Wall St Ditutup Flat Setelah Keputusan Fed
Saham-saham di bursa AS ditutup stagnan pada perdagangan hari Kamis, 28 Juni 2007, setelah Fed menyatakan bahwa ekonomi AS
tumbuh secara moderat dalam beberapa quartal, tetapi masih mengkhawatirkan adanya resiko naiknya inflasi. Indeks NASDAQ di tutupsedikit lebih tinggi dipicu oleh menguatnya saham-saham semiconductor dan peralatan komunikasi, dimana saham-saham menguat setelah perusahaan brokerage menaikkan rating dari Cisco System Inc. dan Intel Corp.
Fed dalam keputusannya menetapkan suku bunga tetap dipertahankan di level 5.25% dan keputusan ini sebagai hasil dari 8 kali pertemuan berturut-turut. Pada saat yang sama bank sentral AS tersebut memberikan isyarat akan tetap mencermati tingkat inflasi – yang akan mencoret kemungkinan turunnya suku bunga dari rancangan Fed.
Disatu sisi pasar akan berpikir bahwa pertumbuhan ekonomi akan mempunyai prospek yang cerah, tretapi di saat yang sama barangkali menjadi suatu kekecewaan bagi mereka yang menginginkan diturunkannya suku bunga., demikian komentar Chip Hanlon, president of Delta Global Advisors, Inc. di Huntington Beach, California. "My opinion is that the Fed is going to try and sit on its hands and do nothing for as long as possible. But if its hand is going to be forced one way or the other, it is going to be forced to raise rates. And the stock market wouldn't like that." , demikian lanjut Hanlon
Setelah di umumkannya keputusan the Fed, indeks saham utama bergerak cepat dari kondisi sedikit perubahan ke perubahan yang moderat, sebagai akibat dari sikap para investor yang masih mencernakan keputusan dan pernyataan the Fed. The Dow Jones industrial average <.DJI> turun 5.45 poin atau 0.04% dan di tutup di posisi 13,422.28. The Standard & Poor's 500 Index <.SPX> turun 0.63 poin atau 0.04%, di posisi 1505.71, tetapi indeks NASDAQ naik 3.02 poin atau 0.12% di posisi 2.608’37 Indeks Dow awalnya terkoreksi setelah dirilisnya data inflasi yang ternyata lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.
Saham-saham energy menguat setelah harga crude oil AS naik diatas $70 per barel untuk pertama kalinya sejak September tahun lalu
karena secara tidak terduga stock gasoline AS turun tajam dan ini menimbulkan kekhawatiran dikalangan investor. Perdagangan relatif
moderat di bursa saham New York (NYSE) dimana hampr 1.50 milyuar saham berhasil dipindah-tangankan, dibawah estimasi volume rata-rata harian tahun lalu.1.84 milyar saham, sementara di bursa NASDAQ, srbanyak 1.99 milyar saham berhasil ditransaksikan, juga dibawah volume rata-rata harian tahun lalu 2.02 milyar saham. Saham-saham yang terapresiasi unggul atas saham-saham yang mengalami koreksi dengan ratio perbanding 3 – 2 di bursa NYSE dan 15 – 14 di bursa NASDAQ


