Nikkei Menguat Terdorong Naiknya Saham Eksportir
Nikkei mencatat kenaikan selama empat sesi berturut-turut pada perdagangan Selasa (04/Juni), menguat 0.02% setelah perusahaan eksportir seperti Olympus Corp. menguat setelah indeks manufaktur AS membukukan rekor tertinggi lebih dari setahun terakhir memberikan kepercayaan bagi target ekspor terbesar Jepang tersebut. Investor tidak terlalu memperdulikan berita mengenai menteri pertahanan Jepang yang mengundurkan diri pada hari Selasa (03/Juli) menyusul dengan pernyataan kontroversialnya bahwa nampaknya dia menerima serangan bom atom di Jepang pada tahun 1945. Ken Masuda analis dari Shinko Securities, mengatakan : "The ISM is closely watched in the United States and we are seeing the results of its rise here. It looks like a plus for the U.S. economy". But that was not enough to move the Nikkei beyond a narrow range and market participants said investors were hoping for news of earnings upgrades in the coming weeks. "Plenty of people want to buy if the Nikkei slips below 18,000, but no one wants to buy above 18,200. I think companies are likely to upgrade their earnings forecasts, without a doubt. But investors want to see those upgrades before they doing anything", menurut Takahiko Murai analis dari Nozomi Securities. Nikkei <.N225> menguat ke level 18,149.90 poin. Indeks TOPIX <.TOPX> naik 0.08% ke level1,781.86. volume perdagangan cukup tipis, hanya 1.78 miliar lembar saham yang diperdagangkan di bursa utama Tokyo pada sesi pertama perdagangan, dibandingkan rata-rata perdagangan harian sebesar 1.93 miliar lembar saham. Saham perusahan Olympus menguat 1.3%. Nintendo Co. Ltd. naik 2.1% membukukan rekor tertinggi sepanjang masa akibat naiknya penjualan konsol game Wii. Wii mengungguli rivalnya dari Sony Corp., PlayStation 3 dengan rasio 6 :1 pada bulan Juni di jepang menurut majalah game Enterbrain. Wii mengungguli PS3 dengan perbandingan 5 : 1 pada bulan Mei.


