Nikkei Naik 0.5%, Penutupan Pertama di atas Level 18,000 Sejak Februari 2007
Indeks Nikkei naik 0.45% pada sesi perdagangan Selasa (05/Juni) ditutup di atas level psikologis 18.000 selama tiga bulan terakhir akibat naiknya saham energi seperti INPEX Holdings Inc. sehubungan naiknya harga minyak dunia hingga ke level 70 dolar AS per barrel. Saham-saham eksportir juga naik akibat naiknya saham-saham mereka yang diperdagangkan di AS. Advantest Corp. naik 1.9%, Kyocera Corp. menguat 0.9%. Sementara itu saham Fast Retailing Co. Ltd.,yang merupakan operator pakaian jadi dengan merek Uniqlo, turun 4.3% dan menjadi saham dengan penurunan terbesar di antara saham-saham yang tergabung dalam indeks Nikkei 225 sebagai dampak dari memburuknya penjualan bulan Mei. Indeks Nikkei berhasil menutupi penurunannya pada awal sesi – berkaitan dengan penurunan saham-saham di bursa Cina lebih dari 6% namun akhirnya berhasil recover pada akhir sesi penutupan. Katsuhiko Kodama dari Toyo Securities, mengatakan : "Investors have begun to think the Chinese market is doing its own thing, and its impact is getting weaker as you can see from how New York stocks did the previous session". Saham-saham AS menguat pada sesi Senin (04/Juni), Dow Jones dan S&P 500 berhasil mencatat level penutupan tertingginya akibat menguatnya saham-saham energi.
Indeks Nikkei <.N225> menguat 80.39 poin ke level 18,053.81, merupakan penutupan di atas level 18.00 sejak tanggal 27 Februari. Indeks TOPIX <.TOPX> naik 0.21% ke level 1.776.56. Saham-saham energi naik Saham Nippon Mining Holdings (yang mempunyai unit perusahaan minyak Japan Energy) menguat 2.4%, saham perusahaan distributor minyak terbesar di Jepang Nippon Oil Corp.naik 3.8% setelah harga minyak London Brent crude


