Indeks Hang Seng kemarin (03/01) ditutup anjlok setelah diperdagangkan pada teritori negatif sepanjang sesi, akibat sentimen berita negatif dari AS dan bullishnya harga minyak ke level $100 per barrel.
Indeks Hang Seng ditutup anjlok sebesar 673.24 poin atau turun 2.4 persen ke level 26,887.28. Semalam harga minyak di NYMEX mencapai $100 untuk pertama kalinya dalam sejarah. Data manufaktur yang dirilis AS malam kemarin, yang merupakan terrendah selama lebih dari empat tahun, juga semakin menekan bursa.
Penurunan ini dipimpin oleh saham-saham Cina, yang jatuh setelahmelambungnya harga minyak ke level $100 per barrel dan lemahnya data manufaktur dari AS yang kembali menimbulkan kekhawatiran pada investor mengenai perlambatan perekonomian AS yang mungkin bisa terjadi lebih cepat. Bank terbesar di Cina, yaitu ICBC, turun 35 sen atau 6.3% menuju level 5,22 hkd.
Saham penerbangan turun akibat naiknya harga minyak yang membebani biaya operasi mereka. China Eastern Airlines turun sebesar 0.89 hkd atau 11.06 % ke level 7.16 hkd dan Air China juga turun 0.90 hkd atau 7.8% ke level 10.64 hkd.
Saham tambang juga turun seiring dengan naiknya harga minyak yang dapat memperlambat pertumbuhan perekonomian global dan melemahkan permintaan konsumen. Sementara itu saham pertambangan emas justru naik akibat harga emas yang juga bullish seiring dengan bullishnya harga minyak. Lingbao Gold naik 0.40 hkd atau 8.73% ke level 4.98 hkd dan Zijin Mining naik 0.22 hkd atau 1.79% ke level 12.54.
Sementara itu indeks berjangka Hang Seng juga anjlok 642 poin ke level 27,026 setelah bergerak pada kisaran 26,822 – 27,277.
Friday, January 4, 2008
Market Hongkong
Posted by Russley Futures-Administrator


