Nikkei naik 0.6%, Fanuc dan eksportir naik
Indeks Nikkei menguat 0.62% pada sesi perdagangan Kamis (14/Juni, Fanuc Ltd. menguat sehbungan rencana pembangunan pabrik terbaru dan melemahnya nilai tukar yen terhadap dolar AS hingga ke level terendah sejak 4 ½ tahun terakhir mendorong kenaikan saham-saham eksportir seperti Advantest Corp. Saham-saham skala kecil juga menguat, sub-indeks Mothers <.MTHR> naik 5.3%. Sementara saham Fujitsu Ltd. naik 3.9% setelah pihak badan pengawas perdagangan saham Perancis, AMF, menyetujui penawaran Fujitsu terhadap aset grup GFI Informatique. Di sisi lain, kekhawatiran mengenai kenaikan suku bunga masih berkembang, dan menunggu hari Jum’at (15/Juni) sebagai sesi terakhir pertemuan BOJ yang akan mengumumkan kebijakan mengenai suku bunga Jepang sebelum penutupan perdagangan saham. Volume perdagangan turun, sebanyak 1.85 miliar lembar saham yang diperdagangkan dibandingkan dengan rata-rata volume perdagangan harian di bulan Mei sebesar 2.2 miliar lembar saham perhari.
Hideyuki Suzuki dari SBI Securities, mengatakan : "Investors couldn't really build new positions ahead of the meeting". Investor juga berfokus pada data inflasi AS PPI yang akan rilis sesi Kamis (14/Juni) dan CPI Jum’at (15/Juni) sebagai petunjuk tentang inflasi AS dan arah kebijakan suku bnga AS. Indeks Nikkei <.N225> naik 109.52 poin ke level 17,842.29 dan indek TOPIX <.TOPX> menguat 0.61% ke level 1,756.64. Jun Nishizaki, analis dari Nissay Asset Management, mengatakan : “There are some signs of inflation such as increases in wages but for now, he sees low risks of inflation. If the economy is expanding at a low risk of inflation, that should be good for companies and we can expect rises in the stock market”. Saham-saham yang naik dan saham-saham yang turun mempunyai perbandingan 3:1.