Nikkei Dibuka Melemah Tajam, Yen Mendekati Level 113
Nikkei dibuka turun tajam sampai poin pada pagi ini (29/8) dan diperkirakan akan diperdagangkan melemah karena turunnya saham-saham exporter setelah kekhawatiran ekonomi dan masalah kredit yang terjadi di US membuat Wall Street diperdagangkan melemah tajam pada perdagangan kemarin ditambah dengan penguatan nilai yen mendekati level 113. Masalah penguatan yen akan menjadi pemicu penurunan bursa yang akan dipimpin oleh index Futures terlebih dahulu. Saham-saham sektor keuangan akan melemah setelah Merrill Lynch memperingatkan masalah kredit akan melukai keuntungan dari perbankan. Masalah yang terjadi masih cerita lama yang sama dan situasi belum berubah sehingga pasar akan bergerak kebawah. Pasar memperkirakan Nikkei diperdagangkan di level 15,900-16,100. Sementara di Chicago, Nikkei diperdagangkan di level 15,915-16,210 dan disettle di level 16,950.
Pada perdagangan New York kemarin, nilai yen melemah ke level 114.36 sementara bursa Wall Street turun lebih dari 2% setelah Merrill Lynch menurunkan peringkat dari Bear Stearns Cos, Lehman Brothers dan Citigroup dari “buy” menjadi “neutral” dan merendahkan perkiraan pendapatan bank. Marubeni Corp, perusahaan trading house di Jepang merencanakan untuk menginvestasikan dananya sebesar23 milyar yen untuk membeli 10% saham dalam proyek LNG di Peru untuk mensupply perusahaan utility dan gas di Jepang. Yahoo Japan mengatakan akan membeli 16.5% saham dalam Kakaku.com Inc’s. Permintaan untuk perlengkapan semikonduktor di Jepang dalam bulan Juli menurun sejalan dengan perusahaan computer menunda rencana investasi karena masih banyaknya persediaan. (.REUTERS)
Wednesday, August 29, 2007
Market Tokyo
Posted by Russley Futures-Administrator


