Monday, December 3, 2007

Market Tokyo

Minggu Ini, Diperkirakan Bursa Saham Tokyo Akan Menguat Didukung Harapan Kuat Akan Pemangkasan Suku Bunga

Saham-saham yang diperdagangkan di bursa Tokyo di harapkan akan melanjutkan penguatannya minggu depan, setelah naiknya sentiment positif mengenai adanya perbaikan dalam masalah perkreditan di Amerika dan juga semakin stabilnya Wall Street. Kekuatiran akan memburuknya kondisi pasar juga semakin berkurang, demikian para analis dari perusahaan sekuritas di Jepang. Bank Sentral Amerika juga tampaknya akan memotong kembali tingkat suku bunga di bulan Desember dan bursa saham Amerika juga sudah memasuki pemulihan. Kondisi pasar global inilah yang akan membawa indeks saham Nikkei ke level 16.000 sebelum kebijakan Fed yang akan diumumkan tgl 11 Desember 2007 nanti.

Minggu kemarin indeks Nikkei 225 turun tajam 791.90 poin atau 5.3% dan di akhir penutupan bursa di tutup di level 15.680.67. Pasar menantikan kebijakan Fed untuk menurunkan suku bunga yang di ambil karena keadaan perkreditan dan bursa saham Amerika yang sedang mulai membaik. Toshihiko Matsuno wakil general manger dari SMBC Friend Securities Co. mengatakan bahwa turunnya harga saham Jepang akan mendorong pasar untuk melakukan aksi beli yang di dasarkan atas kondisi pasar yang membaik. Namun demikian para broker juga menyebutkan bahwa kekuatiran mengenai krisis perkreditan rumah masih menjadi penahan penguatan pasar. Walaupun harga saham menguat cukup baik minggu ini, para investor masih ragu mengenai apakah bursa saham benar-benar sudah di level bawah untuk siap rebound. Karena itu investor yang mulai berani untuk mengambil posisi beli masih sedikit.

Kebanyakan investor institusi akan ragu untuk melakukan pembelian di atas level 15.000. Market hanya memerlukan bukti sehingga akan mengundang para pembeli baru seperti para pengelola dana dari “sovereign wealth funds “akan tertarik untuk membeli saham-saham di bursa Jepang.

Minggu ini, pemain-pemain saham akan melanjutkan perhatian mereka ke pada kondisi perekonomian Amerika yang merupakan penggerak ekonomi terbesar di dunia. Indikator yang akan dinantikan termasuk data yang dikeluarkan oleh Institute for Supply Management baik itu indeks manufacturing dan non manufacturing , dan juga indeks non farm payroll. (RISET-iwan)

The Ubuntu Counter Project - user number # 16649