Wednesday, October 31, 2007

Market Tokyo

Nikkei Melemah Terbatas, Kekuatiran akan Perekonomian US

Nikkei pada pagi ini (31/10) diperdagangkan dalam range sempit dengan bias melemah karena aktifitasnya terbatasi karena bertumbuhnya kekhawatiran perekonomian US dan ketidakpastian terhadap keputusan Federal Reserve malam ini. Indeks cash Nikkei terpantau di sesi awal turun terbatas 0.22% pada level 16613.75, sementara indeks berjangka kontrak Desember turun 50 poin pada 16635.

Saham sektor baja menjadi focus hari ini setelah Nippon Steel membukukan peningkatan keuntungan semester 1 sebesar 5.6% karena meningkatnya harga baja dan piringan baja untuk shipbuilding tetapi outlook untuk tahunan tidak ada pertumbuhan. Data Consumer Confidence US yang melemah ke level terendah dalam 2 tahun, laporan mengecewakan dari pendapatan US Steel dan lemahnya outlook P&G memberikan kekhawatiran terhadap ekonomi US dan consumer spending. Spekulasi Fed kemungkinan tidak merubah suku bunganya juga memberikan sentiment yang mengkhawatirkan sehingga membuat sulit untuk bursa saham Tokyo menemukan arah meskipun adanya beberapa tekanan jual.

Hari ini ada laporan keuangan dari Mitsubishi Corp, Mitsubishi Estate, Fuji Heavy Industries Ltd dan Pioneer Corp. Beberapa analis pasar mengatakan saham perusahaan yang merilis hasil yang bagus kemungkinan akan dibeli tetapi mereka juga akan menjual hasil yang sudah dirilis dan mengakhiri antisipasi. Nikkei di Chicago diperdagangkan di level 16,640-16,700 dan di settle di level 16,645. Sumitomo Metal Industries Ltd merilis rencana investasi untuk membangun blast furnace yang baru sebesar $790 juta. Murata Manufacturing Co membukukan peningkatan keuntungan semester I sementara Kyocera Corp melaporkan penurunan keuntungan lebih sedikit dari yang diperkirakan tetapi keduanya tetap mempertahankan outlook tahunannya.

Matsushita Electric Industrial Co Ltd membukukan hasil yang mengejutkan dalam peningkatan 3% keuntungan operasional kuartalnya karena pemotongan biaya dan penjualan yang kuat atas kamera dan TV. Komatsu meningkatkan outlook tahunannya untuk kedua kalinya dalam tahun ini setelah melaporkan peningkatan 54% dalam keuntungan semester 1 karena kuatnya permintaan. Mitsubishi Motors Corp meningkatkan perkiraan keuntungan operasional tahunannya sebesar 37%. Resona Holdings kemungkinan akan melewati perkiraan atas keuntungan semester 1 karena kuatnya pendapatan komisi dan rendahnya biaya kredit. (REUTERS/RISET-iwan)

Market Hongkong

Hang Seng Naik Tipis, Saham Properti Mulai Melemah

Kemarin (30/10) indeks Hang Seng masih akhiri sesinya dengan penguatan, dan lanjutkan proses pencetakan rekornya. Namun hanya penguatan tipis yang terjadi, karena pelemahan yang terjadi pada saham properti atas pemberitaan mengenai rencana penjualan saham pada beberapa perusahaan tertentu, khususnya Sun Hung Kai dan Hang Lung Properties.

Penguatan pada saham-saham China dan energi berhasil kalahkan tekanan koreksi dari saham properti. Ekspektasi pasar terhadap saham-saham perbankan China masih positif saat ini, setelah China Construction Bank laporkan kondisi keuangan yang melebihi prediksi ekonom pada kuartal III ini; CNOOC juga menanjak, pimpin penguatan pada aam energi, setelah harga minyak terus menguat ke level rekor tertinggi baru pada tengah malam sebelumnya.

Adapun indeks Hang Seng ditutup menguat sebesar 51.32 poin atau 0.16% ke level rekor penutupan tertinggi baru 31,638.22; dengan 31,361.91 sebagai level terendah dan 31,958.41 tertinggi. Sementara indeks Hang Seng berjangka telah berakhir melemah sebesar 35 poin ke level 31,737; dengan 31,380 sebagai level terendah dan 31,943 tertinggi. Indikasikan bahwa tekanan koreksi yang lebih besar akan kembali menyerang indeks spot Hang Seng hari ini.

Sun Hung Kai pimpin pelemahan saham property, dengan turun sebesar HK$9.40 atau 5.88% menjadi HK$150.50, setelah laporkan rencananya untuk mengeluarkan sebanyak 72.5 juta baru senilai HK$10.9 milyar; Hang Lung Properties juga melemah yaitu sebesar 3.45% ke level HK$37.80, setelah pemberitaan bahwa pemilik saham utamanya telah menjual lebih dari 10 juta lembar sahamnya. (REUTERS/RISET-iwan)

Tuesday, October 30, 2007

Market Tokyo

Nikkei Ditutup Menguat

Bursa Tokyo (29/10) berakhir menguat setelah bursa saham AS ditutup menanjak tajam pada akhir sesi Jumat minggu lalu. Selain itu, laporan keuangan dari Nissan Motor dan Nippon Yusen yang solid juga semakin perkuat sentimen pasar kemarin, lanjutkan kegembiraan pasar yang telah terhibur oleh laporan Sony minggu lalu.

Indeks Nikkei ditutup menguat sebesar 192.45 poin atau 1.2% ke level 16,698.08, lanjutkan penguatan sebesar 221.46 poin pada Jumat. Sementara indeks Kospi berjangka hari ini menguat sebesar 220 poin ke level 16725; dengan 16,770 sebagai level tertinggi dan 16465 terendah.

Para analis memprediksi bahwa hari ini indeks dapat terus menguat hingga ke atas level 16800, dan dapat kembali ke atas level 17,000 pada akhir minggu ini jika The Fed putuskan untuk terus menurunkan suku bunganya ke level 4.5% dari level 4.75% saat ini. Namun tetap diperhatikan bahwa penguatan akibat penurunan suku bunga AS bisa saja terbatas, karena jika yen menguat drastis setelah pengumuman tersebut, investor akan mulai menjual saham-saham eksportirnya.

Nissan menguat tajam sebesar 14% ke level Y1,283; dan Nippon Yusen naik sebesar 8.4% menjadi Y1,251 setelah rilis laporan keuangan yang mantap. Selain itu, saham-saham perusahaan pialang juga tampak menguat. (REUTERS/RISET-iwan)

Market Hongkong

Hang Seng Meranggas (lagi), Kembali Cetak Rekor oleh Bullish Property

Pada penutupan perdagangan kemarin, bursa Hong Kong mengikuti sukses besar yang dialami oleh rekan-rekannya di regional Asia (29/10). Bursa Hong Kong berhasil mempertahankan diri di teritori positif, sekaligus kembali mencetak rekor baru pada penutupan perdagangan indeks di awal pekan ini. Likuiditas yang baik disertai harapan akan kembali diturunkannya suku bunga di AS membuat Hang Seng mampu bertahan di atas level 31000 poin.

Indeks berjangka Hang Seng untuk kontrak Oktober yang akan jatuh tempo hari ini ditutup menguat tajam sebesar 3.6%. Indeks ini ditutup pada level 31470 poin. Sementara itu, indeks spot Hang Seng menguat 1181.68 poin (3.89%) menjadi 31586.90. Baik indeks spot maupun indeks berjangka Hang Seng mengalami penutupan rekor baru.

