Nikkei Turun, Melemahnya Saham Properti; Saham Teknologi Naik
Nikkei melemah, terutama saham-saham developer properti seperti Mitsubishi Estate Co., karena investor melepas saham-saham yang diperkirakan akan tertekan oleh trend kenaikan suku bunga. Mitsubishi Estate, developer properti dengan penjualan nomor dua terbesar di Jepang, melemah 2,4%, saham-saham eksportir high-tech seperti Advantest Corp. melemah saat yen menguat terhadap dolar.
Pada tanggal 24 Juni, BIS (Bank of International Settlements) memperkirakan bank sentral masih harus menaikkan suku bunga untuk memperlambat laju inflasi. Melalui laporan tahunan yang diterbitkan kemarin juga dinyatakan harga minyak yang melonjak 37% sejak pertengahan Januari serta kenaikan upah, penambahan kapasitas produksi, serta penurunan jumlah pencari kerja dapat memicu inflasi. BIS menambahkan, bank-bank sentral telah memicu pertumbuhan ekonomi dengan mempertahankan suku bunga yang relatif rendah. Dalam periode pengamatan sampai Mei 2007, suku bunga “masih sangat akomodatif dalam negara-negara industri” setelah dinaikkan “sedikit”. BIS adalah “induk” dari seluruh bank sentral dunia.
Saham beberapa perusahaan eksportir seperti Advantest Corp. dan Fanuc Ltd. menguat karena investor menilai keuntungan dari melemahnya yen melampaui implikasi masalah pegadaian di Amerika yang diperkirakan akan menekan konsumsi masyarakat di negara tersebut. Advantest menguat 1,1%. Fanuc melonjak 1,4%.
Yen mencapai level terendah pada level 166,86 terhadap euro pekan lalu serta melemah terhadap dolar pada level 123,89 sebagai level terendah sejak 6 Desember 2002. Sesuai data terakhir, valuta Jepang tersebut ditransaksikan pada level 166,73/euro dan 123,88/dolar. Industri terkemuka di Jepang memperkirakan yen akan mencapai kisaran 114 yen/dolar pada akhir tahun bisnis bulan Maret 2008, sesuai survei Tankan kuartal lalu pada tanggal 2 April.
Indeks saham AS tertekan oleh Supprime mortgage.
Saham-saham di bursa New York di tutup melemah pada perdagangan hari Seni, 25 Juni 2007, karena munculnya kembali kekhawatiran para inveastor atas isu suprime mortgage sehingga menekan saham Bear Stearsn Cos dan Goldman Sachs Groups.
The Dow Jones industrial average <.DJI> turun 8.21 poin, atau 0.06% dan di tutup di level 13,352.05. The Standard & Poor's 500 Index <.SPX>turun 4.82 poin, atau 0.32% di level 1,497.74, sementara The Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 11.88 poin atau 0.46% di level 2,577.08.
Diawal sesi, turunnya harga minyak dunia telah membantu menguatnya indeks saham karenaredanya kekhawatiran atas inflasi, namun harga minyak kembali ditutup relatif unchanged. Perdagangan terlihat aktif dan di bursa New York Stocks Exchange(NYSE) dimana hampir 1.74 milyar saham berhasil di transaksikan namun masih dibawah rata-rata perdagangan harian tahun lalu 1.84 milyar saham.


