Saham-saham Hong Kong naik,CNOOC menguat
Saham-saham blue chip Hong Kong naik 0.6% sebagai dampak dari positifnya data-data ekonomi AS minggu lalu termasuk Non-farm Payrolls yang menguat lebih dari perkiraan. Saham-saham minyak menguat di tengah naiknya harga minyak dunia, Wharf (Holdings) Ltd. sahamnya naik 10% setelah melakukan pengambil alihan terhadap pemegang saham dari Wheelock and Co. Ltd. serta mengungkapkan rencana untuk meningkatkan jumlah kepemilikan asetnya di perusahaan tersebut. Perusahaan ritel pakaian jadi, Giordano International Ltd. sahamnya naik lebih dari 10% setelah adanya rumor yang berkembang bahwa tiga perusahaan ritel dunia sedang mengincar sahamnya.
Indeks benchmark Hang Seng <.HSI> naik 126.72 poin ke level 20,729.59. Indeks H shares <.HSCE> naik 0.4% menguat ke level 11,069.54 yang merupakan kenaikan tertinggi sejak 15 Mei. Kenny Tang dari Tung Tai Securities, mengatakan : "It's natural to have some retracement because the mainland market was down too much".
Sementara itu indeks komposit Cina atau A shares <.SSEC> turun 8.3% melanjutkan pelemahannya pada hari Jum’at (01/Juni). Peter Lai dari DBS Vickers, mengatakan : "We were not panicked by the A-share correction, since we expected it.Sentiment is quite good in Hong Kong". Volume perdagangan harian mencapai 67.1 miliar dolar Hong Kong (8.6 miliar dolar AS), lebih kecil dibandingkan volume perdagangan Jum’at (01/juni) sebesar 74.8 miliar dolar Hong Kong.
Saham CNOOC naik 3.1% dan menjadi motor utama gerakan saham-saham di Hong Kong pada sesi Senin (04/Juni) setelah pihak Citigroup menaikkan perkiraan earning perusahaan tersebut untuk taun fiskal 2007 hingga 2009 dengan pertimbangan harga minyak dunia yang akan terus naik. Pihak perbankan juga menaikkan target harga saham CNOOC menjadi 9 dolar Hong Kong per lembarnya. Sinopec Corp. naik 0.4%. PetroChina Co. Ltd. menguat 1%. Wheelock naik 4%. Perusahaan produsen batu bara Cina, China Shenhua sahamnya menguat 1.6% setelah para investor memperkirakan kenaikan harga batu bara Cina akibat kuatnya permintaan pasar. Foxconn International Holdings sahamnya melemah 2.5% setelah pihak Goldman Sachs meniadakan saham tersebut dalam buying list saham-saham di kawasan Asia-Pasifik, seraya menambahkan bahwa mereka juga menurunkan target earning perusahaan tersebut sebagai refeksi dari kemungkinan ditundanya peluncuran produk baru dari Motorola.


