari Senin saham-saham telekomunikasi lain menguat tajam. Namun, saham developer properti Hong Kong melemah setelah lelang tanah Kowloon Barat tidak sesuai prediksi sebelumnya dengan jumlah HK$5,6 miliar, tidak mencapai prediksi HK$7 miliar. Sub-index properti Hang Seng melemah 0,3%. Henderson Land turun 1,45 sementara Cheung Kong melemah 0,8%. Ketidakpastian mengenai suku bunga Amerika juga mempengaruhi saham-saham tersebut.

Benchmark Index Hang Seng ditutup menguat 20,90 point, pada awal sesi sempat melemah karena sesuai prediksi para pakar ekonomi, CPI (index harga konsumen) China bulan Mei melonjak 3,4%. Data tersebut mencemaskan investor, namun pada sesi sore saham-saham China kembali menguat, sehingga kembali memicu keyakinan terhadap saham-saham Hong Kong.

China Agri-Industries melemah 12% sebelum akhirnya ditutup dengan penurunan 7,1%. Investor melepas saham tersebut setelah media memberitakan bahwa pemerintah China tidak akan menerbitkan izin proyek produksi bahan bakar ethanol dari tanaman padi-padian yang baru atau menyetujui penambahan produksi proyek ethanol yang ada sekarang. China Agri menyatakan bahwa perusahaan tidak mengetahui berita tersebut.

Saham-saham produsen batu bara kembali menguat sehari setelah beberapa broker menerbitkan laporan positif mengenai sektor tersebut, CLSA menaikkan prediksi harga batu bara 13% untuk tahun 2008. Yanzhou Coal melonjak 1,7% sementara China Coal menguat 1,1%.

Index saham Hong Kong diprediksi akan melemah pada hari Rabu setelah nilai obligasi mencapai level tertinggi lima tahun, kembali memicu kekhawatiran mengenai suku bunga, saham-saham properti diperkirakan akan kembali tertekan setelah lelang tanah yang dilaksanakan pemerintah tidak memberikan hasil memuaskan.

Tuesday, June 12, 2007

Market Tokyo

Nikkei Menguat, Respon Data GDP

Index saham Jepang menguat karena sesuai laporan GDP, pada kuartal pertama perekonomian Jepang bertumbuh lebih pesat dibandingkan prediksi awal, memicu keyakinan mengenai potensi bisnis domestik. Sesuai keterangan Kantor Kabinet, dalam tiga bulan yang berakhir pada bulan Maret perekonomian Jepang bertumbuh 3,3% per tahun. Laporan tersebut melampaui prediksi 27 ahli ekonomi dengan pertumbuhan 3,2%. Sementara, pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi mencapai 2,4%.

Investor menyambut baik konfirmasi mengenai pertumbuhan ekonomi yang lebih pesat tersebut setelah laporan produksi industri, perdagangan ritel dan pemesanan mesin yang dirilis dalam dua pekan terakhir melampaui prediksi para ahli ekonomi. Laporan tersebut juga menyatakan konsumsi masyarakat melonjak 3,1% per tahun.

Index saham perusahaan-perusahaan asuransi mencapai level tertinggi 17 tahun dipicu spekulasi bahwa laporan GDP akan mempengaruhi Bank of Japan untuk menaikkan suku bunga, sehingga perusahaan-perusahaan asuransi akan memperoleh profit lebih tinggi dari investasi obligasi. Sebagian besar investasi perusahaan-perusahaan asuransi berbentuk obligasi. Saat obligasi tersebut jatuh tempo, perusahaan dapat kembali menginvestasikan modal mereka dalam investasi dengan profit lebih tinggi jika suku bunga melonjak.

Saham Toyota Motor Corp. merupakan saham eksportir paling menguat setelah yen mencapai level terendah enam pekan terhadap dolar pada tanggal 8 Juni, sehingga profit perusahaan dari penjualan produk di luar negeri semakin tinggi. Yen melemah 0,6% pada level 121,73/dolar pada 8 Juni di New York. Level tersebut merupakan penurunan paling tajam sejak 26 April. Jika yen melemah, maka profit para eksportir Jepang dalam valuta dolar akan semakin tinggi saat ditukarkan dalam yen, sementara produk mereka lebih kompetitif dalam pasar luar negeri. Sesuai data terakhir, yen ditransaksikan pada level 121,60/dolar.