Saham-saham property masih membukukan peningkatan tajam. Sub indeks property melejit 2305.80 poin menjadi 39345.69. BoComm menguat 1.36 hkd (10.56%) dan berkhir pada harga 14.24 hkd. Sementara itu, saham-saham perusahaan minyak juga turut membullish oleh kondisi meroketnya harga minyak mentah. CNOOC ditutup menguat 1.36 hkd (8.95%) menjadi 16.56 hkd. (REUTERS/RISET-iwan)

Monday, October 29, 2007

Market Tokyo

Nikkei Meningkat Tajam oleh Imbas Wall Street

Nikkei memulai perdagangan hari ini (29/10) dengan meningkat karena perkiraan Fed akan menurunkan suku bunganya dalam minggu ini dan rally Wall Street dengan saham-saham teknologi menjadi pemimpin setelah outlook yang positif dari Microsoft pada minggu lalu serta juga saham kelompok komoditi menguat. Indeks Nikkei cash pagi ini terpantau naik 142.92 poin (+0.86%) pada 1647.p2, sementara indeks berjangka Desembernya meningkat 170 poin pada 16680. Pasar hari ini terfokus dengan Nissan Motor Co yang membukukan hasil yang mengejutkan untuk keuntungan operasional kuartalnya yang meningkat 12% karena peningkatan penjualan mobil secara global sehingga dapat menutupi peningkatan harga komoditi dan perusahaan tetap tidak merubah perkiraan tahunannya. Tetapi pasar tetap mewaspadai nilai yen dengan mengatakan peningkatan dapat terbatasi jika yen terus meningkat terhadap dolar.

Microsoft meningkatkan perkiraan tahunannya pada hari kamis minggu lalu dan melaporkan keuntungan kuartalnya melewati perkiraan analis. Sementara Countrywide Financial melaporkan kerugian kuartal tetapi memperkirakan akan membukukan keuntungan dalam kuartal 4 karena penurunan tenaga kerja. Nikkei diperkirakan akan diperdagangkan di level 16,400-16,750 karena perkiraan penurunan suku bunga. Sementara di Chicago, Nikkei diperdagangkan di level 16,550-16,690 dan di settle di level 16,665. Beberapa laporan keuangan yang dirilis dalam minggu kemarin diantaranya Nissan membukukan peningkatan mengejutkan sebesar 12% dalam keuntungan kuartalnya. Marubeni meningkatkan perkiraan keuntungan bersih tahunannya sebesar 7% menjadi 145 milyar yen. NTT DoCoMo Inc membukukan penurunan keuntungan operasional semester 1 sebesar 21%.

Advantest Corp membukukan penurunan keuntungan bersih semester 1 sebesar 23.8%. Daiwa Securities Group membukukan penurunan 48% dalam keuntungan kuartal. Sementara Nikko akan melewati perkiraan keuntungan untuk kuartal Juli-September sebesar 32%. Tokyo Electric Power Co akan membukukan kerugian dalam tahun 2008-09. Mitsubishi UFJ Financial Group Inc diperkirakan membukukan keuntungan bersih untuk tahun bisnis ini mengalami penurunan sekitar 200 milyar yen dari perkiraan sebelumnya.

Nippon Steel diperkirakan akan melewati perkiraan keuntungan semester 1 karena kuatnya permintaan dari perusahaan otomotif dan shipbuilding. Softbank Corp akan menginvestasikan 40 milyar yen untuk memulai operasional tahun depan. Sony Corp mengatakan hari sabtu minggu lalu bahwa margin operasional perusahaan diperkirakan melewati target tahunannya tetapi kerugian operasional atas unit videogame akan 2 kali lipat dari perkiraan sebelumnya. Sumitomo Mitsui Financial Group Inc akan membukukan penurunan keuntungan semester 1 dari perkiraannya sebesar 23%.

Market Hogkong

Hang Seng Cetak Rekor Baru Tembus 30,000, Ekspektasi Penurunan Suku Bunga

Hang Seng cetak rekor baru pada Jum'at minggu lalu (26/10). Atas ekspektasi bahwa The Fed akan turunkan suku bunganya, pasar masih tampak bergairah di mana aksi beli terus mengangkat indeks hingga ke atas level 30,000. Masih oleh ekspektasi pemotongan suku bunga tersebut dan memang masih tingginya tingkat likuiditas, pada minggu depan diprediksi indeks masih bisa lanjutkan rally, namun akan diselingi dengan tekanan profit taking juga perlu diwaspai mengingat indeks sudah tinggi seperti saat ini.

Adapun indeks Hang Seng ditutup menguat sebesar 550.73 poin atau 1.84% ke level rekor tertinggi di level 30,405.22; sebelumnya indeks bahkan sempat melejit hingga ke rekor tertinggi harian baru di level 30,562. Sepanjang minggu ini indeks telah bukukan penguatan sebesar 940 poin atau 3.2%. Rekor sebelumnya dicetak pada 18 Oktober lalu di posisi 30,025.07. Sementara indeks Hang Seng berjangka turun tipis sebesar 93 poin ke level 29,388; dengan 29,943 sebagai level tertinggi dan 29,151 terendah.

Seperti biasa, ekspektasi penurunan suku bunga hampir selalu diikuti dengan bullish pada saham properti yang merupakan pemimpin penguatan. Selain itu, saham keuangan dan perminyakan juga turut menguat. Sino Land bukukan penguatan sebesar 12.56% ke level HK$24.65; sama halnya dengan Hutchison Whampoa yang juga naik tajam 5.9% menjadi HK$90.75; sub-indeks property Hong Kong hari ini melambung sebesar 1,771.10 poin atau 5.02% menjadi 37,039.89. Perbankan China juga menguat hari ini setelah Commercial Bank of China laporkan kenaikan tingkat pendapatan sebesar 76%; dan CNOOC juga naik yaitu sebesar 2.98% ke level HK$15.20, terimbas oleh naiknya harga minyak. 9REUTERS/RISET-iwan)

Thursday, October 25, 2007

Market Tokyo

Nikkei Berakhir Melemah, Imbas Kabar Negatif Merrill Lynch

Setelah sempat menguat, kemarin (24/10) indeks Nikkei ditutup melemah. Berita bahwa Merrill Lynch & Co. kemungkinan akan mengalami penurunan tingkat keuntungan sebesar $2.5 milyar, terimbas oleh krisis kredit subprime kemarin.

Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. dan Toyota Motor Corp. tampak pimpin pelemahan. Selain itu, penguatan nilai tukar yen kemarin juga pacu pelemahan pada saham-saham ekportir.

Nikkei ditutup melemah sebesar 92.19 poin atau 0.6% ke level 16,358.39; sementara indeks Nikkei berjangka juga melemah sebesar 110 poin ke level 16,370; dengan 16,340 sebagai level terendah dan 16,600 tertingg. Topix, indeks Jepang yang mencakup seluruh saham yang aktif di Tokyo Stocks Exchange hari ini turun sebesar 6.69 poin atau 0.4% ke level 1,563.86; sebelumnya Topix sempat menguat sebesar 1%.

Mitsubishi UFJ, bank publik terbesar Jepang, ditutup turun sebesar 0.8% ke level Y1,038; Mizuho Financial Group Inc., bank ke dua terbesar, anjlok turun 1.5% ke level Y 612,000; dan Sumitomo Mitsui Financial Group Inc., ke tiga terbesar, juga turun yaitu sebesar 1.3% menjadi Y840,000.

