Nikkei Berakhir Melemah, Terimbas Pidato Bernanke yang Negatif
Tidak hanya nilai tukar dolar dan bursa saham AS dibuat anjlok oleh pernyataan Bernanke yang cukup Hawkish dalam menggambarkan bahwa perekonomian AS akan mengalami perlambatan pada kuartal IV nanti. Jum'at lalu (09/11) bursa Jepang juga turut lesu oleh pidato semalam, mengingat besarnya ketergantungan perekonomian Jepang terhadap pasar AS.
Dalam pidatonya Bernanke menyatakan bahwa masalah inflasi dan perlambatan ekonomi tengah mengancam perekonomian AS secara bersamaan, oleh karena ini pasar mengartikan bahwa The Fed tidak akan menurunkan suku bunga lanjutan pada tahun ini dan membiarkan perlambatan ekonomi terjadi. Seorang analis Jepang hari ini mengatakan bahwa proyeksi tingkat pendapatan perusahaan eksportir Jepang cenderung akan menurun hingga 6 bulan ke depan. Indeks Nikkei berakhir turun sebesar 188.15 poin atau 1.2% ke level 15,583.42 di Tokyo, merupakan level terendahnya selama tiga bulan; adapun sebelumnya indeks sempat naik tipis sebesar 0.4%. Sementara Nikkei berjangka turut terpantau melemah, yaitu turun sebesar 1.1% ke level 15,560.
Adapun indeks Topix yang mencakup seluruh saham yang diperdagangkan di Tokyo Stocks Exchange, hari ini melemah sebesar 22.59 poin atau 1.5% menjadi 1,494.35, setelah sebelumnya sempat naik sebesar 0.5%. Pada keseluruhan minggu ini, Nikkei telah bukukan pelemahan sebesar 5.7%, dan Topix sebesar 6.6%, merupakan pelemahan mingguan ke dua terbesar yang pernah terjadi pada keduanya di tahun ini. (REUTERS-RISET-iwan)
Monday, November 12, 2007
Market Tokyo
Posted by Russley Futures-Administrator


