Hangseng Menembus Batas Rekor; Sinopec Melemah
Saham-saham Hong Kong turun dari level new high-nya pada sesi perdagangan Senin (25/Juni) setelah investor menjual saham-saham yang menguat pada sesi sebelumnya seperti PetroChina berkaitan adanya prospek kebijakan ketat dari pemerintah Beijing untuk meredam kenaikan bursa saham Cina. Investor juga menjual saham-saham perbankan Cina sebagai akibat dari kekhawatiran akan dinaikkannya suku bunga Cina setelah gubernur PBOC, Zhou Xiaochuan, pada hari Sabtu (23/Juni) mengatakan bahwa kenaikan suku bunga tak dapat dikesampingkan. Saham Sinopec Corp., turun ditengah ketidakpastian mengenai alasan pengunduran diri salah satu direkturnya. Di sisi lain PICC Property and Casualty Ltd. menguat 8.4% setelah perusahaan asuransi tersebut menyatakan akan membayar senilai 812 juta yuan (106.8 juta dolar AS) untuk saham sebesar 28% di perusahaan PICC Life Insurance. Perdagangan mencatat kenaikan selama 6 sesi berturut-turut, melemah pada sesi akhir setelah mencatat rekor baru di awal perdagangan.
Howard Gorges dari South China Brokerage, mengatakan : "We're starting to hit some selling. After last week's run, there's certainly some profits to be taken. We could be in for some consolidation". Sementara itu, banyak kalangan meilai bahwa bursa akan tetap berada di dekat catatan rekornya sebagaimana tanggal 1 Juli akan segera tiba, merupakan perayaan ke 10 tahun pengalihan Hong Kong dari Inggris ke tangan Cina. "I'm still a big believer that China wants to see the market stay strong just to show they can do it better", demikian diutarakan analis dari Daiwa Securities, Andrew Sullivan.
Indeks Hang Seng <.HSI> ditutup melemah 0.8%, atau 177.56 poin di level 21,822.35, setelah sebelumnya mencatat rekor kenaikan selama 5 sesi berturut-turut di level 22,085.59. Indeks H shares <.HSCE>, atau indeks saham perusahaan Hong Kong yang terdaftar di bursa Cina, turun 1.6% atau 198.81 poin ke level 12,040.90, setelah sebelumnya mencatat rekor kenaikan selama tujuh sesi berturut-turut di level 12,357.32. Volume perdagangan mencapai 84 miliar dolar Hong Kong (10.8 miliar dolar AS), turun dari volume perdagangan Jum’at (22/Juni) senilai 95.8 miliar dolar Hong Kong. Sinopec turun 3% setelah pemimpin perusahaan tersebut, Chen Tonghai, mengundurkan diri dengan alasan pribadi, sementara media mengaitkan pengunduran dirinya dengan kemungkinan keterkaitannya dengan korupsi di perusahaan tersebut. Goldman Sachs, pada laporannya pada hari Senin (25/Juni) menyebutkan bahwa pengundur diri-an Chen akan berdampak negatif pada harga saham Sinopec dalam jangka waktu dekat, Chen merupakan salah satu penggagas reformasi harga produk minyak di Cina. Saham PetroChina Co. Ltd. turun 2.2%. Di antara saham-saham perbankan Cina, saham China Construction Bank melemah 2.3%, Bank of Communications turun 1.4%. PICC, saat ini berada dalam catatan rekor tertinggi selama lima sesi berturut-turut, menguat 4% setelah para investor memborong saham asuransi jiwa tersebut. Saham asuransi jiwa merupakan segmen yang menghasilkan keuntungan paling tinggi dari keseluruhan industri asuransi Cina dan menjadi magnet bagi investasi stragtegis dari luar negeri.


