Nikkei Melemah oleh Menguatnya Yen, Tertahan GDP Q3 yang Kuat
Nikkei mengawali awal perdagangannya pagi ini (13/11) dengan melemah karena turunnya saham-saham exportir seperti Toyota Motor Corp karena penguatan nilai yen ke level 109 memberikan kekhawatiran investor terhadap outlook keuntungan perusahaan. Sebelum bursa spot dibuka dirilis data GDP Q3 yang ternyata lebih baik dari ekspektasi para ekonom. Data real GDP kwartalan Jepang bertumbuh 0.6% (tahunan 2.6%), di atas perkiraan pasar yang sebesar 0.4%, terdongkrak oleh kuatnya ekspor dan belanja modal (capex). Indeks berjangka dibuka melemah lebih dari 100 poin, namun terangkat oleh rilis data GDP yang kuat, menjadi flat terhadap pasar kemarin pada 15165, sementara indeks cash dibuka turun 48.93 poin (-0.3%) pada level 15148.16.
Saham Isuzu Motor Ltd menjadi focus investor setelah perusahaan membukukan penurunan keuntungan operasional sebesar16% karena penjualan truk di Jepang, Amerika Utara dan Thailand mengalami penurunan yang tajam.
Setelah bursa tutup, Gubernur Bank of Japan, Toshihiko Fukui dijadwalkan untuk memberikan konfrensi pers setelah BOJ mengadakan pertemuannya selama 2 hari. Analis memperkirakan BOJ akan mempertahankan suku bunganya di level 0.5%.
Pasar memperkirakan Nikkei diperdagangkan dalam range 14,900-15,400. Sementara di Chicago, Nikkei diperdagangkan di level 15,015-15,230 dan disettle di 15,015. Rohm Co Ltd akan buy back saham. Nippon Steel dan POSCO dari Korea mencapai persetujuan dasar untuk mengembangkan bisnis kerjasama di Asia. (REUTERS/RISET-iwan)
Tuesday, November 13, 2007
Market Tokyo
Posted by Russley Futures-Administrator


