Hang Seng Dropped 1.4% di Akhir Minggu
Index saham Hong Kong melemah 1,4% pada hari Jumat saat Wall Street ditutup melemah karena kekhawatiran mengenai inflasi dan suku bunga memicu investor melepas saham, saham-saham properti yang sensitif terhadap suku bunga merupakan sektor paling melemah. Sesi transaksi hari Jumat merupakan yang terburuk sejak 19 April, saat bursa dibayangi oleh potensi pemerintah China kembali memberlakukan peraturan yang ketat.
Siklus suku bunga Hong Kong cenderung mengikuti suku bunga Amerika, karena valuta negara ini terkait dengan suku bunga Amerika. Sebagaimana kekhawatiran mengenai suku bunga global, jika kenaikan suku bunga antar bank masih berlangsung saat penerimaan dana terbatas, bank-bank Hong Kong akan menaikkan suku bunga kredit. Saat ini, investor menantikan pergerakan Wall Street pada hari Jumat.
Pada hari pertama transaksi, aham perusahaan elektronik Ta Yang Group yang memperoleh US$90 juta melalui IPO pada bursa Hong Kong ditutup stabil setelah memulai transaksi yang kurang meyakinkan. Ta Yang ditutup pada level HK$3,75 dengan menguat 7% dari harga IPO HK$3,50 setelah sempat menguat 9,1%.
Saham-saham developer properti Hong Kong merupakan yang melemah diantaranya Hang Lung Properties yang melemah 3,8%. Henderson Land merosot 3,4%. Namun saham China Communications Construction Co. Ltd. menguat 3,8% dipengaruhi oleh pemberitaan sebuah surat kabar pada hari Kamis yang mengutip pernyataan direktur perusahaan yang menyampaikan bahwa profit perusahaan konstruksi China tersebut melonjak 60% sampai 70% sementara pendapatan melambung 30% dalam empat bulan pertama tahun ini. Transaksi saham ditunda sampai hari Jumat, saat perusahaan menjelaskan laporan direktur tersebut.
Pada hari Senin, index saham Hong Kong diprediksi akan menguat, mengikuti pergerakan bursa saham regional Asia, setelah Wall Street berbalik menguat, walau penurunan harga minyak mentah dapat memicu investor melepas saham-saham perusahaan minyak. (RISET-iwan)


