Nikkei Jatuh, Penguatan Yen dan Kekuatiran Pasar Kredit AS
Nikkei anjlok kembali pada awal perdagangan minggu ini (17/03) dengan indeks cash jatuh tajam sebesar 339.03 poin (2.93%) pada level 11902.57, sementara indeks berjangka kontrak Maret terpantau merosot tajam sekitar 555 poin di level 11775. Nikkei melemah karena kekhawatiran pasar kredit pada minggu lalu oleh penyelamatan darurat Bear Stearns serta oleh kuatnya nilai yen membebani sektor exportir seperti Toyota Motor Corp.
Salah satu focus lainnya seperti Hitachi Ltd mengatakan akan membukukan kerugian bersih dalam tahun 2007 dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya yang membukukan keuntungan bersih. Faktor menguatnya nilai yen yang berada di level 97 – 96 menjadi faktor utama yang memberikan arah bagi bursa saham. Kenyataan yang terjadi pada Bear Stearns meningkatkan ketidakstabilan terhadap bursa saham.
Jika nilai dolar pulih ke level 99 maka bursa saham dapat mengalami rebound kecil tetapi sebaliknya bursa akan mencoba level 12,000. Nikkei diperkirakan diperdagangkan di level 11,900-12,400 dengan saham defensive akan diburu meskipun pada umumnya saham unggulan melakukan penjualan. Sementara di Chicago, Nikkei diperdagangkan di level 12,080-12,540 dan disettle dilevel 12,110.
Sementara itu, Hitachi yang merupakan perusahaan industri elektronik terbesar di Jepang memangkas perkiraan bersih untuk tahunan menjadi kerugian 70 milyar yen dari keuntungan 10 milyar yen. Fuji Film akan menginvestasikan 15 milyar yen untuk membangun pabrik baru di Belanda untuk memproduksi komponen yang digunakan dalam printing untuk lebih baik dari saingannya Eastman Kodak
Monday, March 17, 2008
Market Tokyo
Posted by Russley Futures-Administrator


