Nikkei Tertekan, Mencapai Level Terendah Selama 12 Pekan
Nikkei mengalami koreksi, dengan mencapai level terendah melebihi 12 pekan, dipicu oleh kekhawatiran bahwa permintaan dari Amerika akan menurun sehingga profit perusahaan akan merosot, dengan tanda-tanda melemahnya pertumbuhan bursa perumahan Amerika dan setelah yen menguat. Canon Inc. mencapai level terendah sejak Maret sementara Honda Motor Co. melemah 1,6%. Pada sesi sore, index kembali melemah setelah para pemegang saham Electric Power Development Co. menolak proposal perusahaan Inggris untuk menaikkan dividen perusahaan melebihi dua kali lipat, memicu kekhawatiran bahwa perusahaan-perusahaan lain juga tidak akan menaikkan dividen mereka.
Kemarin, Departemen Perindustrian Amerika menginformasikan bahwa penjualan perumahan baru di Amerika pada bulan Mei mengalami penurunan, sebagai tanda bahwa permintaan pada tahun kedua melemahnya pertumbuhan sektor perumahan Amerika, masih rendah. Saham-saham eksportir juga melemah saat yen menguat. Valuta Jepang tersebut kembali menguat terhadap dolar pada hari ketiga, dengan ditransaksikan pada level 122,57 setelah melemah pada level terendah melebihi empat tahun pada level 124,14 tanggal 22 Juni. Yen juga menguat terhadap euro untuk hari ketiga pada level 164,70 dari level terendah 166,94 pada pekan lalu. Jika yen menguat maka profit penjualan para eksportir dalam valuta yen akan merosot serta menyebabkan produk kurang kompetitif.
Mitsubishi Corp. mencapai level terendah kedua pada tahun ini, setelah harga minyak, tembaga, emas , dan bahan mentah lain menurun. Kontrak transaksi minyak mentah untuk pengiriman bulan Agustus melemah 2% pada level $67,77/barel di New York kemarin. Index enam jenis logam di London Metal Exchange, termasuk diantaranya tembaga dan timah, melemah 2,1% kemarin, level terendah dua pekan.
Index Nikkei menguat 0,37% pada hari Kamis, saham Honda Motor Co. Ltd. serta beberapa eksportir lain kembali menguat setelah Wall Street berbalik menguat.