Index Nikkei melemah 0,26% pada hari Selasa, saham-saham perusahaan asuransi seperti Mitsui Sumitomo Insurance Co. Ltd. ditutup melemah setelah menguat pada sesi sebelumnya saat investor terkesan waspada menjelang dirilisnya keputusan Bank of Japan terkait suku bunga pada pekan ini.

(RISET-iwan)

Market Hongkong

Kerjasama Ericsson dengan China Mobile, Faktor Penguatan Hang Seng

Index blue chip Hong Kong berbalik menguat pada hari Senin setelah pada sesi terakhir melemah tajam, didukung oleh saham-saham telekomunikasi China yang menguat setelah perusahaan jaringan telekomunikasi Ericsson menandatangani kesepakatan dengan induk perusahaan China Mobile. Index H-share menguat 0,7% akibat kenaikan saham-saham perusahaan batu bara. Pada hari Senin, China Shenhua, produsen batu bara terkemuka di China, menyatakan telah memperoleh saham dua pabrik listrik untuk meningkatkan kapasitas perusahaan. Namun, investor masih waspada menjelang dirilisnya beberapa data ekonomi pekan ini, diantaranya CPI (index harga konsumen) China dan Amerika, sebagai dua data penting untuk mengukur inflasi. Kenaikan inflasi bahan pangan akan memicu perhatian investor terhadap CPI China bulan Mei, yang akan dirilis hari Selasa. CPI Amerika bulan Mei juga akan memicu perhatian investor setelah kenaikan suku bunga obligasi akhir pekan lalu.

Index saham perusahaan-perusahaan telekomunikasi menguat setelah pada hari Minggu, Ericsson menandatangani kesepakatan untuk menyediakan peralatan jaringan telekomunikasi senilai $1 miliar kepada induk perusahaan China Mobile. Menurut pendapatan para trader, investor ingin mempertahankan saham-saham telekomunikasi dan menganggap bahwa kesepakatan tersebut sebagai tanda bahwa izin 3G akan segera diterbitkan. China Unicom, perusahaan seluler nomor dua terbesar di China, melambung 5,8%. China Telecom, operator telekomunikasi terbesar, menguat 2,3% sementara pesaing perusahaan China Netcom melambung 2,8%. China Mobile menguat 0,8%.

Diantara saham-saham produsen batu bara, China Shenhua menguat 1,6%, China Coal melambung 6% sementara Yanzhou Coal melonjak 6,1%. China Communications Construction Co. Ltd. diminati para investor setelah pekan lalu diberitakan bahwa direktur perusahaan menyatakan profit perusahaan konstruksi pelabuhan China tersebut melonjak 60% sampai 70% sementara pendapatan melambung 30% dalam empat bulan pertama tahun ini. Saham ditutup menguat 3,1%.

Index saham Hong Kong diperkirakan akan stabil pada hari Selasa, setelah Wall Street juga ditutup tanpa perubahan berarti, investor menantikan lelang tanah di Kowloon Barat yang dilaksanakan sore ini, diperkirakan akan menghasilkan sekitar US$1 miliar.

(RISET-iwan)

Monday, June 11, 2007

Market Tokyo

Kenaikan Suku Bunga Global, Pemicu Pelemahan Konsumsi

Index saham Jepang mencapai level terendah dua bulan. Saham-saham melemah terutama saham-saham eksportir seperti Sony Corp., dipicu oleh kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga global akan menyebabkan penurunan konsumsi masyarakat serta profit perusahaan. Sony, dengan 70% dari total pendapatan perusahaan tahun lalu berasal dari luar negeri, melemah 3%. Toyota turun 2%. Perusahaan tersebut memperoleh 63% pendapatan dari luar Jepang. Honda, perusahaan otomotif nomor dua terbesar di Jepang, merosot 2,8%.

