Monday, June 4, 2007

Market Tokyo

Nikkei Ditutup di Rekor Tertinggi Selama 3 Bulan Terakhir

Indeks Nikkei naik 0.47% dan membukukan penutupan tertinggi selama tiga bulan terakhir pada sesi perdagangan Jum’at (01/Mei), saham perusahaan eksportir naik sehubungan dinaikkannya target harga sahamnya oleh Morgan Stanley, hal tersebut memicu aksi beli investor terhadap saham-saham baja dan saham-saham lainnya. Pada awal perdagangan Nikkei berhasil menembus level 18.000, menguat 80% terhitung semenjak aksi jual besar-besaran di bursa saham global pada bulan Februari. Indeks benchmark tersebut telah turun 1.9% selama tahun 2007. "The recent recovery in bank and small-cap shares have given retail investors a buffer and they can now afford to invest in other stocks again. The Japanese market has struggled since the global sell-off in late February, but now concerns about another sell-off have subsided" menurut Kenichi Hirano analis dari Tachibana Securities Nikkei <.N225> menguat 83.13 poin ke level 17,958.88, yang merupakan level penutupan tertinggi sejak bulan tanggal 27 Februari 2007. Indeks TOPIX <.TOPX> juga menguat 0.69% ke level 1,767.88. volume perdagangan mencapai 2.5 miliar lembar saham yang diperdagangkan. Saham-saham yang menguat dan saham yang turun mempunyai perbandingan 2:1.

Data-data ekonomi AS yang akan dirilis pekan ini diperkirakan tidak akan memberikan pengaruh yang lemah bagi saham-saham dan nampaknya momentum pasar akan mendorong penguatan indeks utama lebih lanjut. Pekan ini dimulai dengan data Factory order untuk April yang diperkirakan akan mengalami kenaikan sebesar 0.7% dibawah kenaikan bulan Maret 3.1%. ISM untuk sektor jasa pada hari Selasa diperkirakan turun menjadi 55.3 dari 56.0 di bulan April. Data lainnya pekan ini antara lain layoffs, productivity, dan international trade.

Di Jepang, saham-saham pada pekan ini diperkirakan akan ‘volatile ‘ menjelang setlement untuk perdagangan future Juni pada hari Jum’at kendati sentimenyang relatif masih kuat akan membatasi koreksi yang kemungkina nterjadi. Lemahnya nilai tukar yen terhadap dolar akhir-akhir ini mendatangkan benefit bagi eksportir Jepang. Data-data ekonomi yang akan dirilispekan ini antara lain Leading indicators April pada hari Rabu, Machinery order April, Money Supply Mei, Bank lending Mei dan Govt. Economy watcher survey untuk bulan Mei pada hari Juma’t

The Ubuntu Counter Project - user number # 16649