Tuesday, May 29, 2007

Market Tokyo

Nikkei Rebound dari Low Level Sebulan

Index saham Jepang berbalik menguat dari level terendah sebulan, terutama karena saham-saham eksportir menguat setelah yen melemah terhadap dolar dan euro, menyebabkan kenaikan profit penjualan produk perusahaan di luar negeri. Pekan lalu, yen melemah 0,3% pada level 121,79/dolar di New York, level terendah sejak 12 Februari. Sesuai data terakhir, yen ditransaksikan pada level 121,65/dolar. Yen turun 0,4% pada level 163,73/euro, mendekati level terendah pada kisaran 164,02.

Pada tahun ini, valuta Jepang tersebut telah melemah 2,3% sampai penutupan sesi transaksi 25 Mei. Investor mempergunakan dana dalam valuta Jepang, yang memiliki suku bunga terendah diantara negara-negara maju, untuk memperoleh saham dengan profit lebih tinggi dari luar negeri
. Transaksi tersebut menekan yen, serta menaikkan nilai valuta asing.

Sementara, saham-saham perusahaan dagang menguat setelah harga komoditi melonjak pada akhir pekan lalu. Mitsubishi Corp., dengan pendapatan nomor dua terbesar berasal dari penjualan minyak mentah dan bahan bakar industri, menguat 2,2%, level tertinggi sejak 10 Mei. Sumitomo Metal Mining Co. melonjak 3,2%. Nippon Steel Corp. mengalami kenaikan 1,2%.

Benchmark enam jenis logam yang ditransaksikan pada London Metal Exchange, diantaranya tembaga dan timah, menguat 2,4% setelah melemah 5,9% dalam tiga hari terakhir. Kontrak minyak mentah untuk pengiriman bulan Juli menguat 1,6% pada level $65,20/barel di New York dan sesuai data terakhir ditransaksikan pada level $64,91. Permintaan dari China yang
melonjak telah menyebabkan harga komoditi seperti tembaga dan nikel mencapai level tertinggi. Pada 25 Mei, Shanghai Futures Exchange menyatakan cadangan tembaga merosot dari level tertinggi tiga tahun.

Index Nikkei melemah 0,36% pada hari Selasa, beberapa saham menguat seperti TDK Corp. dan Canon Inc. berbalik melemah.

The Ubuntu Counter Project - user number # 16649