Saham-saham Amerika mencapai level terendah tiga bulan setelah obligasi 10 tahun melonjak dipicu oleh spekulasi bahwa Fed akan menaikkan suku bunga sementara penjualan toko-toko ritel seperti Wal-Mart Stores Inc., bulan Mei tidak mencapai prediksi awal. Saham-saham Eropa juga mencapai level terendah tiga bulan. Dow Jones Industrial Average dan Standard & Poor’s 500 Index masing-masing melemah 1,5% dan 1,8%, level terendah sejak 13 Maret. Dow Jones Stoxx 600 Index Eropa kembali melemah untuk hari keempat, yang paling lama sejak pekan pertama bulan Maret.

Saham-saham perusahaan eksportir yang bergantung pada penjualan produk di Amerika juga meleamh setelah penjualan pada bulan Mei Macy’s Inc. dan J.C. Penney Co., jaringan pertokoan nomor dua dan tiga terbesar di Amerika, merosot sementara Wal-Mart, pertokoan ritel terbesar di dunia, merilis data yang lebih rendah daripada prediksi awal.

Mitsubishi Estate Co. dan beberapa saham developer properti lain melemah saat obligasi lima tahun Jepang mencapai rekor, memicu kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga akan menyebabkan penurunan profit perusahaan. Saham Mitsubishi Estate, developer properti nomor dua terbesar di Jepang berdasarkan penjualan, melemah 5%. K.K. Davinci Advisors turun 7,5%, level terendah sejak 5 Maret.

Index saham Nikkei menguat 0,73% pada hari Senin, saham-saham eksportir seperti Sony Corp. menguat setelah kenaikan saham-saham Amerika, sebagai salah satu pasar terbesar bagi produk-produk Jepang.
(RISET-iwan)

Market Hongkong

Hang Seng Dropped 1.4% di Akhir Minggu

Index saham Hong Kong melemah 1,4% pada hari Jumat saat Wall Street ditutup melemah karena kekhawatiran mengenai inflasi dan suku bunga memicu investor melepas saham, saham-saham properti yang sensitif terhadap suku bunga merupakan sektor paling melemah. Sesi transaksi hari Jumat merupakan yang terburuk sejak 19 April, saat bursa dibayangi oleh potensi pemerintah China kembali memberlakukan peraturan yang ketat.

Siklus suku bunga Hong Kong cenderung mengikuti suku bunga Amerika, karena valuta negara ini terkait dengan suku bunga Amerika. Sebagaimana kekhawatiran mengenai suku bunga global, jika kenaikan suku bunga antar bank masih berlangsung saat penerimaan dana terbatas, bank-bank Hong Kong akan menaikkan suku bunga kredit. Saat ini, investor menantikan pergerakan Wall Street pada hari Jumat.

Pada hari pertama transaksi, aham perusahaan elektronik Ta Yang Group yang memperoleh US$90 juta melalui IPO pada bursa Hong Kong ditutup stabil setelah memulai transaksi yang kurang meyakinkan. Ta Yang ditutup pada level HK$3,75 dengan menguat 7% dari harga IPO HK$3,50 setelah sempat menguat 9,1%.

Saham-saham developer properti Hong Kong merupakan yang melemah diantaranya Hang Lung Properties yang melemah 3,8%. Henderson Land merosot 3,4%. Namun saham China Communications Construction Co. Ltd. menguat 3,8% dipengaruhi oleh pemberitaan sebuah surat kabar pada hari Kamis yang mengutip pernyataan direktur perusahaan yang menyampaikan bahwa profit perusahaan konstruksi China tersebut melonjak 60% sampai 70% sementara pendapatan melambung 30% dalam empat bulan pertama tahun ini. Transaksi saham ditunda sampai hari Jumat, saat perusahaan menjelaskan laporan direktur tersebut.

