Nikkei Naik 0.1%, saham-saham Machinery Menguat
Indeks Nikkei ditutup menguat 0.07% pada perdagangan Kamis (07/Juni) akibat aksi beli investor terhadap saham machinery seperti Komatsu Ltd. menjelang rilis data machinery orders Jepang yang akan dirilis hari Jum’at (08/Jm’at). Saham Softbank Corp. menguat setelah data-data industri perusahaan tersebut menunjukkan naiknya jumlah pelanggan pada bulan Mei. Sony Corp. ditutup melemah 1.2% setelah perusahaantersebut mengumumkan kemungkinan memotong tenaga kerja di perusahaannya yang berada di AS. Fujitsu Ltd. naik 3.2% setelah mengumumkan penemuan transaksi fiktif di salah satu anak cabangnya.
Beberapa analis mengatakan bahwa para investor disibukkan dengan aksi penjualan obligasi dan mengalihkannya untuk membeli saham. Japanese government bond futures melanjutkan pelemahannya hingga ke level terendahnya selama 10 bulan terakhir.Indeks Nikkei <.N225> berhasil bangkit dari pelemahannya pada sesi awal perdagangan sehubungan rontoknya saham-saham di bursa AS dan Eropa, tersupport oleh adanya minat beli yang cukup kuat pada saham-saham Jepang setelah penurunannya. Toru Kitani dari Sompo Japan Asset Management, mengatakan : "It's very unlikely that the companies that benefit from the expansion of the global economy will falter. Besides, Japanese companies have maintained competitive edges internationally.Before, people would think Toyota Motor Corp. has such competitiveness, but now investors are noticing that Komatsu and parts makers and others are also competitive". Indeks Nikkei naik 12.45 poin ke level 18,053.38 dan indeks TOPIX <.TOPX> menguat 0.07% ke level 1,779.72. volume perdagangan mencatat rekor tertinggi selama tiga bulan terakhir dengan jumlah 2.79 miliar lembar saham yang diperdagangkan. 899 saham yang naik, 702 yang turun.
Saham-saham permesinan menguat, pasar mengharapkan data machinery order bulan April dirilis bagus. Menurut analis yang disurvei Reuters, kenaikannya mencapai 4.5%. Saham Komatsu, yang merupakan produsen mesin konstruksi terbesar kedua dunia menguat 2.9%, dan saham Japan Steel Works Ltd. menguat 7%. Saham produsen obat terbesar Jepang, Takeda Pharmaceutical Co. turun 1.8% setelah unit bisnisnya dengan bendera Takeda Pharmaceuticals North America Inc. mengatakan bahwa mereka akan mencantumkan peringatan dalam label obat diabetes dengan merek Actos untuk meningkatkan kewaspadaan para pasien terhadap resiko penyakit hati. Saham properti turun sebagai akibat dari kekhawatiran akan dinaikkannya suku bunga Jepang oleh BOJ, saham properti terkemuka Mitsubishi Estate Co. turun 1.3%. Naiknya yield pada JGB memukul sektor properti yang tergabung dalam real estate investment trusts (REITs)—padahal mereka dituntut untuk membagi deviden yang cukup tinggi nilainya. The Tokyo Stock Exchange's REIT index <.TREIT> melemah 3.3%. "The interest rate factor will divide winners and losers from now on" menurut Masayoshi Okamoto analis dari Jujiya Securities.


