NIKKEI TERENDAH SEPEKAN SEJAK MARET
Index saham Jepang menecapai level terendah sepekan sejak Maret. Saham paling melemah terutama perusahaan-perusahaan baja setelah Tokyo Tekko Co. memperkirakan penurunan pendapatan pada tahun finansial ini. Saham Tokyo Tekko, produsen baja batangan, mencapai level terendah sejak Januari 2006. Sementara, saham Nippon Steel Corp., perusahaan baja nomor dua terbesar di dunia, turun 3% serta saham yang paling mempengaruhi pergerakan index yang melemah. Pada 27 April, Nippon Steel memperkirakan pendapatan pada tahun ini akan turun 0,3%.
Index juga melemah setelah Li Ka-shing, orang terkaya di Asia, kemarin menyatakan bahwa bursa saham China “dipastikan sedang melonjak”, memicu kekhawatiran bahwa harga saham akan melemah. Pada bulan February, investor melepas saham-saham China sehingga memicu melemahnya index saham global yang mengakibatkan bursa kehilangan saham senilai $3,3 triliun.
Index saham perusahaan jasa kredit melemah setelah Credit Saison Co. menyatakan profit perusahaan tahun lalu merosot sekitar 2/3 dari tahun sebelumnya sementara surat kabar Nikkei mengindikasikan jumlah kredit yang disetujui oleh perusahaan-perusahaan finansial semakin sedikit. Kemarin, Credit Saison menyatakan pendapatan setahun sampai 31 Maret merosot 65% mencapai jumlah 14,8 miliar yen. Perusahaan jasa kredit serta jasa kartu kredit menyatakan penurunan profit tahun lalu terkait dengan cadangan dana untuk mengembalikan biaya suku bunga yang terlalu tinggi.
Saham Inpex Holdings Inc. kembali menguat setelah harga minyak mentah melonjak 3,7% di New York kemarin, level tertinggi sejak 23 April. Kontrak pengiriman minyak bulan Juni menguat 3,7% pada level $64,86 di New York, level tertinggi sejak 30 April. Sesuai data terakhir, kontrak ditransaksikan pada level $64,85.
Index saham Jepang menguat 0, 50% pada hari Senin, saham Sony Corp. dan beberapa saham eksportir lain menguat setelah yen mencapai level terendah terhadap euro.