Pada hari Senin, index saham Hong Kong diprediksi akan menguat, mengikuti pergerakan bursa saham regional Asia, setelah Wall Street berbalik menguat, walau penurunan harga minyak mentah dapat memicu investor melepas saham-saham perusahaan minyak.
(RISET-iwan)

Friday, June 8, 2007

Market Tokyo

Nikkei Naik 0.1%, saham-saham Machinery Menguat

Indeks Nikkei ditutup menguat 0.07% pada perdagangan Kamis (07/Juni) akibat aksi beli investor terhadap saham machinery seperti Komatsu Ltd. menjelang rilis data machinery orders Jepang yang akan dirilis hari Jum’at (08/Jm’at). Saham Softbank Corp. menguat setelah data-data industri perusahaan tersebut menunjukkan naiknya jumlah pelanggan pada bulan Mei. Sony Corp. ditutup melemah 1.2% setelah perusahaantersebut mengumumkan kemungkinan memotong tenaga kerja di perusahaannya yang berada di AS. Fujitsu Ltd. naik 3.2% setelah mengumumkan penemuan transaksi fiktif di salah satu anak cabangnya.

Beberapa analis mengatakan bahwa para investor disibukkan dengan aksi penjualan obligasi dan mengalihkannya untuk membeli saham. Japanese government bond futures melanjutkan pelemahannya hingga ke level terendahnya selama 10 bulan terakhir.Indeks Nikkei <.N225> berhasil bangkit dari pelemahannya pada sesi awal perdagangan sehubungan rontoknya saham-saham di bursa AS dan Eropa, tersupport oleh adanya minat beli yang cukup kuat pada saham-saham Jepang setelah penurunannya. Toru Kitani dari Sompo Japan Asset Management, mengatakan : "It's very unlikely that the companies that benefit from the expansion of the global economy will falter. Besides, Japanese companies have maintained competitive edges internationally.Before, people would think Toyota Motor Corp. has such competitiveness, but now investors are noticing that Komatsu and parts makers and others are also competitive". Indeks Nikkei naik 12.45 poin ke level 18,053.38 dan indeks TOPIX <.TOPX> menguat 0.07% ke level 1,779.72. volume perdagangan mencatat rekor tertinggi selama tiga bulan terakhir dengan jumlah 2.79 miliar lembar saham yang diperdagangkan. 899 saham yang naik, 702 yang turun.

Saham-saham permesinan menguat, pasar mengharapkan data machinery order bulan April dirilis bagus. Menurut analis yang disurvei Reuters, kenaikannya mencapai 4.5%. Saham Komatsu, yang merupakan produsen mesin konstruksi terbesar kedua dunia menguat 2.9%, dan saham Japan Steel Works Ltd. menguat 7%. Saham produsen obat terbesar Jepang, Takeda Pharmaceutical Co. turun 1.8% setelah unit bisnisnya dengan bendera Takeda Pharmaceuticals North America Inc. mengatakan bahwa mereka akan mencantumkan peringatan dalam label obat diabetes dengan merek Actos untuk meningkatkan kewaspadaan para pasien terhadap resiko penyakit hati. Saham properti turun sebagai akibat dari kekhawatiran akan dinaikkannya suku bunga Jepang oleh BOJ, saham properti terkemuka Mitsubishi Estate Co. turun 1.3%. Naiknya yield pada JGB memukul sektor properti yang tergabung dalam real estate investment trusts (REITs)—padahal mereka dituntut untuk membagi deviden yang cukup tinggi nilainya. The Tokyo Stock Exchange's REIT index <.TREIT> melemah 3.3%. "The interest rate factor will divide winners and losers from now on" menurut Masayoshi Okamoto analis dari Jujiya Securities.

Market Hongkong

Kekhawatiran masih melanda pada perdagangan saham blue chip Hong Kong

Saham blue chip Hong Kong diperdagangkan flat pada sesi Kamis (07/Juni) dan ditutup menguat setelah penurunan pada sesi awal mengikuti turunnya saham-saham di bursa AS dan Eropa. Sinopec Corp. yang merupakan saham yang menjadi motor dalam pergerakan saham-saham blue chip setelah investor menjual saham-saham perusahaan minyak yang naik pada sesi sebelumnya.