Adapun ditingkatkannya proyeksi pada tingkat pendapatan perusahaan-perusahaan pertambangan dan pengolah besi baja, saham-saham terkait hari ini tetap ditutup menguat dan batasi pelemahan yang terjadi. (REUTERS/RISET-iwan)

Market Hongkong

Hang Seng Melemah Tipis, Ambil Untung Jelang Data PDB China

Sejalan dengan bursa regional Asia lainnya, kemarin (23/10) indeks Hang Seng turut ditutup melemah namun lebih kepada aksi ambil untung menjelang dirilisnya data tingkat pertumbuhan ekonomi (PDB) kuartal III China. Beberapa investor yang ingin bermain aman hari ini lebih memilih untuk keluar pasar terlebih dahulu, dan akan kembali masuk setelah mendapat kepastian angka pertumbuhan ekonomi hari ini.

Jika pertumbuhan ekonomi China besok masih tunjukkan angka yang tinggi, maka ekspektasi bahwa China akan melakukan pengetatan moneter lanjutan akan bayangi pasar. Adapun pengetatan yang mungkin dilakukan adalah berupa peningkatan suku bunga atau kenaikan tingkat reserve requirement ratio(giro wajib minimum) perbankan.

Sesi perdagangan kemarin memang tergolong fluktuatif, setelah sempat menguat lebih dari 600 poin, akhirnya Hang Seng kembali tertekan dan ditutup melemah, yaitu sebesar 43.33 poin atau 0.2% ke level 29,333. 53; sebelumnya indeks sempat naik hingga hampir sentuh level 30,000 pada sesi pagi.

Indeks berjangka Hang Seng turut melemah, yaitu sebesar 93 poin ke level 29,388; dengan 29,151 sebagai level terendah dan 16,370 tertinggi.

Adapun China Netcom merupakan saham yang mengalami penurunan terbesar, yaitu turun sebesar HK$1. 50 atau 6.2% ke level HK$22.75. (REUTERS/RISET-iwan)

Wednesday, October 24, 2007

Market AS

Bursa AS Dibuka Menguat, Laporan Apple dan American Express Menggembirakan

Bursa AS tampak mulai kembali unjuk gigi, kemarin malam pada awal sesinya (23/10). Laporan keuangan dari Apple Inc. dan American Express Co. yang berhasil mengalahkan prediksi analis berhasil redakan kecemasan pasar yang masih dibayangi oleh ketakutan akan melambatnya pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat AS.

Apple semalam menanjak ke level tertingginya sejak Januari setelah melaporkan bahwa tingkat keuntungannya meningkat sebesar 67% oleh naiknya tingkat penjualan komputer Macintosh ke level rekor tertinggi, dan terus tumbuhnya permintaan atas iPods dan iPhones. Sementara American Express, penyalur kartu kredit terbesar ke tiga AS, juga menguat setelah laporkan peningkatan pendapatan yang ditopang oleh meningkatnya pembelanjaan nasabah-nasabah golongan kaya.

DuPont Co., penghasil produk-produk kimia, juga mengaut dalam level terbesar selama 5 minggu setelah laporkan peningkatannya atas proyeksi tingkat keuntungan sampai akhir 2007 ini.

Semua indeks AS tampak dibuka menguat semalam, di mana indeks Standard & Poor 500 naik sebesar 6.60 poin atau 0.44% ke level 1,512.93; Dow Jones Industrial Average menguat sebesar 66.17 poin atau 0.5% ke posisi 13,633.14; dan Nasdaq Composite Index naik sebesar 18.08 poin atau 0.66% ke level 2,772.01.

Adapun penguatan tersebut diprediksi masih akan bersifat sementara mengingat pasar masih sensitif dengan berbagai laporan yang terkait dengan kondisi ekonomi AS. Laporan keuangan perusahaan dan data-data fundamental ekonomi makro AS masih akan menjadi sorotan pasar guna memutuskan langkah dan menentukan arah pasar berikutnya. (BLOOMBERG/RISET-iwan)

Market Hongkong

Hang Seng Meroket Naik 1000 Poin, Imbas Wall Street dan Laporan China Mobile

Indeks Hang Seng kemarin (23/10) akhiri sesinya dengan meroket tajam dengan naik lebih dari 1000 poin, perbaiki anjlok tajamnya kemarin lusa. Selain sentiment terangkat oleh penguatan Wall Street pada dini hari sebelumnya, laporan keuangan kuartal III China Mobile dan harapan akan kondisi keuangan yang kokoh pada perbankan China khususnya Bank Of Communications (BoComm) juga ikut angkat indeks untuk naik tajam hari ini.

China Mobile umumkan kondisi keuangan yang menggembirakan dan di atas prediksi ekonom. Setelah laporannya tersebut, beberapa sekuritas berencana untuk menaikkan target harganya atas saham perusahaan tersebut. Selain itu, China Merchants Bank juga melaporkan kenaikan 128% pada tingkat pendapatannya, sehingga picu ekspektasi pasar bahwa saham perbankan lainnya juga akan laporkan kondisi keuangan yang juga solid.

Akhirnya indeks Hang Seng ditutup menguat sebesar 1,003.23 poin atau 3.54% ke level 29,376.86; setelah bergerak di antara level 28,718.55 sampai 29,418.99, adapun penguatan 1 hari ini merupakan yang terbesar sejak 2 Oktober lalu di mana indeks melambung naik sebesar 1,057 poin. Sementara indeks Hang Seng berjangka juga tampak meroket hari ini, yaitu dengan naik sebesar 1,300 poin ke level 29,481; dengan 28,530 sebagai level terendah dan 29,481 tertinggi.

Adapun China Mobile hari turut ditutup menguat sebesar 5.27% ke level HK$149.7, Bank of Communications melambung naik 19.42% ke level HK$13.16; dan China Merchants Bank menguat 3.73% ke HK$38.95. Saham-saham property juga ikut menguat, di mana sub-indeks properti naik sebesar 1,251.02 poin atau 3.96% menjadi 32,838.03. (REUTERS/RISET-iwan)

Tuesday, October 23, 2007

Market Tokyo

Nikkei Rebound, Buy Back Saham-Saham Murah

Nikkei dibuka menguat pada pagi ini Selasa (23/10), rebound setelah Wall Street diperdagangkan naik pada perdagangan senin kemarin dengan investor memburu saham-saham yang sudah membukukan penurunan tajam pada 2 sesi perdagangan minggu lalu.

Satu saham yang diperkirakan menarik perhatian adalah Hitachi Ltd yang dilaporkan Nikkei Business Daily bahwa perusahaan akan menarik diri dari produksi PC setelah perusahaan memutuskan bahwa sangat sulit untuk menjamin keuntungan dalam bisnis tersebut. Sharp Corp kemungkinan melemah setelah perusahaan memperingatkan investor terhadap pendapatan perusahaan yang mengecewakan setelah pasar tutup kemarin.

Sharp Corp mengatakan keuntungan operasional kemungkinan turun 12.4% dari tahun sebelumnya atau dibawah perkiraan pasar karena ketatnya persediaan dan tingginya harga material yang digunakan untuk membuat solar cells. Secara analisa teknikal mengindikasikan Nikkei kemungkinan rebound setelah RSI14 turun ke level 30.7 mendekati level 30 atau level “oversold”.

Pasar memperkirakan diperdagangkan di level 16,450-16,650. Sementara di Chicago, Nikkei diperdagangkan di level 16,370-16,520 dan disettle di level 16,505. Hari ini Chugai Pharmaceutical Co Ltd dan Kao Corp dijadwalkan mengumumkan pendapatannya. Toyota Motor Corp diperkirakan keuntungan operasionalnya naik 10% menjadi 1.2 trilyun yen untuk semester 1.

