Hang Seng Melemah Tinggalkan Rekor, Dipimpin Angang Steel dan Cnooc
Indeks Hang Seng (31/10) berakhir menguat setelah Angang Steel Co. laporkan kondisi keuangan yang mengecewakan. Selain itu, terus turunnya harga minyak juga tekan CNOOC jauh melemah, dan investor pun mulai berspekulasi bahwa penguatan sejauh ini telah terlalu berlebih.
Angang Steel, produsen komiditi besi baja terbesar ke tiga China, jatuh dengan level terbesarnya selama 4 minggu setelah laporkan tingkat pendapatan kuartal III yang menurun oleh meningkatnya biaya operasional. CNOOC juga tampak pimpin pelemahan pada saham perminyakan kemarin, setelah harga minyak terus bergerak melemah.
Adapun kemarin indeks Hang Seng terpantau melemah sebesar 285.64 poin atau 0.9% ke level penutupan 31,352.58, akhiri rally pada 4 hari terakhir di mana indeks sempat bukukan penguatan sebesar 7.9%. Sepanjang tahun ini, indeks telah menguat sebesar 57%. Sementara Hang Seng berjangka terpantau melemah sebesar 302 poin ke posisi 31,268; dengan 31,585 sebagai level tertinggi dan 31,161 terendah.
Melihat lajunya pergerakan indeks sejauh ini, mungkin banyak yang akan memprediksi bahwa secara fundamental indeks akan terus terkoreksi hingga ke bawah level 30,000; namun dengan tingginya tingkat likuiditas pasar seperti saat ini, kecil kemungkinan hal tersebut dapat terjadi. Pada sesi pagi hari indeks sempat anjlok turun 1.5%, namun aksi bargain buying kembali menyerbu sehingga indeks hanya ditutup melemah sekitar 200 poin.
Adapun Angang Steel turun sebesar 6.2% ke level HK$28.15, setelah laporkan penurunan profit sebesar 18%; Cnooc, produsen minyak lepas pantai terbesar China, melemah sebesar 76 sen atau 4.5% menjadi HK$16.16; sementara PetroChina Co., the perusahaan minyak terbesar China, turun sebesar 1.8% ke level HK$19.40. (EFINET/RISET-iwan)
Thursday, November 1, 2007
Market Hongkong
Posted by Russley Futures-Administrator