Debut dari saham perusahaan ritel sepatu, Walker Group menguat 17% lebih tinggi dari harga IPO-nya, naik 74 juta dolar AS di IPO Hong Kong sesuai dengan ekspektasi walaupun pasar masih lemah. Para investor cenderung menunggu setelah turunnya bursa saham AS akibat data labour cost AS yang dirilis lebih tinggi dari perkiraan dan meningkatkan kekhawatiran naiknya suku bunga global. Suku bunga Hong Kong cenderung mengikuti laju pergerakan kebijakan suku bunga AS—dimana mata uang dolar Hong Kong dipatok terhadap dolar AS. Walapun demikian tidak semua orang yakin bahwa sesi Kamis (07/Kamis) merupakan momentum penguatan saham-saham Cina daratan <.SHSZ300> yang akan tertahan sehubungan isu naiknya suku bunga Cina. Kenny Tang dari Tung Tai Securities, mengatakan : "Although the mainland market rebounded substantially, Hong Kong players remain cautious about China. Whether the Shanghai Composite Index <.SSEC> can stay near the key 4,000 level remained a concern”.

Indeks benchmark Hang Seng <.HSI> ditutup lebih rendah 18.45 poin dari level tertinggi hariannya di 20,800.16 poin. Indeks H shares <.HSCE> turun 0.7% ke level 10,956.67. Alex Wong analis dari Ample Finance, mengatakan : "It seems we're not confident enough to break out of range right now. But if I have to bet on the direction for breaking out of range, I would bet on the upside". Volume perdagangan mencapai 64 miliar dolar Hong Kong (8.2 miliar dolar AS) dibandingkan dengan volume perdagangan Rabu (06/Juni) sebanyak 62.6 miliar dolar Hong Kong. CNOOC Ltd. naik 2.6% setelah brokerage mengatakan bahwa saham tersebut tertolong kondisi lagging-nya – yang berada di bawah performa dibandingkan psanagnannya Sinopec and PetroChina Co. Ltd. sehubungan penemuan tambang minyak baru Sinopec yang mennjadi motor pergerakan H share, turun 0.6%. PetroChina juga melemah 1%. New World Development naik 1.4%. China CITIC Bank menguat 1.5%. Perbankan Cina tersebut pada hari Kamis (07/Juni) menargetkan kenaikan rilis kartukreditnya hingga tig akli lipat sampai dengan 2010 mencapai 10 juta kartu kredit, naik 3 juta dari kondisi saat ini.

Thursday, June 7, 2007

Market Tokyo

Nikkei flat tetapi masih berada di atas level 18,000

Indeks Nikkei berakhir flat pada sesi perdagangan Rabu (06/Juni) setelah para investor melakukan aksi jual terhadap saham-saham yang menguat pada sesi sebelumnya seperti Advantest Corp., akan tetapi saham Marubeni Corp. menguat sebagai dampak dari rencana investasi ke United Arab Emirates dan adanya upgrade dari pihak brokerage sehingga membantu mengangkat indeks Nikkei menembus level 18,000. Goodwill Group Inc. yang merupakan perusahaan jasa perawatan kesehatan sahamnya ditutup melemah 122% akibat berita bahwa pemerintah jepang tidak akan memperbarui ijin 80% perawat dari perusahaan tersebut.

Saham perusahaan produsen mesin konstruksi terbesar kedua di Dunia, Komatsu Ltd.ditutup menguat 3%. Tsuyoshi Nomaguchi dari Daiwa Securities Co. Ltd, mengatakan : "Shares in companies that have exposure to BRIC nations are being targeted. They are about the only companies with strong profit prospects. The Nikkei is firmly above 18,000 and this indicates that people in the market see there is upside potential". Indeks Nikkei <.N225> melemah 0.07% atau sebanyak 12.88 poin ditutup di level 18,040.93, sementara indeks TOPIX <.TOPX> menguat 0.11% ke level 1,778.50.

Sementara itu analis dari United Investments Co. Ltd., Shozui Kobayashi, menyatakan : "U.S. stocks seem to have further upside potential and global investors appear to be putting more focus on natural resources-related stocks. It may not be wise to quit now". Volume perdagangan mencapai 2.6 miliar lembar saham yang diperdagangkan lebih tinggi dari rata-rata perdagangan harian minggu lalu sebanyak 2 miliar lembar saham. 929 perusahaan yang sahamnya naik dan 685 yang turun.