Fujitsu Ltd meningkatkan perkiraan keuntungan operasional semester 1 sebesar 120% karena bagusnya penjualan atas jasa, mobilephone dan PC tetapi tidak merubah outlook tahunannya. East Japan Railway Co akan membukukan peningkatan keuntungan operasional sebesar 3%. JGC Corp akan membukukan keuntungan operasionalnya naik 51% ke level tertinggi.

Dipasar berjangka, Nikkei dibuka di level 16.525, naik 200 poin dari penutupannya kemarin dan pada saat berita ini diturunkan ada di level 16495. (NikkeiBussinesDaily/RISET-iwan)

Market Hongkong

Hang Seng Minus Lebih Dari 1000 Poin, Kecemasan Perlambatan Ekonomi AS

Indeks Hang Seng kemarin (22/10) melemah tajam oleh kecemasan bahwa perekonomian AS akan melambat. Ambruknya indeks saham Wall Street pada Jumat kemarin ikut tekan sentiment bursa regional; dan Hang Seng juga turut ambruk dengan melemah lebih dari 1000 poin. Melemahnya penutupan bursa China hari ini semakin tekan sentimen dan Hang Seng.

Adanya ketakutan bahwa perekonomian AS akan terus melambat membuat investor melihat kejadian tersebut menjadi momen yang pas untuk mengunci keuntungan setelah rally pada beberapa waktu yang lalu. Penurunan rating yang dilakukan oleh Morgan Stanley terhadap bursa saham Hong pada minggu lalu menjadi momen yang sangat pas bagi investor untuk mencairkan keuntungannya. Sebuah perusahaan pialang memprediksi bahwa Hang Seng dapat turun hingga kembali ke level 24,000 pada 3 bulan ke depan.

Indeks Hang Seng berakhir melemah sebesar 1,091.42 poin atau 3.7% ke level 28,373.63; sedikit menguat dari level terendah hariannya di level 28,336.97. Amnruk indeks juga terjadi pada Hang Seng berjangka yang hari ini turun sebesar 1,123 poin ke level 28,181; dengan 29,160 sebagai level terendah dan 28,685 tertinggi.

Dari seluruh saham yang aktif tercatat terdapat 790 saham melemah, 237 menguat, dan 99 tetap. Saham-saham China pimpin pelemahan hari ini yang digambarkan oleh sub-indeks saham-saham China yang turun sebesar 913.40 poin atau 4.6% ke level 18,808.98. (REUTERS/RISET-iwan)

Monday, October 22, 2007

Market Tokyo

Nikkei Ditutup Turun Dipimpin Canon

Pada penutupan perdagangan Jum'at kemarin (19/10), bursa Jepang belum dapat keluar dari teritori negatifnya. Indeks Topix mengalami penurunan terbesar dalam dua bulan. Bearish tajam di bursa Jepang pada perdagangan hari ini masih disebabkan oleh menguatnya mata uang yen terhadap dolar dan euro. Penguatan yen ke titik tertinggi dalam tiga minggu terhadap dolar membawa pengaruh buruk terhadap kinerja saham eksportir.

Indeks berjangka Nikkei 225 untuk bulan Desember mengalami penurunan sebesar 1.8% dan ditutup pada level 16790 poin. Indeks spot Nikkei 225 mengalami penurunan sebesar 291.72 poin (1.7%) menjadi 16814.37. Sementara itu Topix membukukan penurunan terbesar dalam tiga minggu sebesar 26.47 poin (1.6%) menjadi 1591.28.

Penurunan saham eksportir pada Jum'at lalu dipimpin oleh Canon. Canon turun 170 yen (2.8%) menjadi 5930 yen. Nintendo turun 1300 yen (1.9%) menjadi 66700 yen. Toyota Motors turun 100 yen (1.6%) menjadi 6250 yen. (NikkeiNet/RISET-iwan)

Market New York

Wall Street Terperosok Minus Lebih Dari 350 Poin, Pasar Cemaskan Kondisi Ekonomi

Wall Street akhiri sesi terakhirnya dalam minggu ini dengan sebuah pelemahan tajam. Oleh laporan keuangan perbankan, perusahaan manufaktur dan industri yang mengecewakan, pasar kini tampak semakin pesimis dengan kondisi pasar keuangan dan perekonomian AS. Indeks Dow Jones turun sampai lebih dari 350 poin pada penutupan sesi Jumat AS dini hari.

Citigroup Inc., Bank of America Corp. dan JPMorgan Chase & Co. merupakan pemimpin keterpurukan saham keuangan hingga ke level terendahnya sejak tahun 2002 setelah Wachovia Corp. mengatakan tingginya kemacetan dan gagal bayar piutang menurunkan tingkat profitnya. Selain itu, turunnya harga minyak ke bawah level $89 juga tekan saham energi yang juga anjlok dengan pelemahan terbesarnya selama dua tahun.

Sejauh ini perusahaan-perusahaan yang tergabung pada indeks S&P 500 telah melaporkan kondisi keuangan kuartal III, 27 dari 132, telah bukukan penurunan keuntungan rata-rata sebesar 0.6% pada kuartal ke tiga ini, merupakan penurunan pertama sejak 2002. Para analis memprediksi bahwa pelemahan lanjutan masih akan terjadi dalam waktu dekat ini.

Adapun pada penutupan sesi Jumat AS pagi, tercatat indeks Standard & Poor's 500 Index turun sebesar 39.45 atau 2.6% ke level 1,500.63; Dow Jones Industrial Average terperosok turun 366.94 poin atau 2.6 percent to 13,522.02; dan Nasdaq Composite Index turun sebesar 74.15 poin atau 2.7% ke level 2,725.16. Penurunan yang terjadi saat ini merupakan yang terbesar dalam dua bulan; dan dengan demikian, indeks S&P 500 bukukan penurunan sebesar 3.9% pada minggu ini, sementara Dow Jones turun 4.1%, dan Nasdaq melemah 2.9%. (AP/RISET-iwan)

Friday, October 19, 2007

Market Tokyo

Nikkei Ditutup Menguat, Rebound atas Saham-saham Keuangan

Aksi bargain hunting menyusul pelemahan kemarin tampak berhasil angkat bursa saham Tokyo. Rebound saham-saham keuangan tampak pimpin penguatan indeks kemarin hingga kembali ke atas level 17,000, setelah terimbas negatif oleh anjloknya bursa India kemarin yang lebih banyak disebabkan oleh kebijakan pemerintahnya yang mengetatkan peraturan investasi di pasar modal bagi pihak asing.

Adapun Nikkei akhirnya ditutup menguat sebesar 150.78 poin atau 0.9% ke level 17106.09, namun penguatan belum sepenuhnya mengembalikan penurunan 182.61 kemarin; sejalan, indeks Nikkei berjangka juga ditutup naik sebesar 140 poin atau 0.8% ke level 17,120. Sementara indeks Topix yang mencakup semua saham yang aktif di Tokyo Stock Exchange juga berakhir menguat yaitu sebesar 17.46 poin atau 1.1% menjadi 1617.75.

