Friday, July 20, 2007

Market Hongkong

Aksi Borong Saham Second Liner oleh Para Investor

Saham-saham Hong Kong menguat 0.8% pada sesi perdagangan Kamis (19/Juli) menyusul aksi borong para investor terhadap saham-saham blue chip yang jarang diperdagangkan seperti Cheung Kong (Holdings) sementara saham perbankan Cina juga mengalami penguatan dtopang oleh kemungkinan earning yang menguat. Aksi beli marak sesaat setelah data-data Cina dirilis dan hasilnya di atas perkiraan. John Schofield dari Tempus Investment, mengatakan : "The market has been oversold and nervous for the last two days ahead of inflation figures, once it's out, it's buy on news. But several brokers said it was the yen, which edged up earlier, rather than China's data that posed the biggest risk to the market. The yen carry trade, in which investors borrow funds in the low-yielding yen to buy higher-yielding assets -- has helped fund a global equities rally”. Indeks benchmark Hang Seng <.HSI> menguat 174.28 poin di tutup di level 23,016.20. Indeks H shares <.HSCE> menguat 0.7% di level 12,884.03. Volume perdagangan mencapai 70.8 miliar dolar Hong Kong (9.1 miliar dolar AS) dibandingkan volume perdagangan Rabu (18/Juli) sebesar 84.1 miliar dolar Hong Kong. Cheung Kong menguat lebih dari 4% ke level tertinggi sejak April 2000, sementara rivalnya Sun Hung Kai Properties melejit 1.5%. Indeks sub-properti Hang Seng <.HSNP> menguat lebih dari 2%. Saham perusahaan konglomerat telekomunikasi Hutchison Whampoa menguat 4.1%, setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi selama enam tahun terakhir. Hang Seng Bank menguat 2.4%. Saham perbankan milik pemerintah Cina, Bank of China naik 3.9%. Industrial & Commercial Bank of China menguat 2.3% dan saham China Construction Bank naik 2.3%. Sinopec Corp. turun1% setelah para investor khawatir bahwa naiknya harga minyak akan menekan pendapatan perusahaan tersebut.

The Ubuntu Counter Project - user number # 16649