Nikkei Dibuka Melemah; Keraguan Paket Stimulus dan Penguatan Yen
Bursa saham Jepang, Nikkei, diperdagangkan pagi ini (21/01) melemah dimana indeks spotnya turun cukup significant sebesar 139.86 poin (1.2%) di level 13701.43, sementara indeks berjangka kontrak Maret terpantau melemah moderat sekitar 45 poin pada 13630. Nikkei dibuka melemah karena penguatan yen dan kekhawatiran proposal untuk paket stimulus gagal untuk meredakan kekhawatiran resesi tetapi kerugian akan terbatasi karena aksi bargain hunting di level rendah.
Fujitsu Ltd menjadi focus karena merencanakan spin off atas unit operasi microchip yang bermasalah. Langkah tersebut dapat memuluskan jalan untuk berpartner dengan perusahaan semikonduktor lainnya. Presiden Bush memberikan rencana stimulus buat ekonomi dengan pemangkasan pajak sebesar $150 milyar dan langkah lainnya untuk meningkatkan perekonomian, tetapi harga saham masih melemah atas kekhawatiran hal tersebut tidak akan mencegah resesi. Menurut GM dari Nikko Cordial Securities, Hiroichi Nishi bahwa penurunan yang terjadi di Wall Street dan menguatnya yen akan membuat bursa saham Jepang dimulai dengan beberapa penjualan. Tetapi nilai dan teknikal menunjukkan bursa sudah berada di level beli dan menjaga penurunan terbatasi.
Saham Defensive kemungkinan meningkat seperti semiconductor dimana perusahaan sejenis di US mengalami rally setelah perkiraan pendapatan 2008 dari IBM diatas perkiraan pasar. Nikkei diperkirakan diperdagangkan diantara 13,600-13,900. Sementara di Chicago, Nikkei diperdagangkan di level 13,470-13,800 dan disettle di level 13,560. (REUTERS/RISET-iwan)
Monday, January 21, 2008
Market Tokyo
Posted by Russley Futures-Administrator