Untuk hari ini, diprediksi pergerakan indeks besok tidak akan jauh dari level 17100, khususnya jika pergerakan Wall Street tidak bersifat dramatis. Pada minggu depan, laporan keuangan perusahaan oleh eksportir Jepang akan menjadi fokus investor dalam rangka membaca situasi kondisi perusahaan secara umum.
Mizuho ditutup menguat sebesar 3.8% menjadi Y630,000; Sumitomo Mitsui Financial Group juga menguat yaitu sebesar 3% ke level Y848,000. Saham-saham keuangan untuk konsumsi menguat, seperti Aiful yang menanjak naik sebesar 6.6% ke level Y1,968; dan Takefuji naik sebesar 3.4% ke level Y2,300. Namun perusahaan asuransi tampak tidak sepenuhnya bangkit kemarin, di mana Mitsui Sumitomo Insurance turun sebesar 1.8% menjadi Y1,332. (NikkeiNet/RISET-iwan)

Market Hongkong

Hang Seng Ditutup Menguat Namun Turun Dari Level Rekor Baru

Sejalan dengan pergerakan bursa-bursa Asia lainnya, kemarin (18/10) indeks Hang Seng turut ditutup menguat. Sesi berlangsung fluktuatif dan sebelumnya indeks sempat menguat hingga tembus level psikologisnya yakni 30000, terdorong oleh harapan bahwa selisih harga antara saham-saham China yang diperdagangkan di Hong Kong dengan saham grup A di China akan semakin mengecil. Harapan muncul oleh pemberitaan bahwa pemerintah Hong Kong tengah mempelajari rencana tersebut.

Adapun indeks tidak mampu bertahan lama di atas level 30000 tersebut oleh menghangatnya kecemasan bahwa harga-harga saham sudah terlalu tinggi. Selain itu, aksi jual pada akhir sesi juga terjadi oleh aksi investor yang ingin meninggalkan pasar menjelang libur panjang. Hari ini bursa Hong Kong akan tutup karena hari libur nasional.

Indeks Hang Seng ditutup menguat sebesar 166.34 poin atau 0.57% ke level 29,465.05; dengan 29,265.47 sebagai level terendah dan 30,025.07 sebagai level tertinggi sekaligus rekor tertinggi harian baru, kalahkan level rekor harian sebelumnya di level 29,920.25 pada 16 Oktober lalu. Sementara indeks Hang Seng berjangka kemarin hanya ditutup naik tipis sebesar 11 poin ke level 29,304; setelah bergerak di sekitar level 29,144 sampai 30,020.
Adapun di antara sahamsaham yang menguat diantaranya adalah Bank of Communications yang naik sebesar HK$0.78 atau 7.13% ke level HK$11.72; dan China Life naik sebesar 0.88% menjadi HK$51.3; sementara China Mobile, berakhir flat di level HK$147.9 setelah sebelumnya sempat naik. (REUTERS/RISET-iwan)

Thursday, October 11, 2007

Market Tokyo

Bursa Jepang Berakhir Mixed, Nikkei Berjangka Ditutup 17230

Pada akhir perdagangan di bursa Jepang kemarin siang (10/10), bursa kembali mencatatkan pergerakan yang mixed pada indeks-indeks benchmarknya. Peningkatan pada Nikkei 225, baik yang spot maupun berjangka yang dialami bursa Jepang terjadi akibat meningkatnya saham-saham yang terkait dengan pertambangan dan perminyakan. Kondisi ini disebabkan oleh meningkatnya harga logam dan minyak mentah.

Indeks berjangka Nikkei 225 untuk kontrak bulan Desember mengalami peningkatan sebesar 0.2% dan ditutup pada level 17230 poin. Indeks spot Nikkei 225 mengalami peningkatan sebesar 17.99 poin (0.1%) menjadi 17177.89. Semenara itu Topix mengalami penurunan sebesar 1.88 poin (0.1%) menjadi 1658.18.

Mitsubishi meningkat 50 yen menjadi 3520 yen. Mitsui meningkat 40 yen menjadi 2810 yen. Inpex Holdings melonjak 40000 yen menjadi 1.21 juta yen. Nippon Mining mengalami peningkatan 24 yen menjadi 1177 yen. (NN/RISET-iwan)

Market Hongkong

Bursa Hong Kong Berakhir Positif Dipicu Sektor Property

Penutupan perdagang di bursa Hong Kong, Hangseng kembali membuat rekor baru (10/10). Kembali ditutup menguatnya bursa Hong Kong berkenaan dengan arus masuk dana dari China karena pemerintah China memutuskan untuk mengizinkan lebih banyak investasi pada bursa Hong Kong melalui program QDII. Di samping itu, proyek-proyek infrastruktur dan pemotongan pajak penghasilan juga turut mendorong penguatan yang terjadi di bursa Hong Kong.

Indeks spot Hang Seng mengalami peningkatan sebesar 341.29 poin (1.21%) menjadi 28569.33. Indeks ini mecetak rekor penutupan baru, mengalahkan rekor yang dicapai kemarin pada level 28228.04. Indeks spot Hang Seng kemarin bergerak pada kisaran 28292.9 – 28771.47.

Sektor property mengalami peningkatan sebesar 72.61 poin (0.22%) menjadi 33355.60 poin. ICBC mengalami kenaikan 0.57 hkd menjadi 6.92 hkd. Bank of China mengalami peningkatan sebesar 0.18 hkd menjadi 4.63 hkd. (RTRS/RISET-iwan)

Wednesday, October 10, 2007

Market Tokyo

Nikkei Menguat oleh Outlook Ekonomi AS yang Positif

Penutupan perdagangan di bursa Jepang kemarin siang (09/10) kembali membawa Nikkei ke teritori positif. Para pelaku pasar menyatakan bahwa outlook perekonomian AS yang memperlihatkan hasil yang positif meningkatkan sentimen positif di antara para investor. Saham eksportir masih menjadi saham primadona pada perdagangan kemarin.

Indeks berjangka Nikkei 225 untuk bulan Desember mengalami peningkatan sebesar 50 poin (0.3%) menjadi 17180 setelah sempat menyentuh level tertinggi pada 17280. Indeks spot Nikkei mengalami peningkatan sebesar 0.6% menjadi 17159.90.

Saham-saham yang mengalami peningkatan pada perdagangan antara lain Honda Motor, yang naik 1% menjadi 4020 yen. Kabu.com naik 11% menjadi 156000 yen. JVC naik 6.4% menjadi 284 yen. Sementara itu Inpex Holdings turun 3.3% menjadi 1.17 juta yen. JFE Holdings turun 1.7% menjadi 8150 yen. (NikkeiNet/RISET-iwan)

Market Hongkong

Hang Seng Cetak Rekor Baru, Seiring Dengan Pencetakan Rekor Bursa Shanghai

Setelah lewati sesi yang fluktuatif, kemarin (09/10) indeks Hang Seng akhiri sesinya dengan menguat ke rekor tertinggi baru. Penutupan bursa Shanghai yang menanjak ke level rekor baru angkat sentimen pasar Hong Kong, dan dorongan beli pun terus terjadi hingga akhir sesi hari ini. Sebelum menguat indeks sempat melemah hingga lebih 200 poin atas kurangnya dorongan pada penutupan Wall Street yang berakhir hanya naik tipis pada dini hari kemarin.

Setelah penutupan bursa Shanghai, aksi beli terus dominasi aktifitas pasar sehingga antarkan indeks Hang Seng ditutup menguat sebesar 457.75 poin atau 1.7% ke level rekor baru di 28, 228.04, setelah bergerak di sekitar level 27,491.93 sampai ke level rekor harian baru di 28,238.31. Adapun penutupan kemarin, kalahkan rekor sebelumnya di level 28,199.75 yang dicetak pada 2 Oktober lalu.

Sementara indeks Hang Seng berjangka terpantau menguat sebesar 593 poin ke level 28,383; dengan 27,514 sebagai level terendah dan 28,397 sebagai level tertinggi.