Marubeni bersinar

Saham Marubeni melonjak 9.3% setelah harian Nikkei business daily melaporkan kemungkinan investasi perusahaan tersebut ke negara United Arab Emirates. Daiwa Institute of Research menaikkan peringkat sahmnya dari “2” ke “1”. Naiknya saham Marubeni mendongkrak penguatan saham Itochu Corp. sebesar 3.8% dan Mitsui & Co. Ltd. naik 2.2%. Kenichi Azuma dari Cosmo Securities Co. Ltd., mengungkapkan : "We are seeing a jump in PE for trading firms". Saham dari perusahaan-perusahaan investasi Jepang diperdagangkan dengan PE di atas 10 dan 12 lebih rendah dari PE Nikkei di level 20. "These stocks also have liquidity and thus attract investors looking for short-term gains" tambah Azuma.

Yang cukup menyita perhatian adalah saham NEC Electronics Corp., yang meloncat 9.2% setelah Macquarie Research menaikkan peringkat sahamnya dari "underperform" ke "outperform". Sementara beberapa pelaku pasar melakukan aksi profit-taking terhadap saham-saham yang menguat pada sesi-sesi sebelumnya dimana Nikkei naik lebih dari 500 poin pada minggu lalu. Di antara saham-saham yang menjadi obyek profit-taking, Advantest turun 1.1%, Canon Inc. melemah 0.6%. (REUTERS-iwan)

Market Hongkong

Saham-saham Hong Kong turun 0.1%, China plays mendekati rekor

Saham-saham blue chip Hong Kong turun pada sesi perdagangan Rabu (06/juni) setelah saham produsen telefon genggam Foxconn turun akibat downgrade dari perusahan brokerage. Indeks H shares berhasil menyentuh level yang tercetak sejak tanggal 15 Mei tetapi ditutup flat di atas level 11,000 poin, yang merupakan level resistance selama beberapa minggu terakhir.

Beberapa analis mengatakan bahwa pasar sedang mengumpulkan kekuatan untuk menembus level all-time high yang tercatat pada tanggal 15 Mei di 21,088.86 poin. Linus Yip, a strategist at First Shanghai Securities, mengatakan : "We're in consolidation, but I think the market has a chance to break the record high in the coming weeks. The correction in the A-share and U.S. markets should not drag Hong Kong too much, because we're a laggard". Indeks benchmark Hang Seng <.HSI> ditutup melemah 23.54 poin ke level 20,818.61. Indeks H shares <.HSCE>ditutup di level 11,028.71 melemah kurang dari 1%. Sementara Raymond Ma dari Real Link Securities, mengatakan : "Investors remain cautiously optimistic over the longer run," said "The mild correction is unlikely to affect much the overall bullish market sentiment". Volume perdagangan mencapai 62.6 miliar dolar Hong Kong (8.0 miliar dolar AS) dibandingkan dengan volume perdagangan hari Selasa (05/Juni) sebesar 76.2 miliar dolar Hong Kong.

Saham Foxconn International Holdings yang menjadi motor utama pergerakan saham-saham blue chip Hong Kong turun 3.5%. Sebuah investor institusi menjual saham Foxconn lebih dari 80 juta dolar Hong Kong dengan harga 22.65 dolar Hong Kong per lembarnya berada di bawah kisaran harga jualnya antara 22.65 hingga 23 dolar Hong Kong per lembar. Juga disebabkan Morgan Stanley yang menurunkan peringkat sahamnya. Saham-saham perminyakan tidak berhasil melanjutkan penguatan pada sesi sebelumnya, saham PetroChina Co. Ltd. turun 1.7%. Sinopec Corp. melemah 0.2%. CNOOC Ltd. menguat 0.3%. Saham perusahaan eksplorasi minyak CNPC (Hong Kong) naik 1.7%. China Shenhua menguat 2.6%. Produsen tembaga terbesar di Cina Jiangxi Copper Co. Ltd., naik 2.1%, setelah menyatakan bahwa fasilitas penambangan di provinsi Jiangxi dengan permulaan produksi sebesar 300,000 ton, dengan target produksi tahunan sebesar 700,000 ton. (REUTERS-iwan)

The Ubuntu Counter Project - user number # 16649