Hang Seng Mengiringi Wall Street, Menguat
Index saham Hong Kong ditutup menguat pada hari Kamis, mengikuti pergerakan Wall Street yang menguat akibat penurunan suku bunga obligasi, saham-saham perusahaan China mencapai rekor. Menguatnya saham-saham komoditi menyebabkan index H-share menguat, saham Aluminium Corp. of China mencapai level tertinggi setelah broker menaikkan rating saham tersebut.
Index blue chip menguat 1,4%, saham operator seluler China Mobile merupakan pemicu utama, sementara saham Hong Kong Exchanges and Clearing mencapai level tertinggi. China Mobile, saham paling aktif ditransaksikan pada hari ini, menguat 1,8%. Hong Kong Exchanges and Clearing Ltd., barometer sentimen bursa saham, melonjak 3%.
Minat investor yang tinggi menyebabkan index H-share menguat 2,6%, walau bursa saham China melemah, akibat mengkhawatirkan peringatan Perdana Menteri China Wen Jiabao bahwa pemerintah akan kembali memberlakukan peraturan ketat untuk mencegah pertumbuhan ekonomi yang terlampau pesat. Saham-saham perbankan China yang melemah juga menjadi pemicu menguatnya H-share, terutama Industrial & Commercial Bank of China dan China Construction Bank. ICBC melambung 3,7% sementara China Construction Bank melonjak 3,3%.
Aluminium Corp. of China, juga disebut Chalco, kembali menguat sehari setelah produsen alumina terkemuka China tersebut menyatakan sedang merencanakan kesepakatan dengan Baotou Aluminium, memicu spekulasi mengenai penambahan aset perusahaan. Chalco mencapai level tertinggi sebelum akhirnya menguat 10,7%. Kenaikan harga minyak mentah memicu minat investor terhadap saham-saham perusahaan energi. CNOOC melambung 3,6% sementara Sinopec Corp. menguat hampir 2%. Yanzhou Coal melonjak 6,7%. China Coal ditutup menguat 6,5%.
Index saham Hong Kong diprediksi akan menguat pada hari Jumat, terutama didukung oleh Wall Street yang ditutup menguat, saham-saham perusahaan minyak diperkirakan akan melonjak setelah kenaikan harga minyak mentah demikian pula dengan saham-saham perbankan China.