Adapun di antara yang menguat adalah Cheung Kong, perusahaan property milik Li-Ka Shing, yang naik sebesar 5.9% ke level HK$134.10; Sun Hung Kai Properties yang naik sebesar 4.6% ke level HK$135.40; Cathay Pacific yang menanjak sebesar 6% menjadi HK$21.85 oleh turunnya harga minyak; dan PetroChina rebound naik sebesar 1.3% ke level HK$14.28 setelah turun 3% pada Senin kemarin. (.REUTERS/RISET-iwan)

Tuesday, October 9, 2007

Market Asia

Bursa Asia bullish; Rekor di Korea, Australia, Singapore, Indonesia dan Filipina

Bursa saham se-Asia pada kemarin (08/10) diperdagangkan dengan tren bullish, menyusul kenaikan pada bursa Wall Street Jumat lalu yang diangkat oleh data tenaga kerja Amerika periode September (Non-farm payrolls) --dirilis memuaskan harapan para investor – menunjukkan suatu tren membaik pada pasar tenaga kerja, dengan demikian mengurangi kemungkinan terdapatnya resesi pada negara perekonomian terbesar di dunia ini.

Berbagai indeks saham di Korea Selatan, Australia, Singapore, Indonesia dan Filipina tercatat memecahkan rekor. Sementara bursa Hong Kong dan China menguat lebih dari 2%, bersamaan dengan kembalinya para investor daratan China dari libur panjang mereka. Pasar Jepang kemarin ditutup karena libur nasional.

Seorang analyst dari Hana Daewoo Securities di Seoul menilai bahwa kenaikan rekor di indeks Dow Jumat lalu, di tengah berkurangnya ekspektasi penurunan suku bunga the Fed, telah memberikan sentiment kuat untuk kenaikan pasar bursa di minggu ini pada kawasan Asia.

Analis pasar berpendapat bahwa pemulihan di sector lapangan kerja merupakan indikasi bahwa anjloknya portfolio subprime mortgage yang diikuti oleh krisis kredit nampaknya gagal untuk menggelincirkan pertumbuhan ekonomi di Amerika. (CNN/RISET-iwan)

Market Hongkong

Hang Seng Ditutup Melemah Tipis Oleh Aksi Ambil Untung

Setelah melewati sesi yang fluktuatif, kemarin (08/10) bursa Hong Kong akhiri sesinya dengan pelemahan tipis yang disebabkan oleh tekanan aksi ambil untung setelah bullish pada Jumat minggu lalu. Adapun “pertempuran” antara bargain buying dan profit taking tampak berlangsung cukup seru, di mana sebelum melemah indeks sampai sempat menguat hingga sebesar 400 poin sebelum akhirnya ditutup melemah.

Adapun indeks Hang Seng ditutup melemah 61.23 poin atau 0.2% ke level 27,770.29, setelah sempat menguat hingga ke level 28,482.42 dan melemah hingga ke level 27,651.21. Sementara indeks Hang Seng berjangka berakhir sebesar 134 poin ke level 27,790; dengan 27,644 sebagai level terendah dan 28,500 tertinggi.

Pada hari Jumat lalu indeks naik tajam karena bursa Shanghai tutup sehingga investor China gunakan dananya untuk trading saham di bursa Hong Kong, sehingga kemarin merupakan saat yang tepat untuk ambil untung.

Di antara semua saham yang aktif kemarin, terdapat 558 saham yang berakhir melemah, 444 menguat, dan 114 saham tetap. Diprediksi dalam waktu dekat ini sesi yang fluktuatif masih akan terus terjadi sampai dirilisnya berita yang kuat baik dari China maupun Hong Kong. (HSIBank/RISET-iwan)

Monday, October 8, 2007

Market Tokyo

Bursa Jepang Berakhir Mixed, Saham Teknologi Melemah

Bursa Tokyo akhiri sesi mingguannya (05/10) dengan sebuah pelemahan. Menurunnya harga saham-saham teknologi seperti Casio Computer dan Advantest pimpin pelemahan akhir minggu. Adapun volume perdagangan berlangsung ringan melihat banyaknya investor yang lebih memilih untuk “wait and see” data tenaga kerja Non Farm Payroll AS sebelum memutuskan untuk masuk pasar.

Indeks Nikkei ditutup melemah sebesar 27.45 poin atau 0.2% ke level 17,065.04, lanjutkan penurunan sebesar 107.40 kemarin; sementara indeks berjangka Nikkei masih naik tipis sebesar 10 poin ke level 17,130 dalam volume yang juga moderat. Indeks Topix yang mencakup semua saham yang diperdagangkan di Tokyo Stock Exchange juga masih ditutup menguat tipis, yaitu sebesar 1.31 poin atau 0.1% ke level 1,656.91.

Aksi investor yang menunggu data AS libur panjang pada akhir pekan ini (Senin pasar Tokyo tutup karena hari libur nasional), membuat volume perdagangan berlangsung sepi.

Adapun di antara yang melemah antara lain Casio Computer yang turun sebesar 19% ke level Y1,272 setelah umumkan penurunan proyeksi pendapatannya sebesar 39%, harga tersebut merupakan level terendah tahun ini; pembuat alat test uji coba chip komputer, Advantest, turun sebesar 4.6% menjadi Y3,500; dan Mitsubishi Chemical Holdings turun tipis 1.9% menjadi Y987. (.REUTERS/RISET-iwan)

Market Hongkong

Hang Seng Meranggas Naik, Bargain Hunting Pasca Koreksi

Setelah jatuh hingga lebih dari 1,200 poin pada dua sesi terakhir, Jum'at kemarin (05/10) indeks Hang Seng berakhir menguat lebih dari 850 poin. Aksi bargain hunting pasca pelemahan kemarin, tampak kembali angkat indeks yang terserang oleh aksi profit taking tersebut.

Indeks Hang Seng ditutup menguat sebesar 857.54 poin atau 3.2% ke level 27,831.52; setelah bergerak di sekitar level 27,203.91 sampai 27,843.59. Untuk minggu ini diprediksi indek masih akan terus naik dengan aksi ambil untung akan kembali menyerang ketika indeks mulai sentuh level 28,000.

Seorang analis mengatakan sesi bursa Hong Kong masih akan fluktuatif dengan saham China akan dapat angkat indeks kembali ke area di atas level 28,000; namun kejatuhan tajam seperti pada Agustus kemarin diprediksi tidak akan kembali terulang.

Di antara yang menguat Jumat adalah Hong Kong Exchanges (HKE) yang melesat naik 6.9% menjadi HK$244.20 setelah Goldman Sachs naikkan target harganya menjadi HK$280 dari HK$213; HSBC menguat sebesr 1.2% ke level HK$ $150.8; China Mobile naik 2.6% menjadi HK$129.90; dan perusahaan perminyakan seperti PetroChina, CNOOC, serta Sinopec menguat setidaknya sebesar 6%. (.REUTERS/RISET-iwan)

Friday, October 5, 2007

Market Tokyo

Bursa Jepang Berakhir Turun oleh Ambil Untung

Perdagangan di bursa Jepang pada penutupannya kemarin (04/10) Nikkei kembali terpuruk pada teritori merah. Perdagangan di bursa kemarin diwarnai gelombang aksi ambil untung setelah mengalami penguatan lebih dari 25% pada tiga sesi sebelumnya. Para pelaku pasar mengharapkan Nikkei akan mampu bertahan pada level 17000 setelah berhasil menembus angka teknikal penting.

Indeks berjangka Nikkei 225 untuk kontrak bulan Desember mengalami penurunan sebesar 0.5% menjadi 17120 poin. Sementara itu indeks spot Nikkei 225 mengalami penurunan sebesar 0.6% menjadi 17092.49. Sementara itu, indeks Topix mengalami penurunan 0.5% menjadi 1655.60.

