Saham-saham Hong Kong rebound
Saham-saham blue chip Hong Kong naik 1.7% pada perdagangan Kamis (31/Mei), China plays menguat 3.2% sehari setelah penurunan besar-besaran yang dipengaruhi bursa Cina. Sesi ini merupakan sesi dengan prosentase perdagangan terbesar sejak tanggal 14 Mei—saat itu pemerintah cina mengumumkan kebijakan ijin bagi perbankan di negaranya untuk berinvestasi di luar negeri.
Bursa Wall Street mendukung penguatan Hang Seng, indeks Standard and Poor 500 index <.SPX> mencatat rekor harga tertingginya sepanjang masa dipicu oleh pandangan The Fed tentang ekonomi AS dan inflasi.
Howard Gorges analis dari South China Brokerage, mengatakan : "The feeling is that Shanghai is not about to collapse. We've been on the defensive, but people are now saying world markets aren't hinging on China's stock market". Sementara John Schofield dari Tempus Investment, menambahkan : "I think we're at an inflection. We'll go higher quickly from here. Everyone's been so bearish and nervous. There's only one way the market can go and it's up". Indeks benchmark Hang Seng <.HSI> ditutup menguat 340.71 poin di level 20,634.47 naik 16% selama bulan Mei.
Indeks H shares <.HSCE>--atau saham-saham Hong Kong yang listing di Cina, naik 335.88 poin dan mencatat penutupan di level 10,739.32 naik 7% selama bulan Mei. Volume perdagangan masuk dalam peringkat empat dari seluruh volume tertinggi yang pernah tercatat, senilai 76.5 miliar dolar Hong Kong (9.8 miiar dolar AS) HK$76.5 billion (US$9.8 billion) di atas volume perdagangan hari rabu (30/Mei) senilai 76 miliar dolar Hong Kong.
Perusahaan tambang terkemuka di kawasan Asia, Sinopec Corp. ditutup menguat 9.7% ke level tertingginya sepanjang masa karena mereka berhasil menemukan sebuah tambang minyak baru yang terletak di baratlaut Cina dengan cadangan sebanyak 1.5 miliar barel. Saham perusahaan minyak lepas pantai CNOOC Ltd. naik hingga 4%. Sentimen terhadap saham-saham batu bara masih cukup kuat, saham China Coal naik 5.6% dan China Shenhua menguat 6.3%, sementara Yanzhou Coal naik 4.8%. (RISET-iwan)


