Kospi Menguat, Imbas Naiknya Harga Minyak Mentah
Indeks bursa saham Korea, Kospi, diperdagangkan menguat secara terbatas pagi ini (23/04) dengan indeks cash naik tipis sebesar 6.01 poin (0.51%) di level 1796.50, sementara indeks berjangka Juni menguat 90 poin pada level 231.85. Kospi sempat dimulai dengan penurunan setelah harga minyak dunia rally ke level tertinggi dan outlook yang mengecewakan dari pendapatan perusahaan US sehingga memukul bursa saham Wall Street semalam.
Saham-saham yang sensitive dengan harga minyak seperti sektor transportasi dan manufaktur seperti Korean Air Line dan POSCO diperdagngkan melemah setelah harga minyak dunia meningkat mendekati level tertinggi $120/barrel. Menurut Analis dari SK Securities, pasar sentiment akan agak melemah karena peningkatan sebelumnya dan penurunan bursa Wall Street. Saham teknologi akan mendapat tekanan karena peningkatan yang cukup besar sebelumnya dan setelah Samsung memberikan pengumuman yang besar kemarin.
Samsung Group Chairman Lee Kun-hee mengundurkan diri dari jabatannya setelah diindikasikan penggelapan pajak sehingga membuat saham yang berhubungan dengan Samsung Group diperdagangkan melemah pada perdagangan kemarin. E&S Co, unit dari SK Energy mengatakan joint venturenya dengan China Gas Holdings sudah membeli 50% saham dalam perusahaan distribusi gas local di China Timur sebesar $10 juta. Dongkuk Steel Mill yang merupakan perusahaan baja terbesar ketiga di Korea Selatan akan meningkatkan harga piringan baja yang digunakan untuk shipbuilding sebesar 23% untuk melampaui peningkatan harga material dasar. (reuters/iwan)
Wednesday, April 23, 2008
Market Korsel
Posted by Russley Futures-Administrator