Saham-saham yang menjadi market movers perdagangan antara lain Elpida yang meningkat 6.6% menjadi 4180 yen. Sementar aitu Seven & Holdings Co, retailer terbesar di Jepang, mengalami penurunan sebesar 3.3% menjadi 2920 yen. (.REUTERS/RISET-iwan)

Market Hongkong

Hang Seng Berakhir Anjlok, Aksi Ambil Untung Berlanjut

Setelah sempat berada dalam periode rally panjang dan cetak rekor berturut-turut, kemarin (04/10) indeks Hang Seng masih ditutup melemah tajam, lanjutan pelemahan lusa sebelumnya,masih berlangsungnya aksi ambil untung.

Akhirnya Hang Seng ditutup melemah sebesar 505.96 poin atau 1.84% ke level 26,973.98, dengan 26,746.63 sebagai level terendah dan 27,423.11 tertinggi.

Sementara Hang Seng berjangka hari ini turun sebesar 242 poin ke level 27,013 ; setelah bergerak pada kisaran 26,752 sampai 27,467. Dalam jangka pendek ini, diperkirakan indeks akan masih berada dalam sentimen negatif dengan level 25,000 sebagai support kuat.

Di antara yang melemah dalam perdagangan kemarin yakni antara lain China Mobile yang ditutup turun sebesar HK$3.20 atau 2.47% ke level HK$126.60; dan HKEx turun 2.73% menjadi HK$228.4; sementara HSBC naik sebesar 0.88% menjadi HK$149; dan Hutchison Whampoa menguat 0.61% menjadi HK$81.85. (REUTERS/RISET-iwan)

Thursday, October 4, 2007

Market Tokyo

Citigroup,Inc Dongkrak Bursa

Index saham Jepang menguat, terutama saham-saham finansial setelah Citigroup Inc. menyatakan rencana untuk mengambil alih sisa saham Nikko Cordial Corp. yang belum mereka miliki serta dipicu oleh spekulasi bahwa krisis pasar kredit Amerika akan berakhir. Sementara, saham-saham perusahaan sekuritas seperti Nomura Holdings Inc. menguat karena prediksi akuisisi saham oleh perusahaan-perusahaan sing dalam sektor industri tersebut masih akan berlanjut.

Saham-saham perusahaan baja menguat, terutama JFE Holdings Inc.setelah unit perusahaan, JFE Steel Corp., menyatakan akan menaikkan harga logam untuk perkapalan 15%, sebagai indikasi bahwa kenaikan harga bahan baku tidak akan mengurangi profit perusahaan.

Namun, saham Toyota Motor Corp. melemah setelah perusahaan otomotif tersebut menyatakan penurunan penjualan produk di Amerika pada bulan lalu. Menurut perusahaan, penjualan produk di Amerika merosot 4,4% pada bulan lalu. Saham Toyota melemah 0,7% untuk yang pertama dalam lima hari terakhir. Penjualan produk perusahaan otomotif ini dalam setahun turun mencapai 16,2 juta pada bulan lalu, setelah pada tahun sebelumnya mencapai jumlah 16,6 juta. (REUTERS/RISET-iwan)

Market Hongkong

Hang Seng Turun Tajam, Koreksi Teknikal?

Setelah terus rally pada tiga sesi sebelumnya yang membawa Hang Seng ke level rekor tertinggi barunya secara berturut-turut, kemarin (03/10) Hang Seng berakhir turun tajam, oleh tekanan aksi ambil untung pasca rally panjang kemarin. Adapun sesi kemarin berlangsung fluktuatif.

Indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar 719.81 poin atau 2.6% ke level 27,479.94; setelah bergerak di sekitar level 27,245.48 sampai 28,871.04. Sementara Hang Seng berjangka turun sebesar 961 poin ke level 27,254; dengan 27,190 sebagai level terendah dan 28,966 tertinggi.

Seorang analis mengatakan bahwa belakangan ini indeks telah menguat terlalu tinggi, sehingga koreksi saat ini memang terhitung wajar. Resiko yang masih ada di hadapan antara lain adalah belum pastinya The Fed akan turunkan suku bunga. Jika hal tesebut tidak terjadi, maka akan berdampak cukup besar terhadap bursa.

Adapun yang saat ini yang turut andil dalam menekan indeks adalah rumor bahwa beberapa peruasahaan ingin menjual sebagian sahamnya guna mendapatkan dana tunai. (RISET-iwan)

Wednesday, October 3, 2007

Regional Market

Euphoria Market Regional Asia, Rekor Baru di Hong Kong dan Indonesia

Pada sesi perdagangan kemarin (02/10) semua bursa saham di Asia dilaporkan menguat. Indeks Nikkei dilaporkan melewati level 17,000 walaupun belum sampai melewati level 18,000 di mana level tersebut merupakan level recovery bagi indeks Nikkei. Peningkatan ini diprediksikan akan terus berlanjut mengingat bursa Amerika juga telah meninggalkan level 14,100 dan secara teknikal masih akan bullish. Pada bulan Agustus indeks Nikkei sempat jatuh ke level 15,000 akibat masalah subprime di Amerika.

Bursa Asia lainnya yaitu Hangseng kembali mencapai rekor tertinggi di level 28,700, merupakan rekor terbaru bagi indeks Hangseng yang hari ini dipimpin oleh kenaikan harga saham petro china.

Di Indonesia terlihat bursa efek Jakarta (BEJ) membukukan sejarah rekor tertinggi sepanjang sejarah IHSG, dengan telah menembus angka 2,400. Penembusan IHSG ini secara lokal didukung oleh naiknya saham sektor telekomunikasi dan pertambangan. Bursa saham Asia diperkirakan masih akan terus meningkat mengingat bursa saham Amerika yang juga diduga masih akan terus meningkat, apalagi mengingat pada pertemuan minggu ini terdapat kemungkinan The Fed akan menurunkan suku bunganya kembali. (RISET-iwan)

Market Hongkong

Hang Seng Meroket Cetak Rekor Tembus Level 28,000; Dipimpin Saham China

Kesaktian Hang Seng belum berakhir, kemarin (02/10) Hang Seng awali sesi Oktober dengan meroket naik lebih dari 1000 poin! Masih melanjutkan proses pencetakan rekornya. Memang banyak faktor yang mengangkat sentimen pasar pada saat ini, yaitu bullish-nya Wall Street, ekspektasi akan terus diturunkannya suku bunga The Fed dan adanya aliran dana masuk dari China yang saat ini bursanya sedang libur.

Hang Seng ditutup naik sebesar 1,057.28 poin atau 3.9% ke level 28,199.75; setelah bergerak di kisaran 27,795.55 sampai 28,256.80, yang juga merupakan level tertinggi harian baru. Tampak bursa Hong Kong awali sesi kuartal III-nya dengan sebuah penguatan tajam. Hal yang sama juga tampak terjadi dengan indeks Hang Seng berjangka yang kemarin melonjak naik sebesar 1033 poin ke level 28,215; dengan 27,782 sebagai level terendah dan 28,373 tertinggi.

Saham properti dan keuangan naik oleh ekspektasi bahwa The Fed akan turunkan suku bunganya di bulan ini, melanjutkan penurunan suku bunga September. Namun saham-saham China juga turut meroket oleh kebutuhan trading manajer investasi China yang hari ini tidak bisa membelanjakan uangnya di Bursa China yang tengah tutup kemarin.

