Obligasi Pemerintah Lebih Menjanjikan, Saham-saham Pelayanan Masyarakat Sedikit Terkoreksi
Index saham Jepang melemah, terutama saham-saham pelayanan masyarakat dan operator kereta api, karena kenaikan profit obligasi mengurangi daya tarik dividen perusahaan-perusahaan tersebut. Pada tahun fiskal lalu, saham-saham perusahaan pelayanan masyarakat dan operator kereta api menguat karena dividen perusahaan tinggi jika dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan lain. Tokyo Electric Power Co., perusahaan pelayanan masyarakat terbesar di Jepang, melemah 1,5%. Chubu Electric Power Co. turun 2,1%. Tokyo Electric dan Chubu Electric masing-masing memberikan dividen 1,8% dan 1,9% sementara rata-rata dividen seluruh perusahaan 1,2%. East Japan Railway Co., operator kereta api terbesar Jepang, melemah 1,2%. East Japan Railway memberikan dividen 1,1%.
Saham-saham eksportir, diantaranya Toyota Motor Corp. juga melemah karena kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga akan memperlambat pertumbuhan ekonomi Amerika, pasar asing terbesar Jepang. Toyota memasarkan lebih 1/3 dari total penjualan mereka di Amerika Utara pada tahun lalu sementara bagi Sony, Amerika merupakan pasar asing terbesar. Saham Toyota turun 0,5%. Sony Corp. melemah 0,9%.
Salah satu saham perusahaan asuransi yang melemah adalah Millea Holdings Inc. dipicu oleh spekulasi bahwa harga saham terlampau tinggi dibandingkan potensi profit perusahaan. Millea melemah 3,1%. Pekan lalu, saham-saham perusahaan asuransi menguat akibat spekulasi bahwa kenaikan suku bunga jangka panjang akan menguntungkan perusahaan karena sebagian besar investasi mereka berbentuk obligasi. Sesuai keterangan Japan Bond Trading Co., profit obligasi dengan suku bunga 1.2% yang jatuh tempo Maret 2012 menguat 2 point 1,53%.
Index Nikkei melemah 0,73% pada hari Rabu, saham-saham eksportir seperti Canon Inc. mengalami penurunan akibat melemahnya saham-saham di Amerika Serikat, salah satu pasar ekspor terbesar bagi produk-produk Jepang.


