HANG SENG MELEMAH DIPENGARUHI OLEH BURSA SAHAM CHINA
Index saham Hong Kong melemah 0,4% pada hari Jumat, dipengaruhi oleh melemahnya bursa saham Shanghai, karena potensi pemerintah China akan kembali memberlakukan kebijakan moneter menyebabkan index saham komoditi dan finansial China melemah. Pada hari Kamis, gubernur bank sentral Zhou Xiaochuan memperkirakan pemerintah China akan kembali memberlakukan beberapa peraturan baru untuk membatasi pertumbuhan ekonomi dengan menaikkan suku bunga atau menambah jumlah cadangan dana perbankan dengan mengurangi dana untuk kredit.
Peluang tersebut menyebabkan saham-saham komoditi melemah, Jiangxi Copper Co. Ltd. melemah hampir 4%. Aluminium Corp. of China turun 2,8%. Peluang pemberlakuan peraturan baru juga memberikan pengaruh negatif bagi saham-saham finansial China. Saham China Life melemah 1,5%. Sementara saham Bank of China turun 1,2%.
Index saham developer properti Hong Kong juga tertekan karena peluang penurunan suku bunga semakin rendah setelah data perekonomian Amerika yang terakhir dirilis mengindikasikan bahwa bank sentral Amerika diperkirakan akan mempertahankan suku bunga. Sub index properti Hang Seng melemah 1,5%. Cheung Kong (Holdings) Ltd. turun 2% sementara Hang Lung Properties merosot 2,3%.
Beberapa saham menguat diantaranya adalah produsen minyak lepas pantai dan gas terkemuka China CNOOC Ltd. dengan kenaikan 1,7% setelah berhasil mengoperasikan ladang minyak di Laut China Selatan. Pekan ini, Hang Seng menguat 2,1%, level tertinggi hampir dua bulan, setelah pada hari Senin mencapai rekor karena pemerintah China memperkenankan sektor perbankan menginvestasikan dana nasabah dalam bursa saham luar negeri. H-share menguat 4,5% mencapai level tertinggi 4 ½ bulan. Namun, bursa saham terkesan sulit untuk melampaui level tertinggi.
Index saham Hong Kong diperkirakan akan dibuka melemah pada hari Senin, setelah bank sentral China menyatakan akan menaikkan suku bunga serta jumlah cadangan dana perbankan, sebagai suatu kebijakan yang akan menekan saham-saham perbankan China.