Adapun sub-indek saham China yaitu Hang Seng China Enterprises index naik sebesar 955.93 poin atau 5.62% ke level 17,973.87; sub-indeks properti melejit naik sebesar 1,453.95 poin atau 4.47% ke level 33,969.52; dan sub-indeks untuk saham keuangan menanjak sebesar 1,661.85 poin atau 4.05% menjadi 42,268.07.

Tuesday, October 2, 2007

Market U.S

Bursa AS Rally, Indeks Dow Jones Rekor Tertinggi Tembus 14,000

Setelah melemah pada sesi Jumat kemarin, semalam (02/10) bursa AS awali sesi Oktober dengan rally yang mengantarkan indeks Dow Jones Industrial Average ke level rekor tertingginya. Saat ini investor tengah berspekulasi bahwa kondisi kerugian terburuk pada perbankan dan kontraktor perbankan akibat krisis kredit subprime telah berlalu.
Lennar Corp. dan D.R. Horton Inc., dua kontraktor perumahan terbesar AS, menguat malam ini setelah Citigroup Inc. mengatakan bahwa penurunan nilai industri hingga 53%, saat ini telah kembali membuat industri tersebut menarik bagi investor. Citigroup sendiri pimpin penguatan pada saham keuangan setelah menyatakan bahwa pada akhir tahun nanti diprediksi tingkat pendapatan tetap akan bertahan di level normal.

Selain itu pernyataan mantan gubernur The Fed, Alan Greenspan, yang mengatakan bahwa krisis kredit mungkin akan segera berakhir tampak berhasil mengangkat sentiment pasar semalam. Angka indeks manufaktur dari Institute for Supply Management yang tunjukkan tingkat pertumbuhan terendah dalam 6 bulan pada September indikasikan bahwa tekanan inflasi masih akan rendah dalam waktu dekat ini, sehingga kemungkinan The Fed untuk turunkan suku bunga demi mencapai target pertumbuhan ekonomi menjadi semakin besar.

Semua indeks AS menguat semalam, di mana indeks Dow Jones Industrial Average naik sebesar 147.37 poin atau 1.06% ke level 14,043.00 yang merupakan level rekor tertingginya sejauh ini; indeks Standard & Poor's 500 naik sebesar 15.26 poin atau 1% ke level 1,542.01; dan Nasdaq Composite Index naik sebesar 29.05 poin atau 1.08% menjadi 2,730.55. (ASSOCIATES PRESS BUSINESS/RISET-iwan)

Market Tokyo

Bursa Jepang Ditutup Mixed, Nikkei Naik 65 Poin

Perdagangan di bursa Jepang kemarin (01/10) berakhir dengan posisi yang mixed. Indeks Nikkei mengalami peningkatan dengan aksi beli pada saham-saham perbankan dan otomotif setelah saham-saham tersebut sempat mengalami penurunan akibat aksi ambil untung pagi tadi. Nikkei berjangka mengalami peningkatan 65 poin dan ditutup pada 16830 setelah bergerak pada kisaran 16720 – 16955. Sementara itu indeks spot Nikkei ditutup menguat 0.4% pada 16845.96.
Meskipun Nikkei mengalami penutupan di teritori positif, akan tetapi Topix ditutup dengan membukukan penurunan. Topix turun akibat aksi ambil untung pada saham-saham real estate dan konstruksi. Pada sesi perdagangan besok diperkirakan indeks Nikkei akan tertahan di bawah level 17000. Topix ditutup turun 0.1% menjadi 1615.89.

Saham-saham yang mengalami penurunan yang menggerakkan Topix turun antara lain Kajima, yang membukukan penurunan sebesar 3.8% menjadi 380 yen. IHI juga membukukan penurunan yang sangat tajam, sebesar 22% menjadi 281 yen. (REUTERS/RISET-iwan)

Monday, October 1, 2007

Market Tokyo

Nikkei Berakhir Melemah, Ambil Untung Pada Saham Asuransi dan Real Estate

Setelah rally selama 3 hari berturut-turut, Jum'at (28/09) indeks Nikkei akhiri sesi dengan pelemahan oleh tekanan ambil untung, khususnya pada saham-saham asuransi dan real estate. Saham-saham pembiayaan konsumen juga melemah, karena sebelumnya telah menguat tajam.

Indeks Nikkei ditutup melemah sebesar 46.53 poin atau 0.3% ke level 16,785.69 setelah sebelumnya sempat menguat hari ini. Hari ini merupakan pelemahan pertama dalam 4 sesi terakhir, di mana pada rally 3 hari tersebut, Nikkei telah bukukan penguatan lebih dari 500 poin yang dipicu oleh ekspektasi penurunan suku bunga lanjutan oleh The Fed. Sementara indeks Nikkei kontrak Desember hari ini turut melemah, yaitu sebesar 55 poin ke level 16,820; dengan 16,790 sebagai level terendah dan 17,000 tertinggi.

Untuk minggu ini diprediksi kenaikan indeks akan bersifat terbatas, mengingat kenaikan saham pada minggu ini hanya lebih kepada usaha “window dressing” menjelang pelaporan kondisi keuangan perusahaan kuartal III. Namun dikabarkan bahwa penguatan pada saham perkapalan bukan sekedar karena “window dressing” melainkan karena fundamental yang memang kokoh. Saham perkapalan diprediksi akan mampu membawa indeks Nikkei ke atas level 17,000.

Saham-saham asuransi yang didera tekanan ambil untung antara lain Mitsui Sumitomo Insurance yang turun sebesar 3.3% ke level Y1,349; dan Nomura Securities yang melemah sebesar 1.5% menjadi Y1,926; sementara dari real estate, Mitsubishi Estate turun sebesar 2.9% menjadi Y3,290.

Adapun saham energi masih terus meningkat atas masih tingginya harga minyak, di mana Cosmo Oil naik sebesar 4.8% menjadi Y548; dan Sumitomo Metal Mining Co. naik sebesar 1.1% ke level Y2,790. Adapun indeks dengan cakupan lebih luas, Topix, juga berakhir menguat, yaitu sebesar 0.1% ke level 1,616.62. (.REUTERS/RISET-iwan)

Market Hongkong

Rekor Baru Hang Seng Di Akhir Sesi Kuartal III

Pada sesi terakhir di bulan September yang sekaligus merupakan akhir dari kuartal III tahun ini, indeks Hang Seng (28/09) masih akhiri sesinya dengan sebuah rekor baru. Selain atas adanya ekspektasi bahwa The Fed akan turunkan suku bunga, sentimen pasar juga diangkat oleh harapan akan mengalirnya dana investasi dari masyarakat China. Pasar saat ini tampak optimis bahwa pada 1 Oktober nanti pemerintah China akan umumkan deregulasi pada peraturan investasinya.

Indeks ditutup menguat sebesar 77.32 poin atau 0.3% ke level 27,142.47 dalam sesi perdagangan yang fluktuatif dan bervolume rekor terbesar yang sebanyak 16.99 milyar saham senilai HK$148.58 milyar, sebelumnya indeks sempat melemah sebesar 166 poin. Sementara pada indeks berjangkanya, Hang Seng belum berhasil bangkit dari pelemahannya, di mana indeks akhirnya ditutup melemah sebesar 52 poin ke level 27,182.00; dengan 27,010 sebagai level terendah dan 27,317.00 tertinggi. Saham-saham energi China tampak pimpin penguatan, di mana CNOOC naik sebesar 4.7% ke level HK$13.06; dan PetroChina naik sebesar 4.8% menjadi HK$14.74. (.REUTERS/RISET-iwan)

The Ubuntu Counter Project - user number # 16649