Nikkei Mencapai Level Tertinggi Sejak Februari
Index saham Jepang menguat, mencapai level tertinggi sejak Februari, setelah sebuah laporan mengenai penurunan CPI (index harga konsumen) dirilis, memicu spekulasi bahwa perekonomian Amerika diperkirakan akan tumbuh tanpa peluang inflasi. Sesuai keterangan Departemen Tenaga Kerja pada 15 Juni, CPI Amerika, tidak termasuk biaya bahan pangan dan bahan bakar, melonjak 0,1% pada bulan Mei, sementara para pakar ekonomi memperkirakan kenaikan 0,2%.
Saham-saham eksportir juga menguat setelah pekan lalu yen melemah terhadap dolar dan euro, sehingga profit penjualan produk di luar negeri semakin tinggi. Pekan lalu, yen melemah 1,4% pada level 123,44/dolar, level terendah sejak Januari, serta mencapai level terendah terhadap euro pada level 165,43/euro. Sesuai data terakhir, yen ditransaksikan pada level 123,56/dolar dan 165,45/euro. Saham Toyota Motor Corp., perusahaan otomotif terbesar di dunia, mencapai level tertinggi sejak Maret sementara Canon Inc., dengan hampir 1/3 total penjualan tahun lalu berasal dari Amerika Utara, mencapai level tertinggi sebulan.
Saham-saham perusahaan ekspedisi laut seperti Mitsui O.S.K. Lines Ltd. serta saham-saham developer properti seperti Mitsui Fudosan Co. menguat karena investor menganggap saham telah mencapai level terendah. Pekan lalu, saham-saham properti melemah setelah suku bunga obligasi melonjak memicu kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga kredit akan menurunkan profit perusahaan. Pekan lalu, suku bunga obligasi Jepang untuk 10 tahun mencapai level tertinggi sejak 4 Juli.
Index Nikkei melemah 0,16% pada hari Selasa saat investor melepas sejumlah saham menguat diantaranya Advantest Corp. setelah saham-saham Amerika overnight melemah serta setelah saham-saham tersebut menguat dalam tiga sesi terakhir.


