Index saham Jepang menguat, terutama saham-saham perbankan, setelah Sumitomo Mitsui Financial Group Inc. memperkirakan kenaikan profit perusahaan pada tahun ini. Saham Sumitomo Mitsui menguat 5,7% setelah memprediksi kenaikan pendapatan pada tahun bisnis ini mencapai 22%. Sementara Mizuho dijadwalkan akan merilis laporan pendapatan perusahaan pada hari ini setelah sesi transaksi berakhir, diikuti Mitsubishi UFJ yang akan merilis laporan pendapatan pada esok hari. Sumitomo Mitsui, bank nomor tiga paling besar di Jepang berdasarkan aset perusahaan, kemarin menyatakan bahwa perbedaan antara suku bunga kredit serta tabungan pada kuartal kedua tahun lalu semakin tinggi, memicu spekulasi bahwa profit margin kredit bank-bank lain juga akan melonjak. Perbedaan antara suku bunga kredit dan suku bunga tabungan semakin tinggi dari 0,07% menjadi 1,66% akibat kenaikan suku bunga Bank of Japan pada tahun lalu.
Diantara beberapa perusahaan yang merilis laporan pendapatan kemarin, saham NEC melambung 7,3%, level tertinggi sejak 7 Juli 2003. Kemarin, NEC menyatakan bahwa pendapatan perusahaan akan melonjak mencapai 30 miliar yen dalam setahun sampai 31 Maret, melampaui tahun sebelumnya dengan jumlah 9,1 miliar yen. Index saham perusahaan tekhnologi lain juga menguat. Sony Corp. menguat 3%. Pada 16 Mei, Sony menyatakan profit perusahaan pada tahun ini akan melonjak melebihi dua kali lipat. Sementara saham Toshiba Corp., produsen flash memori chip nomor dua terbesar di dunia, menguat 2,4%.
Saham Toyota Motor Corp., perusahaan otomotif terbesar di Asia, melemah 1,1%. Honda Motor Co., perusahaan otomotif nomor dua terbesar, turun 1%. Pada tanggal 9 Mei, Toyota memprediksi profit perusahaan tahun ini merupakan yang paling rendah dalam 10 tahun terakhir. Pada 25 April, Honda menyatakan pendapatan perusahaan akan kembali mengalami penurunan untuk kedua kalinya.
Index Nikkei menguat 0,50% pada hari Rabu, tiga saham bank terkemuka Jepang kembali menguat karena profit perusahaan pada tahun ini diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, sementara yen yang melemah menyebabkan saham Advantest Corp. serta saham-saham tekhnologi lain menguat.


